Sabtu, 24 Oktober 2026
04:52 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Laras menyempit

Laras menyempit

Bagikan:
250px-75_mm_PaK_41fort_nelson2010.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Contoh historis laras menyempit (7,5 cm Pak 41)

Laras menyempit atau yang juga dikenal sebagai "laras lancip," kadang-kadang "laras kerucut" adalah senjata yang memiliki diameter laras internal semakin mengecil ke arah moncong laras yang menyebabkan diameter peluru berkurang diiringi dengan peningkatan kecepatan.

Mekanisme

250px-Squeezebore_Diagram_Example.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Diagram konsep laras menyempit
250px-Gerlich_Squeeze_Bore_Patent.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Paten asli yang diajukan oleh Hermann Gerlich pada tahun 1932 [1]
250px-APBCT.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Contoh selongsong Armor Piercing, Composite, Non-Rigid (APCNR) yang digunakan dalam meriam laras menyempit (7,5 cm Pak 41)

Sebuah laras menyempit memanfaatkan energi dari propelan untuk mengecilkan diameter peluru atau selongsong, meningkatkan penetrasi dan kecepatan secara signifikan. Proses ini juga berarti tekanan ruang picu menjadi tinggi dan masa pakai laras menjadi rendah.[2] Sebagai contoh, umur layanan dari laras menyempit 7,5 cm Pak 41 bisa serendah 1.000 tembakan dibandingkan dengan 5.000-7.000 tembakan untuk 7,5 cm Pak 39 (L/48).[3] Diameter selongsong yang ditembakkan dapat berkurang sebanyak 40% dari kaliber .50 menjadi .30 kaliber (senapan mesin M2). Alih-alih menekan peluru pejal, penyempitan ini dilakukan terhadap peluru berinti keras (misalnya tungsten) dan selubung luar yang lebih lembut (paduan aluminium) yang membentuk sirip atau sayap. Selubung luar ini hancur ketika proyektil meninggalkan laras.[4][5]

Konsep laras menyempit biasanya digunakan dalam senjata anti-tank sebelum peledak terarah digunakan secara umum.[4] Kemudian, penyempurnaan amunisi sabot terlepas, yang didasarkan pada konsep yang sama menggunakan laras kaliber yang lebih besar untuk menembakkan proyektil kaliber yang lebih kecil dengan kecepatan tinggi, meniadakan kebutuhan akan konsep laras menyempit.[2]

Sejarah dan penggunaan

250px-Tanks_and_Afvs_of_the_British_Army_1939-45_KID4781.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah Mk VII Tetrarch Mk I dengan adaptor Littlejohn.

Konsep laras menyempit pertama kali dipatenkan oleh German Karl Puff pada tahun 1903. Kemudian, Hermann Gerlich pada 1920-an dan 1930-an bereksperimen dengan konsep yang menghasilkan senapan anti-tank 7 mm percobaan dengan kecepatan luncur 1.800 m/s. Ini mengarah pada konsep laras halus yang kadang-kadang disebut "prinsip Gerlich".

Antara 1939-40, Mauser-Werk AG menghasilkan 2,8 cm sPzB 41 dan Krupp (tahun 1941) menghasilkan 7,5 cm Pak 41. Ini akhirnya dihentikan karena kurangnya tungsten dan kompleksitas pembuatan untuk amunisi.[2][6][7]

Kegunaan lain dari laras menyempit termasuk adaptor Littlejohn dari Inggris, adaptor QF 6-pounder dan senapan mesin M2.[5] Masing masing berupa pengecilan dari kaliber 40mm ke 30mm, 57mm ke 42.6mm, dan kaliber .50 hingga kaliber .30. Adaptor Littlejohn digunakan untuk memperpanjang umur layanan dari QF 2 pounder dan dirancang oleh František Janeček yang nama terlikasinya memberikan nama Littlejohn. Adaptor QF 6 pounder tidak pernah diadopsi.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Gerlich, Hermann. "Projectile" (PDF). www.freepatentsonline.com (dalam bahasa Inggris). Free Patents Online. Diakses tanggal 18 Juli 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 3 McCollum, Ian (18 Februari 2017). "Q&A #9: Gas Impingement, Reading List, Squeeze-Bores, and More!". Forgotten Weapons. Youtube. Diakses tanggal 8 Juli 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Ankerstjerne, Christian. "Anti-tank Ammunition Types". panzerworld.com (dalam bahasa Inggris).
  4. 1 2 McCollum, Ian (24 April 2018). "Q&A #17: Bullpups, Stocked Pistols, Delayed Blowback, and More!". Forgotten Weapons. Youtube. Diakses tanggal 6 Juli 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. 1 2 "Exotic Barrels Part 1: Squeeze Bores | WeaponsMan". weaponsman.com. WeaponsMan. Diakses tanggal 6 Juli 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ "Squeeze Bore". Shooting with Hobie. 12 Januari 2011. Diakses tanggal 8 Juli 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ S, Rusty (20 Mei 2016). "Mauser's high-tech antitank gun: the 2.8cm sPzB 41 - The Firearm Blog". The Firearm Blog. Diakses tanggal 8 Juli 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan