Minggu, 27 September 2026
23:44 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda
Komunard

Komunard

250px-La_Commune_by_Georges_Pilotell.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
"Komune ditangkap karena Ketidaktahuan dan Reaksi"
250px-Cadavres_Soldats_Federes_Commune_Paris_1871.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kommunard yang dieksekusi (Garda Nasional)

Komunard (bahasa Prancis: [kɔmynaʁ]) adalah sebutan bagi anggota dan pendukung Komune Paris 1871 yang dibentuk setelah kekalahan Prancis dalam Perang Prancis-Prusia. Komune Paris 1871 berhasil diatasi oleh Tentara Nasional Prancis pada bulan Mei 1871; sekitar 43.000 komunard ditangkap dan sekitar 6500-7500 sisanya melarikan diri ke luar negeri. Jumlah pasukan Komunard yang ditangkap masih diperdebatkan, sejarawan modern cenderung memperkirakan jumlahnya antara 10.000 hingga 15.000 orang. Sekitar 8.000-10.000 komunard dibunuh, sementara ribuan lainnya diasingkan ke Kaledonia Baru, teritori yang baru dijajah Prancis.[1]

Sekitar 7.500 orang dipenjara atau dideportasi hingga mendapatkan amnesti umum pada tahun 1880-an. Victor Hugo, sastrawan dan negarawan Prancis, turut mengadvokasi amnesti bagi para kommunard. Penumpasan pemberontakan ini merupakan upaya dari pemerintahan Adolphe Thiers untuk mencegah gerakan proto-komunis di Republik Prancis Ketiga.

Kelas pekerja Paris merasa dikucilkan selama Kekaisaran Kedua dan Perang Perancis-Prusia. Pasukan Prusia mengepung Paris selama empat bulan sejak September 1870 yang menyebabkan, menyebabkan penderitaan bagi penduduk Paris. Saat Paris diduduki, kelompok sosialis mencoba dua kali untuk menggulingkan pemerintahan sementara.

Setelah pengepungan Paris, massa dari kelas pekerja berkumpul untuk menghentikan pasukan Tentara Nasional yang meminta meriam di bukit Montmartre. Peristiwa ini terjadi pada 18 Maret 1871 dan secara tidak resmi menjadi awal Komune Paris.[2]

Selama tiga bulan berikutnya, komite rakyat menjalankan pemerintahan sementara di ibu kota Prancis, sementara pemerintah resmi Prancis di Versailles mengecam tindakan tersebut. Namun, pada bulan Mei 1871 tentara masuk dan pemberontakan dapat dipadamkan. Setelah itu, terjadilah penangkapan dan pembantaian besar-besaran komunard oleh Tentara Nasional Prancis yang disebut sebagai "minggu berdarah". Ribuan komunard dieksekusi, sebagian di Mur des Fédérés (id:Tembok Para Pejuang) di pemakaman Père Lachaise. Ribuan orang lainnya dipenjarakan atau diasingkan sebelum diberi amnesti pada tahun 1880.[2]

Victor Hugo menjadi salah satu orang yang mengadvokasi amnesti untuk para komunard sejak terpilih menjadi senator pada 1876. Ia terus mendorong pemberian amnesti hingga tiga kali, sebelum akhirnya dikabulkan pada 1880. Sebuah asosiasi, Sahabat Komune, didirikan untuk membantu eksil yang kembali. Organisasi ini masih ada hingga hari ini, tujuannya sekarang adalah untuk tetap menghidupkan cita-cita gerakan tersebut.[2]

Referensi

  1. ↑ Vock, Ido (2021-03-18). "After 150 years, the legacy of the Paris Commune continues to divide France". New Statesman (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari asli tanggal 2021-04-19. Diakses tanggal 2024-04-07.
  2. 1 2 3 Schofield, Hugo (2021-03-18). "Paris Commune: The revolt dividing France 150 years on". BBC News (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2024-04-07.{{cite news}}: Periksa nilai |archive-url=
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan