Sabtu, 24 Oktober 2026
11:56 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
4,2 cm Pak 41

4,2 cm Pak 41

meriam anti tank

Bagikan:
4,2 cm Pak 41
330px-3%2C7_cm_Pak_in_Kalemegdan.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jenis Meriam antitank
Negara asal Jerman Nazi
Sejarah pemakaian
Digunakan oleh Jerman Nazi
Pada perang Perang Dunia II
Sejarah produksi
Diproduksi 1941–42
Jumlah produksi 313
Spesifikasi
Berat 642 kg (1.000 pon)
Panjang 235 cm (7 ft 9 in)
Panjang laras 2.114 cm (69 ft 4 in) L/52
Selongsong peluru Fixed QF 42 × 406 mm. R
Berat Selongsong peluru 336 g (11,9 oz)[1]
Kaliber 28-42 mm (1.1-1.6 in)
Popor Horizontal sliding-block
Rangka pembawa Kaki belah
Elevasi -8° hingga +25°
Sudut putar 60°
Kecepatan peluru 1,265 m/s (4,150 ft/s)
Jarak efektif 1.000 m (1.000 yd)

Meriam antitank ringan 4,2 cm Pak 41 diproduksi untuk unit lintas udara Jerman dalam Perang Dunia II. Senjata ini secara eksternal terlihat mirip dengan 3,7 cm Pak 36, menggunakan versi modifikasi dari rangka pembawa Pak 36, tetapi menggunakan prinsip laras meruncing (dalam bahasa Jerman disebut Gerlich dari nama Hermann Gerlich, yang mengembangkan prinsip tersebut pada tahun 1920-an, kabarnya untuk senapan berburu) untuk meningkatkan kecepatan luncur, dan akibatnya kemampuan penetrasi baja juga meningkat. Laras memiliki diameter 42 mm di dapur picu, tetapi meruncing menjadi 28 mm di bagian moncong. Produksi dihentikan pada bulan Mei 1942 setelah pengiriman 136 pucuk meriam. Pada bulan November tahun 1944, 41 unit masih dalam status operasional.

Spesifikasi

  • Berat proyektil: 0,336 kg (12 ons)
Berbagai Penetrasi pada 0 derajat dari vertikal Penetrasi pada 30 derajat dari vertikal
Sumber: Gander&Chamberlain[2] Hogg[3] Gander&Chamberlain Hogg
0 m 124 mm - mm 95 mm - mm
100 m - mm 120 mm - mm 90 mm
250 m 105 mm - mm 83 mm  mm
500 m 87 mm 87 mm 72 mm 72 mm
750 m 70 mm - mm 62 mm - mm
1000 m 60 mm 60 mm 53 mm 53 mm

Lihat pula

Referensi

  • Gander, Terry and Chamberlain, Peter. Weapons of the Third Reich: An Encyclopedic Survey of All Small Arms, Artillery and Special Weapons of the German Land Forces 1939-1945. New York: Doubleday, 1979 ISBN0-385-15090-3
  • Hogg, Ian V. German Artillery of World War Two. 2nd corrected edition. Mechanicsville, PA: Stackpole Books, 1997 ISBN1-85367-480-X
  1. ↑ Chamberlain, Peter (1974). Anti-tank weapons. Gander, Terry. New York: Arco Pub. Co. hlm. 12. ISBN 0668036079. OCLC 1299755.
  2. ↑ German translation of the book "Small Arms, Artillery and Special Weapons of the Third Reich. An encyclopedic survey" by T. Gander and P. Chamberlain (Jane's Publishers Ltd) from 2005 (ISBN3613024810)
  3. ↑ "German Artillery of World War Two" by Ian V. Hogg, corrected 1997 reprint
Artileri Jerman pada Perang Dunia II
Meriam tank
Meriam antitank
Meriam infanteri dan gunung
Meriam tanpa tolak balik
Mortir
Mortir berat
Artileri roket
Artileri medan, sedang, dan berat
Artileri superberat dan pengepungan
Artileri jalur kereta
Artileri laut
Meriam antipesawat
Peledak


Ikon rintisan

Artikel bertopik senjata ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan