Senin, 12 Oktober 2026
01:31 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka
Laba-laba roda

Laba-laba roda

Bagikan:
Laba-laba roda
250px-Carparachne_aureoflava_110456212.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Arthropoda
Subfilum: Chelicerata
Kelas: Arachnida
Ordo: Araneae
Infraordo: Araneomorphae
Famili: Sparassidae
Genus: Carparachne
Spesies:
C. aureoflava
Nama binomial
Carparachne aureoflava
Lawrence, 1966
Sinonim
  • Carparachne aureo-flava

Laba-laba roda atau laba-laba roda emas (Carparachne aureoflava) adalah spesies laba-laba pemburu yang berasal dari Gurun Namib di Afrika bagian selatan. Laba-laba ini berbeda dari Leucorchestris arenicola, laba-laba yang berbagi nama umum yang sama dan ditemukan di lokasi yang sama.[1] Laba-laba ini melarikan diri dari parasit tawon laba-laba (pompilid) dengan menggulingkan tubuhnya ke samping dan berguling seperti roda menuruni bukit pasir dengan kecepatan hingga 44 putaran per detik.[2][3]

Karakteristik

250px-WheelSpiderBurrow.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Liang

Laba-laba roda berukuran hingga 20 mm, dengan jantan dan betina memiliki ukuran yang sama. Laba-laba roda tidak membuat jaring; ia adalah pemburu nokturnal yang berkelana bebas, keluar pada malam hari untuk memangsa serangga dan invertebrata kecil lainnya. Gigitannya beracun ringan, tetapi laba-laba ini tidak diketahui berbahaya bagi manusia.[4]

Pertahanan utamanya terhadap predator adalah dengan membenamkan dirinya di dalam liang dilapisi sutra sedalam 40–50 cm. Selama proses menggali liangnya, laba-laba ini dapat memindahkan hingga 10 liter (2,6 US gal) pasir, yaitu 80.000 kali berat tubuhnya. Pada tahap awal pembuatan liang, laba-laba ini rentan terhadap tawon pompilid, yang menggali pasir untuk menyengat dan melumpuhkan laba-laba, lalu bertelur di atas tubuh laba-laba yang masih hidup. Tawon biasanya memenangkan pertarungan melawan laba-laba. Jika laba-laba tidak mampu melawan tawon dan pertarungan terjadi di bukit pasir yang miring, laba-laba akan menggunakan kecepatan menggulingnya sebesar 1 meter per detik (3,3 ft/s) untuk melarikan diri.[5]

Referensi

  1. ↑ "Carparachne aureoflava". ZipcodeZoo.com. BayScience Foundation, Inc. 2008-08-13. Diakses tanggal 2009-01-21.
  2. ↑ "The Desert is Alive". Living Desert Adventures. 2008. Diarsipkan dari asli tanggal 2008-09-27.
  3. ↑ Armstrong, S. (14 Juli 1990). "Fog, wind and heat - life in the Namib desert". New Scientist (1725). Diakses tanggal 2008-10-11.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Leroy, Astri; John Leroy (2000). Spiders of Southern Africa. Cape Town: Struik Publishers. hlm. 81. ISBN 1-86872-944-3.
  5. ↑ Mark Gardiner, ed. (April 2005). "Feature Creature". Gobabeb Times. hlm. 3. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2012-02-20. Diakses tanggal 2009-01-22.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Bacaan lanjutan

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan