Kamis, 08 Oktober 2026
21:14 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya
Salghurid

Salghurid

artikel daftar Wikimedia

Bagikan:
250px-Map_of_the_Salghurids_in_1180_CE.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Salghurid (Persia: سلغُریان), juga dikenal sebagai Atabeg Fars (اتابکان فارس), adalah sebuah dinasti berbudaya Persia[1] yang berasal dari suku Turkmen Salur yang memerintah Fars,[2][3] pertama sebagai vasal Seljuk, kemudian untuk Khwarazm Shah pada abad ke-13.

Sejarah

Dinasti Salghurid didirikan oleh Sunqur pada tahun 1148, yang memperoleh keuntungan dari pemberontakan-pemberontakan selama masa pemerintahan sultan Seljuk Mas'ud bin Muhammad. Kemudian, Salghurid mampu mengukuhkan posisinya di Persia selatan hingga melakukan kampanye melawan suku Kurdi dan terlibat dalam suksesi Seljuk Kirman,[4] serta menahan putra sultan Seljuk Malik-Shah III, Mahmud, sebagai salah satu calon yang mungkin untuk takhta Seljuk.[5] Mereka sempat menduduki Isfahan pada 1203–1204,[3] dan kemudian menduduki Bahrain yang direbut dari dinasti Uyunid pada tahun 1235.[6]

Pada masa Sa'd I bin Zangi, Salghurid mengalami kemakmuran yang signifikan, meskipun tercoreng oleh pengakuannya terhadap Khwarazm Shah sebagai penguasa tertinggi. Penyair Persia Saadi Shirazi mendedikasikan karyanya Bostan dan Gulistan kepada Sa'd I dan Sa'd II.[4] Setelah wafatnya Sa'd I, saudaranya Zangi bin Mawdud berkuasa pada tahun 1161. Tekele menggantikan ayahnya, Zangi, hanya setelah menyingkirkan putra Sunqur, Toghril.[3]

Pada tahun-tahun terakhir pemerintahan Abu Bakr bin Sa'd dan Sa'd II, Fars berada di bawah kekuasaan Kekaisaran Mongol dan kemudian Ilkhanat di bawah Hulegu. Di bawah Mongol, Abu Bakr diberi gelar Qutlugh Khan. Salghurid selanjutnya hanya menjadi penguasa boneka yang tidak berdaya, hingga putri Sa'd II, Abish Khatun, diberi gelar Atabeg Fars. Ia menjadi penguasa tunggal Fars selama satu tahun, kemudian menikah dengan Mengu Temur, putra kesebelas Hulegu.[7] Setelah keduanya wafat, Fars diperintah langsung oleh Ilkhanat.[4]

Budaya

Pada abad ke-13, Salghurid mendukung suasana budaya dan intelektual yang melibatkan tokoh-tokoh seperti Qadi Baydawi, Qutb al-Din al-Shirazi, Saadi Shirazi, dan sejarawan Wassaf.[7] Salghurid secara sadar mempromosikan diri sebagai dinasti Iran dan Islam, sebagian melalui keterkaitan mereka dengan reruntuhan Kekaisaran Akhemeniyah pra-Islam (550–330 SM).[8] Di bawah pemerintahan mereka, Shiraz menjadi pusat kebudayaan Persia.[9]

Daftar atabeg

  • Sunqur bin Mawdud (1148–1161)
  • Zangi bin Mawdud (1161–1178)
  • Tekele bin Zangi (1178–1198)
  • Sa'd I bin Zangi (1198–1226)
  • Abu Bakr bin Sa'd (1226–1260)
  • Sa'd II (1260–1260)
  • Muhammad I bin Sa'd (1260–1262)
  • Muhammad II bin Salghur (1263)
  • Saljuk Shah bin Salghur (1263)
  • Abish Khatun (1263–1284)
  • Kurdujin Khatun (1319–1338, diperdebatkan)

Referensi

  1. ↑ de Nicola 2020, hlm. 281.
  2. ↑ Spuler 1987, hlm. 894–896.
  3. 1 2 3 Bosworth 1995, hlm. 978.
  4. 1 2 3 Bosworth 1996, hlm. 207.
  5. ↑ Bosworth 1968, hlm. 169.
  6. ↑ Curtis E. Larsen, Life and Land Use on the Bahrain Islands: The Geoarchaeology of an Ancient Society, (University of Chicago Press, 1984), 66.
  7. 1 2 Bosworth 1995, hlm. 979.
  8. ↑ Kamola 2019, hlm. 69.
  9. ↑ Darling 2013, hlm. 101.

Bibliografi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan