Selasa, 20 Oktober 2026
05:09 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Hamburan Rayleigh

Hamburan Rayleigh

fenomena fisika

Bagikan:
330px-Rayleigh_sunlight_scattering.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
grafik Hamburan Rayleigh

Hamburan Rayleigh (bahasa Inggris:Rayleigh scattering) dinamai berdasarkan seorang fisikawan Inggris Lord Rayleigh (John William Strutt), adalah teori hamburan elastis cahaya atau radiasi elektromagnetik lain oleh partikel-partikel penghambur yang memiliki panjang gelombang lebih kecil dibandingkan dengan cahaya/radiasi yang dihamburkannya. Apabila frekuensi cahaya berada di bawah/lebih kecil dari frekuensi resonansi partikel penghambur (dinamakan rezim dispersi normal), maka jumlah hamburan yang dihasilkan akan berbanding terbalik dengan pangkat empat panjang gelombang cahaya yang dihamburkan.

Perubahan polaritas elektrik partikel-partikel di udara menyebabkan hamburan Rayleigh. Medan listrik yang berosilasi dalam gelombang cahaya berinteraksi dengan elektron dalam partikel dan menyebabkan muatan tersebut ikut berosilasi (bergerak bolak-balik) dengan frekuensi yang sama dengan medan listrik cahaya datang. Partikel-partikel inilah yang bisa diamati sebagai sinar hamburan, atau dengan kata lain partikel-partikel itu menjadi dipol-dipol yang meradiasikan sinar hamburan. Partikel-partikel yang dapat menghamburkan tersebut bisa terdiri dari banyak atom dan molekul. Kebanyakan hamburan yang diamati terjadi ketika cahaya melewati medium berupa gas, tetapi peristiwa hamburan Rayleigh juga bisa terjadi di medium padat dan cair.

Hamburan Rayleigh yang terjadi pada sinar matahari ketika melewati atmosfer bumi menyebabkan warna biru di langit,[1] termasuk juga corak kuning-merah di langit ketika posisi matahari di bawah cakrawala atau pada saat sebelum terbit dan setelah terbenam matahari. Cahaya matahari juga mengalami peristiwa hamburan Raman, yaitu teori hamburan inelastis cahaya yang selain menyebabkan perubahan arah partikel cahaya (foton) seperti hamburan Rayleigh, juga menyebabkan perpindahan energi (dalam bentuk rotasi) antara dua partikel yang bertumbuk.

Hamburan oleh partikel penghambur yang memiliki panjang gelombang lebih besar atau hampir sama dengan panjang gelombang cahaya bisa dianalisis menggunakan teori Mie, pendekatan dipol diskrit, dan teknik komputasi lainnya. Teori hamburan Rayleigh bisa digunakan terbatas pada partikel yang lebih kecil panjang gelombangnya dibandingkan cahaya yang dihamburkan dan umumnya memiliki indeks bias ≅ 1.

Sejarah

Penemu dari Hamburan Rayleigh sendiri adalah "William Strutt" tetapi ia lebih banyak disebut sebagai "Lord Rayleigh".[2] Pada tahun 1869, John Tyndall mengemukakan dalam karya tulisnya bahwa cahaya terang yang terhambur dari partikulat nanoskopik memiliki warna sedikit kebiruan ketika sedang mencoba memeriksa keberadaan kontaminan tersisa di udara yang dimurnikan saat digunakan dalam percobaan inframerahnya.[3] Dia menduga bahwa peristiwa hamburan yang mirip juga terjadi hingga langit memiliki corak berwarna biru, meskipun dirinya tidak mampu menjelaskan mengapa warna biru yang terlihat serta pengaruh partikulat di atmosfer terhadap intensitas warna di langit.

Kemudian tahun 1871, Lord Rayleigh memublikasikan dua makalah tentang warna dan polarisasi cahaya langit untuk melakukan kuantifikasi efek Tyndall di tetesan air yang dipengaruhi oleh volume tetesan kecil yang dikaji dan indeks bias.[4][5][6] Pada tahun 1881 setelah James Clerk Maxwell menjelaskan sifat elektromagnetisme gelombang cahaya, Rayleigh menghubungkan persamaan miliknya dengan sifat elektromagnetisme tersebut.[7] Setelah itu pada tahun 1899, Rayleigh menunjukkan bahwa volume partikulat dan indeks bias jika dijelaskan dalam skala molekuler bisa dijelaskan dengan sifat polarisasi molekul yang berakar dari karya tulis elektromagnetisme Maxwell.[8]

Referensi

  1. ↑ "Hamburan Rayleigh: Penyebab Langit Berwarna Biru". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-06-20. Diakses tanggal 2018-08-29.
  2. ↑ "Biographical of Lord Rayleigh". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-03-29. Diakses tanggal 2020-03-06.
  3. ↑ Tyndall, John (1869). "On the blue colour of the sky, the polarization of skylight, and on the polarization of light by cloudy matter generally". Proceedings of the Royal Society of London. 17: 223–233. doi:10.1098/rspl.1868.0033.
  4. ↑ Strutt, Hon. J.W. (1871). "On the light from the sky, its polarization and colour". The London, Edinburgh, and Dublin Philosophical Magazine and Journal of Science. 41 (271): 107–120. doi:10.1080/14786447108640452.
  5. ↑ Strutt, Hon. J.W. (1871). "On the light from the sky, its polarization and colour". The London, Edinburgh, and Dublin Philosophical Magazine and Journal of Science. 41 (273): 274–279. doi:10.1080/14786447108640479.
  6. ↑ Strutt, Hon. J.W. (1871). "On the scattering of light by small particles". The London, Edinburgh, and Dublin Philosophical Magazine and Journal of Science. 41 (275): 447–454. doi:10.1080/14786447108640507.
  7. ↑ Rayleigh, Lord (1881). "On the electromagnetic theory of light". The London, Edinburgh, and Dublin Philosophical Magazine and Journal of Science. 12 (73): 81–101. doi:10.1080/14786448108627074. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-08-18. Diakses tanggal 2021-06-20.
  8. ↑ Rayleigh, Lord (1899). "On the transmission of light through an atmosphere containing small particles in suspension, and on the origin of the blue of the sky". The London, Edinburgh, and Dublin Philosophical Magazine and Journal of Science. 47 (287): 375–384. doi:10.1080/14786449908621276. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2020-10-31. Diakses tanggal 2021-06-20.
Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Rayleigh scattering.


Ikon rintisan

Artikel bertopik fisika ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan