Senin, 28 September 2026
00:00 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda
Keperas

Keperas

Sebangsa ikan karper

Keperas
250px-Anemat_apog_100614-3343_awr.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buing, Anematichthys apogon
dari Sabung Tanjakan, Sajad, Sambas
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
C. apogon
Nama binomial
Cyclocheilichthys apogon
(Valenciennes, 1842)
Sinonim

Barbus apogon (Valenciennes, 1842)
Anematichthys apogon (Valenciennes, 1842)

Artikel takson sembarang

Keperas atau seren (Cyclocheilichthys apogon) adalah sejenis ikan air tawar anggota famili Cyprinidae (kerabat ikan mas). Ikan ini menyebar luas di Asia Tenggara daratan dan Indonesia bagian barat. Nama-nama setempat, di antaranya, keperas, temperas, cemperas (Mly.); bebras (Plg); bambahan, sibahan, siban (Riau); kapareh (Mng.); seren, redang, beungeut pondok, genggehek (Sd.); lawak, lalawak (Btw).[1] Ada pula yang menyebutnya silongang, sipaku (Sumatra), atau buing (Kalimantan Barat). Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Beardless Barb, merujuk pada tak adanya sungut di ujung moncongnya (apogon, tak bermisai).

Pengenalan

250px-Anemat_apog_100614-3512_awr.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Close up bagian depan tubuh

Ikan karper berukuran kecil hingga sedang, panjang standar (SL, standard length) hingga sekitar 200 mm. Tinggi tubuh 2,5 kalinya sebanding dengan panjang standar; sementara panjang kepalanya 3,2-3,7 kalinya sebanding dengan panjang standar. Profil punggungnya naik dan melengkung dari belakang kepala hingga awal sirip dorsal.[1]

Sirip dorsal (punggung) dengan IV jari-jari keras (duri) dan 8 jari-jari lunak; sirip anal (dubur) III, 5-6; sirip pektoral (dada) I, 16-17; dan sirip ventral (perut) II, 9. Sisik-sisik dengan gurat sisi berjumlah 34-35. Awal sirip dorsal kira-kira sejajar dengan gurat sisi ke-13, dan berada di belakang awal sirip ventral. Duri ke-IV sirip dorsal panjangnya sedikit kurang dari panjang kepala; sisi belakangnya bergerigi kuat. Batang ekor dikelilingi oleh 16 sisik, tingginya lk. separuh panjang kepala. Sirip kaudal (ekor) berbelah dalam.[1]

Tubuh berwarna cokelat kekuningan, sisi punggungnya cokelat gelap. Pangkal sisik-sisik dengan bintik berwarna gelap. Satu bintik hitam besar terdapat di batang ekor.[1]

Penyebaran dan kebiasaan

250px-Anemat_apog_100614-3510_awr.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Panjang tubuh standar 11cm

Keperas menyebar luas mulai dari Burma, Thailand, Semenanjung Malaya, Sumatra, Kalimantan, dan Jawa. Spesimen di antaranya didapatkan dari Solok (dekat Danau Singkarak), Deli, Sungai Kuantan, Jambi, Palembang, Lahat, Bangka, Pulau Bunguran; Sambas, Singkawang, Bengkayang, Seminis, Mandor, Sungai Kapuas, Sungai Baram, Sarawak, Sandakan; Jakarta, Bekasi, Bogor, Panjalu, Ngawi, Surabaya, Pasuruan.

Ikan ini menghuni sungai-sungai kecil dan besar, kanal, parit, waduk, dan danau; umumnya perairan dengan air tenang atau yang mengalir lambat. Keperas biasa ditemukan berenang dekat permukaan, di antara tetumbuhan, cabang dan ranting, atau perakaran pohon yang terendam air; tempatnya berburu plangton dan krustasea.[2]

Keperas bersifat omnivora, dengan sumber pakan utama dari tumbuh-tumbuhan (54,98%), ditambah dengan detritus (19,05%), cacing (9,3%), fitoplankton (8,22%), serangga (4,89%), dan sesekali juga zooplankton (3,57%)[3]

Manfaat

Keperas merupakan ikan konsumsi bernilai lokal, juga diperjual belikan sebagai ikan rucah untuk diolah menjadi pakan hewan. Ada pula yang memperdagangkannya sebagai ikan hias.[3]

Catatan taksonomis

Dipertelakan pertama kali sebagai Barbus apogon,[4] ikan ini kemudian ditempatkan oleh Pieter Bleeker ke dalam genus Cyclocheilichthys, anak marga Anematichthys, menjadi Cyclocheilichthys (Anematichthys) apogon.[5] Akan tetapi kajian baru-baru ini menyimpulkan bahwa taksa Anematichthys cukup berbeda dari Cyclocheilichthys, dan selayaknya dianggap sebagai marga tersendiri.[6] Barbus apogon Valenciennes, 1842 adalah spesies tipe dari marga Anematichthys.[6]

Catatan kaki

  1. 1 2 3 4 Weber, M. and L.F. de Beaufort. 1916. The Fishes of The Indo-Australian Archipelago III: 156-157. E.J. Brill. Leiden.
  2. ↑ FishBase: Cyclocheilichthys apogon (Valenciennes, 1842)
  3. 1 2 Hedianto, D.A., R. Affandi, S.N. Aida. 2010. Komposisi dan luas relung makanan ikan keperas (Cyclocheilichthys apogon Valenciennes, 1842) di Sungai Musi. J. Iktiol. Indonesia, 10(1): 73-81. abstrak[pranala nonaktif permanen]
  4. ↑
  5. ↑ Bleeker, P. 1859. Negende bijdrage tot de kennis der vischfauna van Banka. Natuurkunde Tijdschrift voor Nederlandsche-Indië, 18: 371.
  6. 1 2 Pasco-Viel, E., M. Veran & L. Viriot. 2012. Bleeker was right: Revision of the genus Cyclocheilichthys (Bleeker 1859) and resurrection of the genus Anematichthys (Bleeker 1859), based on morphological and molecular data of Southeast Asian Cyprininae (Teleostei, Cypriniformes). Zootaxa 3586: 41–54 (2012)

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Cyclocheilichthys apogon.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan