Selasa, 13 Oktober 2026
13:52 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM
Efek Tyndall

Efek Tyndall

Fenomena optik

Bagikan:
Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia. Silakan kembangkan artikel ini semampu Anda. Merapikan artikel dapat dilakukan dengan wikifikasi atau membagi artikel ke paragraf-paragraf. Jika sudah dirapikan, silakan hapus templat ini. (Januari 2026) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
250px-SonneNebel.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Efek Tyndall

Efek Tyndall adalah gejala penghamburan berkas sinar (cahaya) oleh partikel-partikel koloid, sehingga berkas cahaya akan terlihat ketika melewati suatu campuran. Hal ini disebabkan oleh ukuran Molekul koloid yang cukup besar.

Pada tahun 1869, seorang ahli fisika Inggris John Tyndall (1820-1893), menemukan bahwa apabila suatu berkas cahaya dilewatkan pada sistem koloid, berkas cahaya tadi akan tampak, tetapi apabila berkas cahaya yang sama dilewatkan pada larutan sejati, berkas cahaya tadi tidak akan tampak. Oleh karena itu, sifat tersebut dinamakan efek Tyndall.[1]

Sejarah penemuan efek tyndall

John Tyndall lahir pada 2 Agustus 1820, adalah seorang ilmuan dari Irlandia. Sekitar tahun 1859, Tyndall pada awalnya meneliti sifat penyerapan dan radiasi panas oleh berbagai gas di asmofer . penelitianya ini mencakupi gas seperti Uap air, Karbon dioksida, Ozon, dan Hidrokarbon. Melalui Spektrometer yang dirancangnya, Tyndall mengukur kemampuan berbagai gas dalam menyerap radiasi panas. Hasil penelitian mnunjukkan bahwa beberapa gas, terutama uap air, memiliki kemapuan menyerap panas yang besar dan berperan dalam pemanasan atmosfer/ Efek rumah kaca.

Tahun 1869, penelitian mengenai cahaya, Tyndall mengamati bahwa seberkas cahaya yang melewati medium yang mengandung partikel-partikel sangat kecil dapat mengalami penghamburan jalur cahaya tersebut menjadi terlihat. Efek ini dikenal dengan efek Tyndall, digunakan untuk membedakan larutan sejati dan koloid.

Penelitian Tyndall memberikan kontribusi pemahaman tentang penghamburan cahaya dan sifat sistem koloid. Penelitiannya juga menjadi dasar bagi penelitian lanjutanmengenai fenomena hamburan cahaya. Efek Tyndall juga dapat menerangkan mengapa langit pada siang hari berwarna biru, sedangkan ketika matahari terbenam di ufuk barat berwarna jingga atau merah. Hal tersebut disebabkan oleh adanya penghamburan cahaya matahari oleh partikel-partikel koloid di angkasa, dan tidak semua frekuensi sinar matahari dihamburkan dengan intensitas yang sama. Hal inilah yang menjelaskan apa yang terjadi pada warna-warna pelangi.

John Tyndall meninggal pada 4 Desember 1893 usia 73 tahun karena kecelakaan overdosis obat.[2]

Efek tyndall dalam kehidupan sehari-hari

  • Di bioskop, jika ada asap mengepul maka cahaya proyektor akan terlihat lebih terang.
  • Di daerah berkabut, sorot lampu mobil terlihat lebih jelas
  • Saat langit mendung, cahaya matahari yang melalui lapisan awan tebal, menyebabkan cahaya berhamburan di atas tanah. Ini tidak menunjukkan efek Tyndall, karena titisan awan yang lebih besar daripada panjang gelombang cahaya dan hamburkan semua warna lebih kurang sama. Dan pada suatu hari apabila langit awan cerah, langit berwarna biru akibat penyebaran cahaya, ini tidak disebut sebagai penyebaran efek Tyndall (sebaliknya ini adalah efek Rayleigh) karena partikel-partikel yang tersebar adalah molekul di udara, yang lebih lebih kecil daripada panjang gelombang cahaya. Pada hal lainnya, efek Tyndall digunakan secara salah untuk penyebaran cahaya oleh (makroskopik) partikel dalam jumlah yang besar dalam udara.

Referensi

http://en.wikipedia.org/wiki/Tyndall_effect

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan