Jumat, 09 Oktober 2026
01:09 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya
Konsistori

Konsistori

Bagikan:
250px-Nijkerk_Grote-kerk.consistoriekamer.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Konsistori

Konsistori berasal dari Bahasa Latin consistorium, yang artinya mahkamah gerejawi; sebagaimana kata bahasa Yunani "syn(h)edrion" (yang menurunkan kata sanhedrin). Sebenarnya berasal dari makna "consistere" ("kamar", dalam arti lebih sempit) yang artinya mengambil pendirian.[1][2] Pada mulanya konsistorium merupakan kamar depan istana kaisar tempat kaisar melaksanakan pengadilan.[2] Dewasa ini, konsistori adalah istilah yang digunakan oleh pejabat gereja untuk menyatakan pengadilan gerejawi.[2]

Gereja Katolik Roma

250px-Emilio_orfini_da_foligno_e_andrea_di_niccol%C3%B2_da_Viterbo%2C_medaglia_del_concistoro_di_papa_paolo_II%2C_1466-1467.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Medali konsistori Paus Paulus II (dibuat pada tahun 1466 atau 1467)
250px-First_Public_Consistory_of_Pope_Pius_X.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Konsistori umum pertama Paus Pius X.

Konsistori dalam Gereja Katolik Roma merujuk kepada persidangan para kardinal dan dipimpin oleh paus.[2] Ada tiga jenis konsistori, yaitu konsistori umum yang digunakan paus untuk menjamu duta besar, penguasa asing, dan tempat penempatan topi merah kepada kardinal; konsistori semi umum yang digunakan untuk menyambut para uskup atau para pembesar gereja lainnya, dan konsistori pribadi yang secara khusus digunakan paus dan kardinal untuk pengambilan sebuah keputusan penting.[2]

Gereja Protestan

250px-Pi%C5%82a_konsystorz.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bangunan bekas konsistori (dibangun tahun 1923) pada gereja kuno "Evangelical Church of the old-Prussian Union" (Ecclesiastical Province of Posen-West Prussia) di kota Piła, sekarang menjadi kantor administrasi sebuah perusahaan pengeboran minyak dan gas.

Dalam Gereja Protestan, konsistori adalah sebuah ruangan tempat majelis jemaat berkumpul ataupun rapat untuk mengambil sebuah keputusan tertentu.[1][2]

Gereja Anglikan

Gereja Anglikan menggunakan istilah ini untuk menyatakan ruangan uskup, tempat menjalankan administrasi diosisnya.[2]

Referensi

  1. 1 2 Henk ten Napel.2009, Kamus Teologi. Jakarta: BPK Gunung Mulia. Hlm. 89.
  2. 1 2 3 4 5 6 7 F. D. Wellem.1994, Kamus Sejarah Gereja. Jakarta: BPK Gunung Mulia. Hlm. 127.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan