Minggu, 27 September 2026
22:11 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda

Madya

tingkatan bahasa dalam bahasa Jawa

Artikel ini ditujukan sebagai artikel untuk topik tingkatan bahasa dalam bahasa Jawa. Untuk kosakata dalam bahasa Jawa, lihat kata madya dan kata krama madya.

Madya (aksara Jawa: ꦩꦢꦾ, pengucapan bahasa Jawa: [mad̪jɔ]; sekarang disebut sebagai krama madya) adalah salah satu tingkatan bahasa yang digunakan dalam unggah-ungguh bahasa Jawa versi lama.[1] Bahasa ini menggunakan kata madya dengan awalan dan akhiran ngoko.[2]

Menurut unggah-ungguh bahasa Jawa versi lama, madya berada di antara ngoko dan krama. Sebelumnya, madya dibagi menjadi tiga: madya ngoko, madyantara, dan madya krama.[2][3] Pada unggah-ungguh bahasa Jawa versi baru, madya tidak dicantumkan lagi; tidak berdiri sendiri seperti ngoko dan krama. Meskipun demikian, madya masih digunakan dalam percakapan sehari-hari. Kini, madya kadang-kadang dianggap sebagai bagian dari bahasa krama yang tidak halus[2] dan tidak baku, maka disebut sebagai krama madya.

Pembagian

330px-Javanese_speech_levels_%28old%29.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Unggah-ungguh bahasa Jawa versi lama: madya ada di antara ngoko dan krama.

Sebelumnya, madya dibagi menjadi tiga: madya ngoko, madya krama, dan madyantara. Namun, beberapa buku tidak bersependapat dengan penguraian madya krama dan madyantara.

Catatan: pada contoh di bawah, kata ngoko dicetak tebal dan digarisbawahi, kata krama dicetak tebal, sedangkan kata krama inggil digarisbawahi.

Madya ngoko

Madya ngoko adalah bahasa madya yang menggunakan kata madya dan kata ngoko dengan awalan dan akhiran ngoko.[2][3][4][5] Kata ganti orang kedua menggunakan kata dika, sedangkan kata ganti orang pertama menggunakan kata kula. Penggunaan madya ngoko biasanya dipakai pada pembicaraan antara pedagang kepada pedagang.[3] Di bawah ini adalah contoh kalimat yang menggunakan madya ngoko.

  1. Mang madhang sega abang.[5]
  2. Dika kok sajak kesusu ngajak mulih kula. Onten preluné napa, ta?[3]
  3. Dika napa arep mangan iwak wedhus?[4]

Madya krama

Madya krama adalah bahasa madya yang menggunakan kata madya dan kata krama dengan awalan dan akhiran ngoko (Pendapat 1).[4][5] Ada pendapat lain bahwa madya krama juga memuat kata krama inggil (Pendapat 2).[2][3] Penggunaan madya krama biasanya dipakai pada pembicaraan antara perempuan kepada suaminya.[3] Di bawah ini adalah contoh kalimat yang menggunakan madya krama.

  1. Mang nedha sekul abrit.[5] (Pendapat 1)
  2. Pakné, wanci ngèten kok empun ajeng tindak teng kantor. Napa kathah padamelan?[3] (Pendapat 2)
  3. Samang napa ajeng nedha ulam menda?[4] (Pendapat 1)

Madyantara

Madyantara adalah bahasa madya yang menggunakan kata madya, kata krama, kata krama inggil dengan awalan dan akhiran ngoko (Pendapat 1).[4][5] Ada pendapat lain bahwa madyantara hanya memuat kata madya dan kata krama (Pendapat 2).[2] Pendapat lainnya lagi mengatakan bahwa madyantara sama dengan madya ngoko, hanya berbeda pada kata ganti orang kedua yang menggunakan kata mang, samang, atau sampéyan pada madyantara (Pendapat 3).[3] Penggunaan madyantara biasanya dipakai pada pembicaraan antara perempuan kepada suaminya,[5] priyayi kecil kepada priyayi kecil, dan priyayi kepada saudaranya yang berpangkat lebih rendah.[3] Di bawah ini adalah contoh kalimat yang menggunakan madyantara.

  1. Mang dhahar sekul abrit.[5] (Pendapat 1)
  2. Sampéyan rak empun duwé tumbak sing luwih apik, ta?[3] (Pendapat 2)
  3. Sampéyan napa kersa dhahar ulam ménda?[4] (Pendapat 1)

Lihat pula

Rujukan

Catatan kaki

  1. ↑ Suwadji 2013, hlm. 12-13.
  2. 1 2 3 4 5 6 Suwadji 2013, hlm. 12.
  3. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Padmosoekotjo 1953, hlm. 13-15.
  4. 1 2 3 4 5 6 Prajapustaka 1925, hlm. 5-6.
  5. 1 2 3 4 5 6 7 "Antya basa lan basa antya". Sasadara. 9 Agustus 1903.

Daftar pustaka

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Madya.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan