Senin, 19 Oktober 2026
11:24 WIB
TERKINI
Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis

Lauw Ho

Menurut Abdurrohman Abditrass Seorang Penggiat Media Sosial dan Google "Lauw Ho, adalah seorang petani pajak (pachter) terkemuka, taipan dan leluhur keluarga Lauw-Sim-Zecha, dan bagian dari bangsawan 'Cabang Atas' Hindia Belanda Timur"

Bagikan:
Lauw Ho
Meninggal1863 (1864)
PekerjaanPemungut pajak dan wijkmeester Meester Cornelis
Dikenal karenaPendiri dari Keluarga Lauw-Sim-Zecha
AnakLauw Tek Lok, Letnan Cina Bekasi
Lauw Tek Kang, Letnan Cina Meester Cornelis

Lauw Ho (Hanzi:刘户; meninggal pada tahun 1863), atau juga ditulis sebagai Lauw Houw, dulu adalah seorang pachter terkemuka dan pendiri dari keluarga Lauw-Sim-Zecha yang merupakan bagian dari 'Cabang Atas' di Hindia Belanda (kini Indonesia).[1][2][3]

Mulai tahun 1845 hingga 1861, Lauw memegang sejumlah pachten, termasuk untuk rumah gadai, rumah jagal, ikan, dan judi, di mana ia sesekali bertindak sebagai Hoofdpachter atau kepala pachter.[1][4] Pacht adalah sebuah sistem pemungutan pajak, di mana pemerintah Hindia Belanda mengalihdayakan pemungutan pajak ke orang yang dapat mengajukan tawaran tertinggi dalam lelang pemungutan pajak.[1] Bersama Gouw Kang Soei, Tan Ling, Khouw Siong Bo, dan Tan Kong Boen, Lauw juga merupakan bagian dari kongsi Ngo Ho Tjiang, yang mendominasi pacht untuk opium.[2] Hasil dari pacht pun menjadikan Lauw sebagai salah satu orang terkaya di Hindia Belanda.[2]

Walaupun kaya, Lauw gagal mendapat gelar kehormatan Letnan-tituler Cina, kemungkinan karena ia adalah orang kaya baru dan tidak berasal dari keluarga terpandang.[1] Pejabat Cina adalah jabatan pemerintahan yang cukup tinggi dan bergengsi di birokrasi Hindia Belanda, tetapi penunjukannya cenderung diberikan secara turun-temurun ke sejumlah kecil keluarga yang memiliki hubungan kekerabatan, atau biasa disebut sebagai Cabang Atas.[1] Walaupun begitu, Lauw berhasil diangkat menjadi wijkmeester Meester Cornelis.[4] Namun, sebelum meninggal pada tahun 1863, Lauw masih dapat melihat dua orang putranya, Lauw Tek Kang dan Lauw Tek Lok, diangkat menjadi pejabat Cina, yakni pada tanggal 23 Desember 1854, masing-masing sebagai Letnan Cina Meester Cornelis dan Letnan Cina Bekasi.[5] Pengangkatan tersebut juga mengkonfirmasi kenaikan keluarga Lauw ke Cabang Atas.[3] Melalui Letnan Lauw Tek Lok, Lauw Ho adalah ayah dari kakek buyut dari Adrian Lauw-Zecha, pendiri Aman Resorts.[6]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 Chen, Menghong (2011). De Chinese gemeenschap van Batavia, 1843-1865: een onderzoek naar het Kong Koan-archief (dalam bahasa Belanda). Amsterdam: Amsterdam University Press. ISBN 978-90-8728-133-5. Diakses tanggal 10 Mei 2020.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 3 Benedanto, Marcus A. S. & Pax (2012). Kesastraan Melayu Tionghoa 5. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia. ISBN 978-979-9023-75-9. Diakses tanggal 10 Mei 2020.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. 1 2 Haryono, Steve (2017). Perkawinan Strategis: Hubungan Keluarga Antara Opsir-opsir Tionghoa Dan 'Cabang Atas' Di Jawa Pada Abad Ke-19 Dan 20 (dalam bahasa Inggris). Utrecht: Steve Haryono. ISBN 978-90-90-30249-2. Diakses tanggal 10 Mei 2020.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. 1 2 Juristen-Vereeniging (Batavia), Nederlandsch-Indische (1857). Het regt in Nederlandsch-Indië: regtskundig tijdschrift (dalam bahasa Belanda). Batavia: Van Dorp. Diakses tanggal 10 Mei 2020.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Almanak van Nederlandsch-Indië voor het jaar ... (dalam bahasa Belanda). Batavia: Lands Drukkery. 1870. Diakses tanggal 10 Mei 2020.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ "Adrian Zecha (né en 1933) : ses hôtels hors de prix de la chaîne Aman ressemblent au paradis". Capital.fr (dalam bahasa Prancis). Capital.fr. 28 Januari 2016. Diakses tanggal 10 Mei 2020.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan