Selasa, 20 Oktober 2026
16:05 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari

Kitab Omong Kosong

Bagikan:
Kitab Omong Kosong
PenyuntingTrie Hartini, Yayan
PengarangSeno Gumira Ajidarma
Perancang sampulBuldanul Khuri, Okik
NegaraIndonesia Indonesia
PenerbitBentang Pustaka
Tanggal terbit
2004
Halaman250 halaman
ISBNISBN 979-3062-19-3

Kitab Omong Kosong adalah judul novel karya Seno Gumira Ajidarma yang diterbitkan oleh Bentang Pustaka pada tahun 2004. Buku setebal 444 halaman dengan ISBN 979-3062-19-3, ini mengantarkan Seno memenangi Penghargaan Kusala Sastra Khatulistiwa untuk kategori Prosa, tahun 2005. Penghargaan serupa juga diterima pada tahun berikutnya, 2005 melalui karyanya, Negeri Senja untuk kategori Fiksi. Kitab Omong Kosong merupakan penerbitan ulang dari cerita bersambung berjudul Rama-Sinta yang dipublikasikan oleh Koran Tempo dari 2 April sampai dengan 10 Oktober 2001.[1][2][3][4]

Sinopsis

Kitab Omong Kosong berkisah tentang bencana persembahan kuda oleh Sri Rama dari negeri Ayodya bersama dengan ribuan balatentara berkuda. Persembahan kuda sebagai obat akan penyesalan atas ketidakpercayaannya terhadap Dewi Sinta, terhadap kesucian titisan Dewi Laksmi tersebut saat Rahwana menculik dan membawanya ke negeri Alengka. Betapa kagetnya Sri Rama, sebab di tengah penyerbuan seluruh anak benua, ia bertemu dengan dua orang anak laki-laki kembar bernama Lawa dan Kusa. Mereka pun bertarung dan di luar dugaan Sri Rama, anak berusia sepuluh tahun itu sangat sulit untuk ditaklukkan. Barulah kemudian diketahui bahwa Lawa dan Kusa adalah anak kandungnya. Anak yang tak pernah diketahui keberadaannya, tak pernah dipertanyakan nasibnya, pun tak pernah diusahakan untuk menemuinya. Di tengah kemalangan, Dewi Sinta menerima permintaan maaf Sri Rama dan bersedia untuk kembali ke Ayodya. Tapi posisi Sri Rama sebagai seorang raja selalu saja mendapatkan kritikan yang menciptakan isu terhadap kehidupan pribadinya. Terlambat, sebab kekalutan atas sikap tak percaya tak dapat lagi ditawar. Sungguh cinta tak pernah lahir di atas pondasi kepercayaan yang rapuh.

Maneka adalah seorang pelacur yang merupakan salah satu korban dari persembahan kuda. Suatu ketika ia memutuskan untuk kabur dari rumah pelacuran yang telah ia tempati sejak ayahnya menjualnya demi beberapa kepingan logam. Ia merasa tak sanggup jika harus melayani seisi kota sejak seseorang menyaksikan seekor kuda putih melompat ke jendela dan kini kuda itu berada di punggung maneka dalam bentuk rajah kuda. Perjalanannya untuk menemui Walmiki, Sang penulis riwayat hidupnya, menuntun takdirnya bertemu dengan Satya, lelaki 16 tahun yang usianya terpaut empat tahun di bawahnya. Perjalanan itu membawanya pada sejuta kejadian yang tak terduga, menyedihkan, mengharukan, bahagia, aneh, dan sebagainya. Tak satu pun peristiwa yang tak berkesan, sebab setiap detailnya selalu melahirkan cinta di antara mereka berdua. Cinta yang tak pernah terucap.

Walmiki yang hidup dalam pengembaraan mulai asing dengan kehidupannya. Setelah Maneka, satu per satu tokoh yang telah dituliskan riwayat hidupnya dalam kisah Ramayana, meminta izin untuk meninggalkan cerita dan menuliskan riwayat hidupnya sendiri. Namun, setelah itu pengembaraan Satya dan Maneka berlanjut untuk mencari Kitab Omong Kosong yang tersebar di lima titik. Kitab ini sangat sulit ditemukan sebab Hanuman, Sang winara putih yang sakti telah menempatkannya di tiga dunia yang berbeda, yaitu dunia manusia, dunia siluman, dan dunia para dewa.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ "Situs resmi Kusala Sastra Khatulistiwa". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-02-23. Diakses tanggal 2015-07-10.
  2. ↑ Kutu Buku: Kitab Omong Kosong
  3. ↑ "Palasara Online: Kitab Omong Kosong". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-07-11. Diakses tanggal 2015-07-10.
  4. ↑ "Rumah Pembaca: Kitab Omong Kosong". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-07-11. Diakses tanggal 2015-07-10.


Ikon rintisan

Artikel bertopik buku ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan