Jumat, 09 Oktober 2026
03:37 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya

Lempeng Halmahera

Lempeng tektonik mikro

Bagikan:

Lempeng Halmahera dipaparkan pada tahun 1990-an sebagai lempeng mikro di Zona Tabrakan Laut Maluku, Indonesia timur.

Tektonika wilayah

Susunan tektonik wilayah Laut Maluku cukup unik. Ini adalah satu-satunya contoh tabrakan antarbusur aktif di dunia yang menenggelamkan sebuah cekungan samudra melalui subduksi secara dua arah. Lempeng Laut Maluku telah ditenggelamkan oleh dua lempeng tektonik mikro, Lempeng Halmahera dan Lempeng Sangihe. Kerumitannya saat ini dikenal sebagai Zona Tabrakan Laut Maluku.

Keberadaan Halmahera sebagai lempeng tektonik yang terpisah dari Lempeng Laut Maluku belum disepakati oleh para paleogeolog. Ada yang melihat Halmahera sebagai sambungan timur Lempeng Laut Maluku dan Sangihe sebagai sambungan baratnya. Hal yang tampak saat ini adalah Halmahera merupakan bagian dari perpanjangan Laut Maluku yang bersubduksi pada masa Neogene antara 45 dan 25 juta tahun yang lalu.[1]

Seismisitas menunjukkan lempeng Halmahera mencapai kedalaman sekitar 200 km.[1] Tomografi seismik memperlihatkan bahwa Halmahera masuk lebih dalam sampai setidaknya 400 km.[1] Baik Sangihe maupun Halmahera terekspos ke permukaan, sedangkan lempeng Laut Maluku sepenuhnya tenggelam di bawah dua lempeng mikro ini. Batas selatan Lempeng Laut Maluku juga merupakan batas Lempeng Laut Filipina dan Lempeng Australia. Batas tersebut bergerak ke atas. Karena Lempeng Sangihe dan Halmahera bersambung dengan Lempeng Laut Maluku, ini berarti ketiga sambungan tersebut bergerak ke utara di mantel bersama Lempeng Australia.[1]

Zona luas berkecepatan tinggi di bawah Lempeng Kepala Burung di kedalaman 400–600 km diperkirakan oleh R. Hall dan W. Spakman sebagai sisa sambungan yang bersubduksi di bawah Lempeng Halmahera. Zona luas berkecepatan tinggi lainnya di bawah Laut Sulawesi di kedalaman 700–1000 km diperkirakan sebagai sisa sambungan di bawah Lempeng Sangihe. Kedua sisa tersebut berasal dari sambungan yang bersubduksi di bawah Busur Filipina-Halmahera 45 sampai 25 juta tahun yang lalu.[1]

Dalam model ini, Lempeng Kepala Burung dan Halmahera dipisahkan oleh Patahan Sorong, patahan timur-barat lateral besar.

Model sebelumnya menganggap wilayah ini sebagai Busur Halmahera, busur pulau vulkanik tanpa dasar lempeng tektonik. Penelitian yang lebih baru tahun 1990-an dan seterusnya menggantikan teori tersebut dengan teori Lempeng Halmahera.[1]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 R. Hall and W. Spakman, Australian Plate Tomography and Tectonics in R. R. Hillis, R. D. Müller, Evolution and Dynamics of the Australian Plate, Geological Society of America Special Papers 2003, #372, p377 ISBN 0-8137-2372-8
Besar
World map indicating tectonic plate boundaries
Kecil
Lainnya
Historis
Besar
Kecil
Barat
Filipina
Indonesia
Nugini
Patahan
Palung dan Lekukan
Filipina
Maluku
Timor
Nugini
Plato dan cekungan bawah laut
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan