Rabu, 21 Oktober 2026
02:21 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari

Negeri Senja

Bagikan:
Negeri Senja
PengarangSeno Gumira Ajidarma
BahasaIndonesia Indonesia
PenerbitKepustakaan Populer Gramedia
Tanggal terbit
2003
Halaman250 halaman
ISBNISBN 978-979-90-2396-4

Negeri Senja adalah judul novel karya Seno Gumira Ajidarma yang diterbitkan oleh Kepustakaan Populer Gramedia pada tahun 2003. Roman setebal 250 halaman dengan ISBN 978-979-90-2396-4, ini mengantarkan Seno memenangi Penghargaan Kusala Sastra Khatulistiwa untuk kategori fiksi, tahun 2004. Penghargaan serupa juga diterima pada tahun berikutnya, 2005 melalui karyanya, Kitab Omong Kosong untuk kategori Prosa.[1][2][3]

Latar belakang

Novel roman Negeri Senja karya Seno Gumira Ajidarma ini bercerita tentang catatan seorang pengembara/musafir lata yang sedang melakukan perjalanan di sebuah negeri yang tidak terdapat di dalam peta, negeri ini ada tapi tiada, negeri yang miskin di mana waktu seolah-olah tidak bergerak, karna selalu berada dalam keadaan senja, matahari tertahan terus di cakrawala, tidak ada pagi, tidak ada siang, tidak ada malam, yang ada hanya senja. Negeri ini disebut Negeri Senja. Bagi si Pengembara sendiri, Negeri Senja adalah negeri yang paling indah karena kegemarannya yang selalu mencari pesona senja ke seluruh pelosok negeri. Namun ternyata, bukan hanya pesona senja yang dia temukan di Negeri Senja. Di balik keindahan senja itu dia temukan drama manusia dalam permainan kekuasasaan; intrik, penindasan dan pembantaian. Di Negeri Senja ini, konon, dan memang hanya konon negeri ini telah berdiri semenjak 500 tahun semenjak pengembara itu terdampar di negeri ini, dan sejak 200 tahun ini di pimpin oleh Puan Tirana, seorang perempuan buta yang memimpin dengan kejam di mana semua hal yang berbau pengetahuan dan kebebasan berpendapat merupakan hal sangat tabu di lakukan. Ironis sekali, di negeri yang sepertinya tiada pernah habis-habisnya cahaya senja yang teramat indah itu, kata cinta tidak ada definisinya, tidak di pikiran penduduknya, bahkan tidak juga ada dalam kamus bahasa antarbangsa. Karena cinta, kasih dan sayang telah dihapus dari kamus bahasa negeri senja oleh Tirana. Penghapusan ini konon dan memang hanya karena dilatarbelakangi sebuah pengkhianatan cinta yang pernah dialami sang penguasa Tirana.

Naiknya Tirana ke puncak kekuasaan diselimuti misteri. Tidak ada seorangpun saksi hidup yang bisa berkisah tentang bagaimana perempuan itu bisa berkuasa. Ketika mereka dilahirkan, Tirana telah menjadi penguasa Negeri Senja, Dan di negeri itu, tak ada sedikit pun catatan sejarah yang bisa dibaca. Selama kepemimpinan Tirana, pemberontakan, penentangan, dan percobaan pembunuhan pun sering kali dilakukan terhadapnya, tapi dengan kemampuannya membaca fikiran setiap orang yang terkena sinar senja dan pasukan khusus beserta mata-mata yang dipunyainya, dia dapat menghancurkan semuanya. Bahkan arwah para pemberontak pun akan di penjarakannya, dan selama itu pulalah semua penduduk Negeri Senja berbicara seperlunya. Berpikirpun mereka batasi hanya pada tempat-tempat yang gelap, di lorong-lorong yang gelap dan pengap dimana cahaya senja tidak bisa menembus. Mereka berani untuk berpikir dan berbicara tetapi itu hanya untuk hal-hal yang dirasakan teramat sangat penting. Oleh karea itu, rakyat Negeri Senja menjadi terbiasa hidup dalam kegelapan dan selalu menghindari cahaya. Memang itulah yang dikehendaki oleh Tirana agar rakyatnya selalu hidup dalam kegelapan.

Sejumlah rakyat yang merasa sudah sangat tertindas oleh kekuasaan sang Tirana, bersama-sama menggalang kesatuan untuk menggerakkan perlawanan terhadap sang penguasa. Mereka menamakan dirinya sebagai Partai Hitam. Namun di tengah usaha pembunuhan Tirana dalam suatu pemberontakan yang dilakukan oleh kaum perlawanan itu, Tirana yang memiliki kekuatan seperti Tuhan membakar Negeri Senja hingga hanya tersisa Istana Pasir tempat Ia dan pengikutnya berada. Menyaksikan seluruh peristiwa mengerikan ini, si Pengembara tak tahan karena selalu dihantui setiap hari sehingga memutuskan untuk meninggalkan Negeri Senja dengan segala rahasia di dalamnya dan meneruskan perjalanan yang memang menjadi tujuan hidupnya.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ "Situs resmi Kusala Sastra Khatulistiwa". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-02-23. Diakses tanggal 2015-07-10.
  2. ↑ Buka Buku: Negeri Senja
  3. ↑ "Penerbit KPG: Negeri Senja". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-07-11. Diakses tanggal 2015-07-10.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan