Minggu, 18 Oktober 2026
17:05 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Laili Roesad

Laili Roesad

Bagikan:
Laili Roesad
250px-Laili_Roesad%2C_Buku_peringatan_30_tahun_kesatuan_pergerakan_wanita_Indonesia%2C_p419.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Potret resmi, ca 1958
Duta Besar Indonesia untuk Austria ke-5
Masa jabatan
1967–1970
PresidenSoeharto
PendahuluBusono Darusman
PenggantiIde Anak Agung Gde Agung
Duta Besar Indonesia untuk Belgia dan Luksemburg ke-4
Masa jabatan
1959–1964
PresidenSoekarno
PendahuluRaden Wiwoho Purbohadidjojo
PenggantiThoyib Hadiwidjaja
Informasi pribadi
Lahir(1916-09-19)19 September 1916
Meninggal18 Februari 2003(2003-02-18) (umur 86)
MakamTaman Pemakaman Umum Tanah Kusir
ProfesiDiplomat

Laili Roesad (19 September 1916 – 18 Februari 2003) adalah seorang diplomat Indonesia. Ia merupakan diplomat perempuan pertama Indonesia yang pernah dipercaya sebagai duta besar RI untuk beberapa negara sahabat.[1]

Riwayat

Kehidupan pribadi

Laili Roesad lahir dari pasangan Rusad Datuk Perpatih Baringek dan Hasnah. Ibunya berasal dari Payakumbuh, tapi kelahiran Padang. Hasnah dicatat sebagai anak pertama keluaran MULO di Padang.[2]

Laili pernah menempuh pendidikan di Perguruan Adabiah, Padang.[3] Setelah itu, ia masuk ke Fakultas Hukum (Sekolah Hukum Tinggi) atas anjuran ayahnya, yang pada waktu itu menjabat sebagai Sekretaris Minangkabau Raad. Pada 1941, dalam meraih gelar sarjananya di Jakarta, ia mengangkat penelitian soal hukum konstitusi. Setelah itu, Laili melanjutkan studinya dalam soal hukum internasional di London selama dua tahun, yaitu dalam tahun 1950-1951.[2]

Karier

Pada tahun 1954 Laili bertugas sebagai Counsellor pada Perutusan Tetap Republik Indonesia untuk Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), dan pada tahun itu juga, Laili diutus sebagai salah seorang anggota delegasi Indonesia untuk menghadiri Sidang Biasa ke-IX, dari Persidangan Umum PBB di New York, Amerika Serikat.[4]

Karier diplomat Laili Roesad makin menanjak setelah ia dilantik menjadi Duta Besar RI untuk Belgia dan Luksemburg pada tahun 1959, sehingga menjadikannya sebagai duta besar perempuan pertama Indonesia.[5] Jabatan tersebut ia emban sampai tahun 1964, dan digantikan oleh pejabat berikutnya, Thojib Hadiwidjaja.[6] Selanjutnya sepanjang tahun 1967 - 1970 Laili dipercaya sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk negara Austria.[7]

Roesad meninggal dunia pada tanggal 18 Februari 2003 dan dimakamkan di TPU Tanah Kusir keesokan harinya.[8]

Tanda Kehormatan

Referensi

  1. ↑ Vicharius Dian Jiwa (6 April 2013). "Warisan Wastra Tokoh Wanita" Diarsipkan 2014-02-21 di Wayback Machine Satulingkar.com. Diakses 14 Februari 2014.
  2. 1 2 https://www.google.co.id/search?safe=strict&hl=id&tbm=bks&ei=8ZoEXtXiK4WKmgfC97fwBg&q=Roesad+%2219+September+1916%22&oq=Roesad+%2219+September+1916%22&gs_l=psy-ab.3...3019.3101.0.3249.2.2.0.0.0.0.75.75.1.1.0....0...1c.1.64.psy-ab..1.0.0....0.qtlMrqy5F9M
  3. ↑ "Perguruan Adabiah; Sekolah Calon Pemimpin Bangsa" Haluan, 17 Maret 2013, halaman 11. Diakses 14 Februari 2014.
  4. ↑ "KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA No. 184 TAHUN 1954" Diarsipkan 2014-02-22 di Wayback Machine Sekretariat Kabinet Indonesia. Diakses 14 Februari 2014.
  5. ↑ "Momen-Momen Penting dalam Sejarah Diplomasi Indonesia" Diarsipkan 2014-03-01 di Wayback Machine Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. Diakses 14 Februari 2014.
  6. ↑ "Previous Ambassadors and Heads of Mission" Diarsipkan 2014-02-22 di Wayback Machine The Embassy of the Republic of Indonesia to the Kingdom of Belgium, the Grand Duchy of Luxembourg and the European Union. Diakses 14 Februari 2014.
  7. ↑ "Ambassadors List" Diarsipkan 2014-02-22 di Wayback Machine Indonesian Embassy, Vienna, Austria. Diakses 14 Februari 2014.
  8. ↑ TamanHutan, TamanHutan. "DATA PEMAKAMAN". pertamananpemakaman.jakarta.go.id. Dinas Pertamanan dan Pemakaman Jakarta. Diakses tanggal 31 Agustus 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. ↑ Daftar WNI yang Menerima Anugerah Bintang Jasa Tahun 1964 - 2003 (PDF). Diakses tanggal 25 Februari 2022.

Pranala luar

Jabatan diplomatik
Didahului oleh:
Raden Wiwiho Purbohadidjojo
Duta Besar Indonesia untuk Belgia
1959–1964
Diteruskan oleh:
Tojib Hadiwidjaja
Didahului oleh:
Busono Darusman
Duta Besar Indonesia untuk Austria
1967–1970
Diteruskan oleh:
Ide Anak Agung Gde Agung
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan