Selasa, 13 Oktober 2026
18:30 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM

Kredo Rheims

Bagikan:

Credo Rheims adalah salah satu rumusan iman yang diakui oleh Gereja Katolik. Sejauh ini Credo Rheims tidak digunakan dalam upacara liturgi, karena itulah Credo Rheims kurang dikenal.

Penggunaan dan Asal usul

Credo ini disusun dalam Konsili Rheims di Prancis pada tahun 1148 untuk melawan beberapa ajaran Gilbert de la Porree, Uskup Poitiers, yang memerintah sebagai uskup pada tahun 1142 – 1154. Sebagai penganut metode Aristoteles, Gilbert memisahkan dan membedakan Allah dari ke-Allahan. Pemikiran ini – yang juga dianut oleh beberapa ahli teologi pada masa itu – diserang oleh St. Bernard dari Clairvaux (St. Bernardus Clarevalensis). Empat bagian keputusan konsili bersama credo ini disusun oleh sekelompok uskup Prancis yang mengikuti konsili tersebut, dan diterima oleh beberapa kardinal yang hadir. Para uskup dan kardinal ini melihat bahwa konsili tersebut akan digunakan oleh pihak St. Bernard dari Clairvaux dan para uskup lain sebagai alat untuk mendikte keputusan Takhta Suci.

Dapat dipastikan bahwa Gilbert menyerah terhadap keputusan konsili yang mengoreksi kesalahannya. Dalam empat keputusan konsili yang dibacakannya, dia mengakui kesalahannya; dan setelah setiap bagian keputusan, dia berkata kepada paus (secara tidak langsung): Jika Anda percaya sebaliknya, saya percaya sebagaimana Anda percaya. Pada akhirnya konsili melarang orang membaca dan menyalin beberapa karya Gilbert – terutama komentarnya mengenai Boethius – sebelum tulisan-tulisan tersebut dikoreksi. Keputusan konsili dan credo ini diterbitkan di Rheims tidak lama setelah konsili selesai, dan di kemudian hari diterima oleh Paus Eugenius III.

Lihat pula

Wikisource logo
Wikisumber memiliki naskah asli yang berkaitan dengan artikel ini:
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan