Jumat, 16 Oktober 2026
00:58 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M
Kotwica

Kotwica

Lambang gerakan perlawanan Polandia selama PD II

Bagikan:
Kotwica
250px-Kotwica_jako_symbol_Polski_Walcz%C4%85cej.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Detail
Digunakan sejak1942
PenggunaanBendera Negara Bawah Tanah Polandia dan lambang Armia Krajowa

Kotwica (bahasa Polandia yang berarti "Jangkar") adalah lambang yang digunakan oleh Negara Bawah Tanah Polandia pada Perang Dunia II dan lencana Armia Krajowa (Tentara Dalam Negeri atau AK). Lambang ini dibuat pada 1942, oleh anggota AK unit Sabotase Minor di distrik Wawer, Warsawa, sebagai lambang yang mudah digunakan dalam rangka perjuangan Polandia untuk memperoleh kembali kemerdekaannya. Inisial PW pada lambang tersebut adalah bahasa Polandia:Pomścimy Wawer yang berarti "Kami akan membalas (dendam) Wawer" yang merujuk kepada peristiwa Pembantaian Wawer (26-27 Desember 1939), pada masa tersebut dianggap sebagai salah satu pembantaian dengan skala besar pertama terhadap warga sipil Polandia oleh pasukan Jerman di Polandia yang diduduki.

Sebelum menjadi inisial, pada awalnya lambang tersebut ditulis seluruh frasanya di dinding oleh kelompok dari unit Sabotase Minor, yang segera disingkat menjadi PW. Seiring berjalannya waktu, PW juga melambangkan frasa bahasa Polandia:Polska Walcząca yang berarti "Polandia Melawan".[1] Pada awal tahun 1942, Armia Krajowa menyelenggarakan kontes desain lambang yang mewakili gerakan perlawanan. Kontes ini dimenangkan oleh seorang anggota paramiliter bawah tanah yang turut ambil bagian dalam operasi sabotase minor bernama Anna Smoleńska yang menggabungkan huruf P dan W menjadi lambang Kotwica.[2]

Anna Smoleńska kelak ditangkap oleh Gestapo November 1942 dan meninggal di Kamp konsentrasi Auschwitz, Maret 1943[3] pada usia 23 tahun.[4]

Sejarah lambang

Kotwica pertama kali ditulis di dinding-dinding dalam bentuk grafiti sebagai taktik perang psikologis melawan pendudukan Jerman di Warsawa oleh para Pramuka Polandia pada 20 Maret 1942. Pada tanggal 27 Juni 1942, lambang tersebut digunakan untuk memulai bentuk baru sabotase minor, dalam rangka memperingati hari Santo Pelindung (imieniny) bagi Presiden Polandia, Władysław Raczkiewicz dan Panglima Władysław Sikorski. Anggota AK Warsawa, mencetak beberapa ratus eksemplar surat kabar propaganda yang didukung oleh Jerman, Nowy Kurier Warszawski (The New Warsaw Courier) dengan lambang Kotwica. Acara ini kemudian menjadi acara tahunan selama pendudukan Jerman. Surat kabar ini hanya dicetak sebanyak 500 eksemplar pada tahun pertama, lalu meningkat menjadi 7,000 eksemplar tahun berikutnya.

Pada tanggal 18 Februari 1943, Komandan Armia Krajowa, Jenderal Stefan Rowecki, menerbitkan perintah yang menetapkan bahwa setiap partisan, aksi sabotase dan aksi teror harus ditandai dengan lambang Kotwica. Pada tanggal 25 Februari 1943, organ resmi Armia Krajowa Biuletyn Informacyjny menyebutkan bahwa Kotwica sebagai "tanda Tentara Bawah Tanah Polandia". Lambang tersebut mendapatkan popularitas yang luar biasa hingga diakui di seluruh wilayah Polandia yang diduduki.[5] Pada masa tahapan akhir perang, sebagian besar organisasi politik dan militer di Polandia (bahkan yang tidak terkait dengan Armia Krajowa) mengadopsi lambang tersebut sebagai organisasinya. Lambang ini di lukis di dinding-dinding kota, bahkan tercatum dalam uang kertas Jerman dan perangko. Lambang ini juga dicetak di surat kabar dan buku-buku bawah tanah serta menjadi salah satu simbol dalam aksi Pemberontakan Warsawa. Huruf P dan W juga dijadikan singkatan untuk Wojko Polskie ("Tentara Polandia") dan Powstanie Warszawskie ("Pemberontakan Warsawa").

Setelah Perang Dunia II, penggunaan lambang Kotwica dilarang oleh rezim komunis Polandia. Larangan ini dilonggarkan penggunaannya pada tahun-tahun terakhir pemerintahan komunis. Pada 1976, lambang Kotwica menjadi salah satu lambang yang digunakan oleh organisasi anti-komunis yang membela hak asasi manusia Ruch Obrony Praw Człowieka i Obywatela atau ROPCiO. Lambang ini juga diadopsi oleh organisasi politik anti-komunis lainnya, mulai dari Konfederasi Polandia Independen (Konfederacja Polski Niepodległej atau KPN), politikus Polandia Leszek Moczulski hingga organisasi Solidarność Walcząca ("Melawan Solidaritas") yang dibentuk sebagai tanggapan atas de-legalisasi solidaritas serikat pekerja independen dan represi pemerintah terhadap oposisi setelah pengumuman darurat militer di Polandia pada 1981.

Galeri

  • Monumen Pilot Polandia di Warsawa selama pendudukan Jerman, dengan lambang Kotwica, grafiti oleh Jan Bytnar, anggota Szare Szeregi.
    Monumen Pilot Polandia di Warsawa selama pendudukan Jerman, dengan lambang Kotwica, grafiti oleh Jan Bytnar, anggota Szare Szeregi.
  • Kotwica yang dibuat secara permanen pada monumen Pilot Polandia pada tahun 2010.
    Kotwica yang dibuat secara permanen pada monumen Pilot Polandia pada tahun 2010.
  • Kotwica dilukis di bunker Jerman dekat Jalan Bonifraterska selama Pemberontakan Warsawa.
    Kotwica dilukis di bunker Jerman dekat Jalan Bonifraterska selama Pemberontakan Warsawa.
  • Bendera tidak resmi selama perang Armia Krajowa dan Negara Bawah Tanah Polandia (bendera Polandia yang dihiasi dengan Kotwica).
    Bendera tidak resmi selama perang Armia Krajowa dan Negara Bawah Tanah Polandia (bendera Polandia yang dihiasi dengan Kotwica).
  • Kotwica pada lambang batalyon Zośka dari Armia Krajowa.
    Kotwica pada lambang batalyon Zośka dari Armia Krajowa.
  • Kotwica pada lambang batalyon Miotła dari Armia Krajowa.
    Kotwica pada lambang batalyon Miotła dari Armia Krajowa.
  • Kotwica di dekorasi militer, medali Armia Krajowa.
    Kotwica di dekorasi militer, medali Armia Krajowa.
  • Kotwica tercantum dalam logo organisasi Solidarność Walcząca
    Kotwica tercantum dalam logo organisasi Solidarność Walcząca
  • Kotwica di belakang tugu peringatan pembunuhan Kepala Polisi SS Franz Kutschera oleh pasukan AK.
    Kotwica di belakang tugu peringatan pembunuhan Kepala Polisi SS Franz Kutschera oleh pasukan AK.
  • Kotwica di sebuah monumen di pemakaman yang didedikasikan untuk Kelompok Kampinos dari AK di Budy Zosine.
    Kotwica di sebuah monumen di pemakaman yang didedikasikan untuk Kelompok Kampinos dari AK di Budy Zosine.
  • Kotwica di menara observasi Museum Pemberontakan Warsawa.
    Kotwica di menara observasi Museum Pemberontakan Warsawa.
  • Kotwica di dinding di sebelah Monumen Pemberontakan Warsawa di Krasiński Square.
    Kotwica di dinding di sebelah Monumen Pemberontakan Warsawa di Krasiński Square.
  • Kotwica di monumen Armia Krajowa, Bielany, Warsawa.
    Kotwica di monumen Armia Krajowa, Bielany, Warsawa.
  • Kotwica di atas Bukit Pemberontakan Warsawa.
    Kotwica di atas Bukit Pemberontakan Warsawa.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Andrzej Gładkowski (2008). "„Kotwica" Walcząca" (dalam bahasa Polski). NWPA. Diarsipkan dari asli tanggal 27 Mei 2009. Diakses tanggal 5 September 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Andrzej Gładkowski (2008). "Znak Polski Walczącej". Andrzej Gładkowski, Wydawnictwo fundacji „Warszawa walczy 1939 – 1945” (dalam bahasa Polski). Związek Powstańców Warszawskich. Diarsipkan dari asli tanggal 15 Agustus 2013. Diakses tanggal 6 September 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Tomasz Szarota (2013). "Historia Kotwicy Polski Walczącej". with historical photographs (dalam bahasa Polski). Diarsipkan dari asli tanggal 21 November 2013. Diakses tanggal 6 September 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Adam Cyra (22 Maret 2013). "Twórczyni Symbolu Polski Walczącej – 70. Lat Temu Zginęła W Kl Auschwitz". Auschwitz Memento (dalam bahasa Polski). projektpilecki.pl. Diakses tanggal 6 September 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Tomasz Stańczyk (29 Mei 2004). "Piasek sypany w oczy" (dalam bahasa Polski). rzeczpospolita. Diarsipkan dari asli tanggal 6 September 2021.{{cite web}}: |archive-date= / |archive-url= stempel waktu tidak cocok; 26 Mei 2008 disarankanPemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pustaka

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Kotwica symbol.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan