Sabtu, 26 September 2026
18:40 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Lord Rayleigh

Lord Rayleigh

The Lord Rayleigh
250px-John_William_Strutt.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
John William Strutt, Baron Rayleigh Ketiga.
Lahir(1842-11-12)12 November 1842
Langford Grove, Maldon, Essex, England
Meninggal30 Juni 1919(1919-06-30) (umur 76)
Terling Place, Witham, Essex, England
AlmamaterUniversity of Cambridge
Dikenal karenaDiscovery of argon
Rayleigh waves
Rayleigh scattering
Rayleigh criterion
Duplex Theory
Theory of Sound
Rayleigh flow
Karier ilmiah
BidangPhysics
Tempat kerjaUniversity of Cambridge
Edward John Routh
Mahasiswa doktoral
J. J. Thomson
George Paget Thomson
Jagdish Chandra Bose
Tanda tangan
250px-Autograph_of_Rayleigh.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Lord Rayleigh (John William Strutt) (12 November 1842 – 30 Juni 1919) adalah seorang fisikawan Inggris.[1]

Saat masih kecil dan remaja, dia sering menderita sakit sehingga pendidikannya terganggu.[1] Pada tahun 1861, Rayleigh masuk ke Trinity College, Cambridge untuk mempelajari matematika hingga lulus pada tahun 1865.[1] Setahun kemudian dia mendapatkan beasiswa di Trinity hingga tahun 1871, dimana dia menikah dengan Evelyn.[1] Ketika ayahnya meninggal pada tahun 1872, Rayleigh terpaksa mengurus perkebunan peninggalan keluarganya yang berluas 7000 hektare.[1] Hal itu dilakukannya hingga tahun 1876, kemudian dia menyerahkan pengelolaan tanah perkebunan tersebut kepada adiknya.[1]

Pada tahun 1877-1878, dia memublikasikan Teori Suara dan selama hidupnya, Rayleigh telah menulis 466 artikel ilmiah.[2] Di bidang akustik, dia mempelajri tentang hamburan (hamburan Rayleigh) batasan difraksi, gelombang permukaan, fenomena resonansi, timbal balik, gaya radiasi, kavitasi, relaksasi, dan persepsi dwirungu (binaural perception).[2] Dia meraih nobel dalam bidang fisika pada tahun 1904 atas penemuan gas argon dan kontribusinya dalam kemajuan sains.[2]

Hamburan Rayleigh

Hamburan Rayleigh merupakan fenomena hamburan cahaya matahari. Ia menjelaskan bahwa fenomena pewarnaan langit merupakan sebaran radiasi elektromagnetik oleh partikel-partikel yang berada pada radius kurang dari 1/10 panjang radiasi gelombang.[3] SInar matahari yang terpancar dari luar angkasa telah terhambur oleh partikel-partikel penyusun atmosfer. Hamburan sinar matahari tersebut menyebabkan langit berwarna biru pada pagi hari dan berwarna merah pada senja atau fajar.

Di Indonesia terdapat salah satu peristiwa unik yang melibatkan konsep teori ini. Peristiwa tersebut adalah langit Jambi yang berwarna merah. Pada peristiwa tersebut, partikel-partikel atmosfer menjadi cukup padat sehingga cahaya matahari dengan spektrum pendek hingga medium menjadi terhambur. Maka dari itu, cahaya matahari yang dapat melewati kepadatan ini adalah cahaya dengan spektrum panjang.[4] Hal inilah yang menyebabkan langit Jambi menjadi warna merah

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 (Inggris) "Lord Rayleigh". The Nobel Foundation 1904. Diakses tanggal 21 Mei 2010.{{cite news}}: |first= tidak memiliki |last=
  2. 1 2 3 (Inggris) Wells PN (2007). "Lord Rayleigh: John William Strutt, third Baron Rayleigh". IEEE Trans Ultrason Ferroelectr Freq Control. 54 (3): 591–6.{{cite journal}}: Parameter tidak dikenal |month= diabaikan
  3. ↑ Azanella, Luthfia Ayu. Wedhaswary, Inggried Dwi (ed.). "Lord Rayleigh, Penemu Fenomena Langit Merah seperti yang Terjadi di Jambi". Kompas.com. Diakses tanggal 2019-11-22.
  4. ↑ Dewi, Retia Kartika. Hardiyanto, Sari (ed.). "Viral Langit Merah di Jambi, dari Titik Api hingga Hamburan Rayleigh". Kompas.com. Diakses tanggal 2019-11-22.


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi mengenai ilmuwan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan