Rabu, 28 Oktober 2026
06:31 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung

Malifut, Halmahera Utara

kecamatan di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara

Bagikan:
Malifut
Koordinat: 1°10′00″N 127°49′59″E / 1.1667°N 127.8331°E / 1.1667; 127.8331
Negara Indonesia
ProvinsiMaluku Utara
KabupatenHalmahera Utara
Pemerintahan
 • CamatIrawan Muhammad[1]
Populasi
 • Total13.325 jiwa
 • Kepadatan52/km2 (130/sq mi)
Kode pos
97766
Kode Kemendagri82.03.08 Suntingan nilai di Wikidata
Kode BPS8205010 Suntingan nilai di Wikidata
Luas254,85 km²
Kepadatan52
Desa/kelurahan22 desa
Peta interaktif
osm-intl,10,a,a,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Malifut%2C_Halmahera_Utara&revid=29965469&groups=_c338914ded442e2cff82388ed2b19b548a2ba128&parser=parsoid

Malifut adalah sebuah kecamatan yang berada di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Indonesia. Penduduk kecamatan ini berjumlah 13.325 jiwa (2021), dengan luas wilayah 254,85 km², dan kepadatan penduduk 52 jiwa/km².[2][3]

Demografi

Sebagian besar penduduk kecamatan Malifut berasal dari kelompok etnis Makian. Selain itu, terdapat penduduk asli dari suku Pagu dan Kao. Kelompok etnis lain yang tinggal di sana, antara lain suku Tobelo, Galela, Ternate, Sangir, Ambon, Jawa, Modole, dan kelompok etnis lain dari Kepulauan Maluku. Bahasa sehari-hari yang paling umum digunakan adalah bahasa Indonesia dan Melayu Maluku Utara. Bahasa-bahasa daerah asli seperti Pagu dan Kao terancam punah.[2]

Masyarakat etnis Makian yang merupakan mayoritas di kecamatan Malifut merupakan transmigran lokal sejak tahun 1975, karena ancaman letusan Gunung Kie Besi di Pulau Makian yang diprediksi akan meletus tahun itu oleh pemerintah pusat. Kemudian, sebagai masyarakat etnis Makian dipindahkan ke daratan Halmahera dan memindahkan seluruh aparatur pemerintahan ke sana. Namun, letusan yang diprediksi tidak terjadi pada tahun itu, melainkan 13 tahun kemudian, pada tahun 1988. Akibat letusan tersebut, Gunung Kie Besi terbelah menjadi dua bagian.

Berdasarkan data Sensus Penduduk Indonesia 2010, mencatat bahwa mayoritas penduduk kecamatan Malifut memeluk agama Islam. Persentasi penduduk berdasarkan agama yang dianut ialah Islam sebanyak 73,80%, kemudian Kristen sebanyak dengan dominan Protestan sebanyak 23,05% dan selebihnya Katolik sebanyak 0,81%. Kemudian Buddha 0,01%, Konghucu 0,01%, dan lainnya 2,33%.[4] Untuk sarana rumah ibadah, terdapat 18 bangunan masjid, 6 bangunan gereja Protestan dan 1 bangunan mushola.[2]

Referensi

  1. ↑ "Camat Malifut Apresiassi Program PT NHM". harianhalmahera.com. 2 November 2021. Diakses tanggal 28 Desember 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 3 4 "Kecamatan Malifut Dalam Angka 2020" (pdf). www.halutkab.bps.go.id. hlm. 21–23, 35, 72. Diakses tanggal 28 Desember 2021.
  3. ↑ "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2021" (Visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 28 Desember 2021.
  4. ↑ "Penduduk Menurut Wilayah dan Agama yang Dianut di Kabupaten Halmahera Utara". www.sp2010.bps.go.id. Diakses tanggal 28 Desember 2021.
Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Malifut, Halmahera Utara.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan