Jumat, 16 Oktober 2026
00:37 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M
Lenis Kogoya

Lenis Kogoya

Bagikan:
Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia. Silakan kembangkan artikel ini semampu Anda. Merapikan artikel dapat dilakukan dengan wikifikasi atau membagi artikel ke paragraf-paragraf. Jika sudah dirapikan, silakan hapus templat ini. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Ini adalah nama Papua, Dani (Lani), marganya adalah Kogoya
Lenis Kogoya
250px-Lenis_Kogoya_2015.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lahir4 Juli 1977 (umur 49)
Arso Timur, Keerom, Papua, Indonesia
PekerjaanStaf Khusus Menhan
GelarStaf Khusus Menteri Pertahanan Indonesia|Staf Khusus Menteri Pertahanan Indonesia Bidang Kedaulatan NKRI
PendahuluJabatan Dibentuk
PenerusPetahana
AyahLenggub Kogoya
Karier militer
Pihak Indonesia
Dinas/cabang40px-Flag_of_the_Indonesian_Reserve_Component.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Komponen Cadangan Tentara Nasional Indonesia
Pangkat40px-17-TNI_Army-LTC.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Letnan Kolonel (Tit.)
SatuanInfanteri

Lenis Kogoya (lahir 4 Juli 1977) adalah seorang Staf Khusus Presiden era pemerintahan Presiden Joko Widodo yang diangkat pada Juni 2015, saat ini ia menjabat sebagai Staf Khusus Menhan Bidang Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.[1] Lenis Kogoya dikenal sebagai Ketua Lembaga Masyarakat Adat Papua sejak tahun 2010.[2]

Pendidikan

Lenis menyelesaikan sekolah dasar di menghabiskan masa sekolah dasar hingga sekolah menengah atas di Lanny Jaya, Papua Pegunungan. Setelahnya, Lenis melanjutkan pendidikan sarjana di Sekolah Tinggi Teologi Baptis Indonesia. Kemudian pendidikan magister dilanjutkan di Universitas 17 Agustus 1945 Semarang, dan pendidikan doktor di STT Periago Jakarta.[3]

Karier

Latar belakang sebagai Kepala Suku membuatnya menjadi rujukan untuk setiap kondisi Papua. Ia kerap mengunjungi titik terpencil di Papua. Lenis menilai menjadi orang di lingkaran satu Presiden Jokowi sebagai sejarah baru. Ia sempat menegaskan hanya di Pemerintahan Jokowi orang pedalaman bisa masuk Istana.[4] Perkenalannya dengan Joko Widodo yang saat itu menjabat menjadi Wali Kota Surakarta, dimulai saat Lenis menjadi mahasiswa di Semarang di tahun 2002-2006.[5] Lenis merupakan anak dari Lenggub Kogoya, seorang kepala suku Dani keturunan ke-4 di Pegunungan Tengah dengan gelar Panglima Perang yang dikenal dengan sebutan Gin Iyaglo.[6]

Ia benar-benar memanfaatkan posisi strategis itu untuk bersuara lantang tentang tanah kelahirannya. Ia pernah meminta penarikan pasukan TNI/Polri di Nduga pascapenyerangan kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB). Pada konteks ini, Lenis seolah berani berhadap-hadapan dengan Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto yang menolak keras usul tersebut.

Teranyar, Lenis bersuara soal kerusuhan di Manokwari, Papua Barat, dan beberapa wilayah lain akibat insiden terkait rasialisme di Surabaya dan Malang. Ia juga berperan mengajak Presiden Jokowi mengunjungi Papua. Dalam waktu dekat, Lenis bahkan menjanjikan kehadiran Jokowi di tengah masyarakat Papua untuk berdialog langsung.[2]

Referensi

  1. ↑ "Kementerian Pertahanan Republik Indonesia". www.kemhan.go.id. Diakses tanggal 2025-07-08.
  2. 1 2 "Galeri Profile Lenis Kogoya". medcom.id. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-05-21. Diakses tanggal 2024-08-29.
  3. ↑ "Jejak Lenis Kogoya, Tokoh Muda Papua Penerima Pangkat Letkol Tituler". CNN Indonesia. 2024-07-20. Diakses tanggal 2024-08-29.
  4. ↑ Utama, Lazuardhi (2019-11-22). "3 Tokoh Papua yang Jadi Staf Khusus Presiden". Viva.co.id. Diakses tanggal 2024-08-29.
  5. ↑ "Kisah Persahabatan Kepala Suku Dani dengan Jokowi". detiknews. 2019-08-23. Diakses tanggal 2024-01-04.
  6. ↑ -, Piet (2017-04-02). "Eksistensi Lenis Kogoya Mempertahankan NKRI Tiru Sang Ayah". Dharapos Papua. Diakses tanggal 2024-01-04.{{cite news}}: |last= memiliki nama numerik


20px-Soekarno.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik biografi Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan