Jumat, 06 November 2026
20:34 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Kodeks Aleppo

Kodeks Aleppo

Bagikan:
250px-Aleppo_Codex_Joshua_1_1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Salah satu halaman Kodeks Aleppo yang memuat detail Yosua 1:1.
250px-Aleppo_Codex_%28Deut%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah halaman dari Kodeks Aleppo yang memuat bagian dari Kitab Ulangan pasal 32 dan 33.

Kodeks Aleppo (bahasa Inggris:Aleppo Codex; bahasa Ibrani:כֶּתֶר אֲרָם צוֹבָא‎, Keter Aram Tzova) adalah naskah Alkitab Ibrani terjilid dari abad pertengahan. Codex ini dibuat pada abad ke-10 M.[1][2] Naskah ini sudah lama dianggap sebagai dokumen paling otoritatif di dalam tradisi Masorah,[3][4][5] yaitu tradisi penyalinan dan pengawetan naskah bahasa Ibrani yang dipelihara dari generasi ke generasi.[1] Sejumlah responsa yang ditemukan menunjukkan bahwa Aleppo Codex ini dipakai sebagai rujukan oleh sarjana-sarjana Yahudi di sepanjang Abad Pertengahan.[1] Studi modern telah menunjukkannya menjadi gambaran dari prinsip Masoretik yang sangat akurat.[1] Hal ini ada di dalam kitab, yang berisi sangat sedikit kesalahan di dalam 2,7 juta ortografi.[1] Ortografi ini diperbaiki di dalam Teks Masoret.[6] Banyak para sarjana tradisi Masoret yang berpandangan bahwa naskah ini merupakan teks Masoret yang paling dapat dipercaya.[6][7]

Pada waktu terjadi kerusuhan terhadap orang Yahudi di Aleppo pada bulan Desember 1947, sejumlah orang Arab membakar sinagoge tempat naskah itu disimpan dan juga merusak Kodeks ini. Setelah perusakan itu, hanya 294 dari 487 halaman asli yang dapat diselamatkan.[8] Secara khusus, hanya beberapa halaman terakhir dari kumpulan kitab Taurat yang tersisa, meskipun bagian-bagian Alkitab Ibrani lain masih ada.

Isi

Pada waktu Kodeks Aleppo masih utuh (sampai tahun 1947),[6] didapati bahwa urutan kitab-kitab di dalamnya mengikuti tradisi tekstual Ibrani Tiberias, yang mirip dengan Codex Leningrad, dan juga sesuai dengan tradisi naskah-naskah Alkitab kaum Sephardi.[6] Kitab-kitab Taurat dan Nevi'im sama urutannya dengan kebanyakan Alkitab Ibrani yang dicetak sekarang, tetapi urutan kitab-kitab dalam Ketuvim sangat berbeda.[6] Di dalam Kodeks Aleppo, urutan kitab-kitab Ketuvim adalah: Kitab Tawarikh, Mazmur, Amsal, Rut, Kidung Agung, Ratapan, Ester, Daniel, Ezra-Nehemia.[6]

250px-Aleppo_Deut_1910_Photo.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Foto dari halaman-halaman yang hilang[9]

Teks yang sekarang ini hilang mencakup kitab-kitab Taurat mulai dari kitab Kejadian sampai sebagian besar Kitab Ulangan.[6] Teks yang tersisa dimulai dengan firman terakhir di dalam Ulangan 28:17 (ומשארתך).[6] Setelah itu, kitab-kitab Nevi'im muncul dalam urutan tradisional, yaitu Kitab Yosua, Hakim-hakim, Samuel, Raja-raja, Yesaya, Yeremia, Pengkhotbah, Yehezkiel, dan dua belas nabi-nabi kecil.[6] Namun, sebagian Kitab Amos setelah Amos 8:12, Obaja, Yunus, dan permulaan Kitab Mikha sampai Mikha 5:1 juga hilang. Ketuvim yang merupakan kelanjutannya mengikuti urutan seperti disebutkan sebelumnya, tetapi sekarang ini hanya berakhir sampai pada halaman dengan frasa terakhir "בנות ציון" ("putri-putri Sion...") dari Kidung Agung 3:11.[6] Pengkhotbah, Ratapan, Ester, Daniel, dan Ezra-Nehemia hilang.[6]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 Olszowy: pp. 54-55 and footnote.86.
  2. ↑ Goitein, S.D. A Mediterranean Society: The Jewish Communities of the Arab World as Portrayed in the Documents of the Cairo Geniza. Vol. V: The Individual: Portrait of a Mediterranean Personality of the High Middle Ages as Reflected in the Cairo Geniza. University of California Press, 1988 (ISBN 0-520-05647-7), pg. 376.
  3. ↑ Olszowy-Schlanger, Judith.
  4. ↑ Goitein: pp. 375–376 and footnote #81 on pg. 612.
  5. ↑ Karaite marriage documents from the Cairo Geniza: legal tradition and community life in mediaeval Egypt and Palestine. Etudes sur le judaïsme médiéval, t. 20. Leiden: Brill, 1998 (ISBN 90-04-10886-6), pg. 148.
  6. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 M. Nehmad, Keter Aram Tzova, Aleppo 1933; Fragment of ancient parchment given to Jewish scholars.
  7. ↑ M. H. Goshen-Gottstein, "The Aleppo Codex and the Rise of the Massoretic Bible Text" The Biblical Archaeologist 42.3 (Summer 1979), pp. 145-163.
  8. ↑ "One more piece of famed ancient Bible comes to Jerusalem". Diarsipkan dari asli tanggal 2009-07-07. Diakses tanggal 2013-05-23.
  9. ↑ Foto diambil pada tahun 1910 oleh Joseph Segall dan diterbitkan dalam "Travels through Northern Syria" (London, 1910), p. 99. Dicetak ulang dan dianalisis dalam Moshe H. Goshen-Gottstein, "A Recovered Part of the Aleppo Codex," Textus 5 (1966):53-59 (Plate I) Missing page

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Aleppo Codex.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan