Minggu, 18 Oktober 2026
17:22 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Kisi-kisi

Kisi-kisi

Bagikan:
250px-Louver_%28PSF%29.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Konsep suatu jenis kisi-kisi.
250px-Inside_a_single_louvered_stevenson_screen.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kisi-kisi digunakan dalam pelindung Stevenson.
250px-Drayton_green_sch.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kubah lonceng rumah berkisi-kisi.

Kisi-kisi (Inggris Amerika: louver, Inggris Britania: louvre) adalah kerai atau penutup jendela dengan bilah horisontal yang dimiringkan untuk menerima cahaya dan udara, tetapi melindungi dari hujan dan sinar matahari langsung. Sudut bilah dapat disesuaikan, biasanya pada kerai dan jendela, atau tetap.[1]

Sejarah

Kisi-kisi berasal dari Abad Pertengahan sebagai bentuk serupa lentera berbahan dasar kayu yang dipasang di atas lubang atap pada dapur besar untuk memungkinkan ventilasi sambil mencegah hujan dan salju. Kisi-kisi pada mulanya adalah konstruksi yang agak kasar dan hanya terbuat dari tong. Kemudian, struktur ini ber-evolusi menjadi desain lebih rumit yang terbuat dari gerabah, mengambil bentuk wajah dengan asap dan uap dari masakan akan mengalir keluar melalui mata dan mulut, atau menjadi konstruksi yang lebih menyerupai kisi-kisi modern, memiliki bilah yang dapat dibuka atau ditutup dengan menarik tali.[2]

Konstruksi

Kisi-kisi moderm sering kali terbuat dari aluminium, logam, kayu, atau kaca. Kisi-kisi dapat dibuka dan ditutup dengan tuas logam, katrol, atau operator bermotor.[3]

Jalusi

Penggunannya yang sering tertukar karena kesalahan, perbedaan kunci antara kisi-kisi dan jalusi adalah bahwa kisi-kisi memiliki posisi yang tetap. Jalusi dipasang di dalam mekanisme penyesuaian bergerak dengan posisi semua jalusi sejajar satu sama lain.[4]

Penggunaan

Arsitektur

Kisi-kisi jarang terlihat sebagai unsur desain primer dalam bahasa arsitektur modern, melainkan hanya sebagai perangkat teknis. Kisi-kisi merupakan bagian dari desain jendela Demerara untuk membantu mempertahankan bangunan abad ke-18 dan 19 tetap dingin pada iklim panas dan menghalangi sinar matahari langsung.[5][6] Beberapa sistem kisi-kisi modern berfungsi untuk memperbaiki pencahayaan siang di dalam ruangan. Sistem kisi-kisi becermin tetap dapat membatasi cahaya silau dan baur taklangsung. Kisi-kisi semacam ini dapat diintegrasikan di antara dua panel kaca ganda.[7] Pada fasilitas industri seperti pabrik peleburan baja dan pembangkit listrik, kisi-kisi sangat umum digunakan. Kisi-kisi ini digunakan untuk ventilasi alami dan pengontrol suhu.

Infrastruktur

Kisi-kisi dapat digunakan sebagai jenis ventilasi banjir, biasanya ditutupi oleh satu atau lebih penutup bergerak. Struktur ini dirancang untuk memungkinkan air banjir masuk dan meninggalkan bangunan, menyamakan tekanan hidrostatik pada dinding, dan mengurangi kerusakan struktural akibat banjir.

Transportasi

Kisi-kisi digunakan sebagai sarana pengontrol panas semipasif pada wahana antariksa.[8] Struktur ini juga tersedia sebagai tambahan pada beberapa otomobil.

Kisi-kisi juga digunakan pada lensa lampu lalu lintas untuk mencegah lalu lintas melihat tanda lalu lintas yang salah.

Contoh

Terdapat contoh arsitek yang menggunakan kisi-kisi sebagai bagian dari efek estetika keseluruhan bangunannya. Contoh yang paling dikenal adalah arsitek modernis Finlandia Alvar Aalto yang membuat efek estetika pada fasad bangunannya melalui kombinasi kisi-kisi dengan jenis dan ukuran yang berbeda, sebagian tetap dan sebagian dapat bergerak, dan sebagian besar terbuat dari kayu (yaitu berbagai bangunan di Universitas Teknologi Helsinki). Contoh kedua, terpengaruh Aalto, adalah arsitek modernis generasi kedua Juha Leiviskä.

Lihat pula

Wiktionary logo
Lihat entri kisi-kisi di kamus bebas Wikikamus.

Referensi

Catatan
  1. ↑ "Definition from "The Free Dictionary"". Diakses tanggal 2 Maret 2014.
  2. ↑ Henisch (1976), hlm. 96–97.
  3. ↑ "Louver from "Encyclopædia Britannica"". Encyclopædia Britannica. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 10 Agustus 2014. Diakses tanggal 2 Maret 2014.
  4. ↑ Architectural Terms & Definitions Textbook
  5. ↑ Rory, Westmas (31 Mei 2010). "Architecture - Building Under the Sun". Stabroek News. Diakses tanggal 2 Juni 2018.
  6. ↑ Haley, Murtland (23 April 2017). "The Demerara Window – the Colonial 'AC'". Kaieteur News. Diakses tanggal 2 Juni 2018.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ Dariusz Heim and Kamil Kieszkowski: Shading Devices Designed to Achieve the Desired Quality of Internal Daylight Environment Diarsipkan 7 Juni 2011 di Wayback Machine, PLEA2006 - The 23rd Conference on Passive and Low Energy Architecture, Geneva, Switzerland, 6–8 September 2006
  8. ↑ "Archived copy". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 9 Juli 2014. Diakses tanggal 24 Mei 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Salinan terarsip sebagai judul (link) "The system devised for Rosetta employs several new techniques, including the installation of louvres over the radiators, to keep spacecraft hardware at proper operating temperatures"
Bibliografi
  • Henisch, Bridget Ann Fast and Feast: Food in Medieval Society. The Pennsylvania State Press, University Park. 1976. ISBN0-271-01230-7
  • "Foundation Flood Vents". National Association of Home Builders (NAHB) Research Center. 2001.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan