Jumat, 06 November 2026
19:33 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Kemuning

Kemuning

nama bunga

Bagikan:
Untuk kegunaan lain, lihat Kemuning (disambiguasi).
Kemuning
250px-Murraya_paniculata_line_draing.gif?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gambar sketsa kemuning, menunjukkan bunga dan buah.
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Rosidae
Ordo: Sapindales
Famili: Rutaceae
Genus: Murraya
Spesies:
M. paniculata
Nama binomial
Murraya paniculata
Sinonim
  • Camunium exoticum (L.) Kuntze
  • Chalcas cammuneng Burm.f.
  • Chalcas exotica (L.) Millsp.
  • Chalcas intermedia M.Roem.
  • Chalcas japanensis Lour.
  • Chalcas paniculata L.
  • Chalcas sumatrana M.Roem.
  • Connarus foetens Blanco
  • Connarus santaloides Blanco
  • Murraya exotica L.
  • Murraya omphalocarpa Hayata
250px-Murraya_paniculata_closeup.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bunga yang sedang mekar.

Kemuning (Murraya paniculata) adalah tumbuhan yang berasal dari famili Rutaceae. Perdu yang masih bersaudara dengan daun kari ini memiliki nama daerah seperti; kemuning (Jw., Btw.), kamuning (Sd.), kajeni, kemuning, kemoning (Bl.), kamonèng (Mdr.), kemiuning (Smb.), kamuni (Bm.), sukik (Rt.), kamuning (Mnd., Mksr.), kamoni (Pmn.), palopo (Bgs.). eseki (Wtr.), tanasa (Aru), kamone (Br.), kamoni (Amb.)[1][2][3]

250px-Murraya_paniculata_fruits.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Cabang dengan buah.

Pemerian

Kemuning biasa tumbuh liar menyemak belukar, di tepi hutan, atau ditanam sebagai tanaman hias dan tanaman pagar.[2] Ia tumbuh hingga 12 meter, tetapi biasanya ia ditemui tumbuh berkisar 2 hingga 3 meter.[2] Ia berbunga sepanjang tahun. Berbentuk semak atau pohon kecil, bercabang banyak, batangnya keras dan beralur.[2] Helaian anak daun bertangkai berseling, bentuk bulat telur sungsang atau jorong, ujung dan pangkal runcing, tepi rata atau agak beringgit, panjang 2–7 cm, lebar 1–3 cm, permukaan licin mengkilap, warnanya hijau.[2][4]

Perbungaan terminal, majemuk, dan harum semerbak. Kelopak memiliki panjang 12–18 mm, berwarna putih.[5] Kelima kelopak bunga berbentuk bulat telur sampai lanset dengan panjang hingga 2 mm. Buahnya berdaging, bulat telur, berwarna merah sampai oranye,[5] dan berukuran hingga 1 inci panjangnya.[4]

Kandungan kimiawi

Daun kemuning mengandung cadinene, methyl-anthranilate, bisabolene, β-caryophyllene, geraniol, carene-3, eugenol, citronellol, methyl-salicylate, s-guaiazulene, osthole, paniculatin, tannin, dan coumurrayin. Kulit batang mengandung mexotioin, 5-7-dimethoxy-8 (2,3-dihydroxyisopentyl) coumarin. Sedangkan bunga kemuning mengandung scopoletin, dan buahnya mengandung semi-α-carotenone.[2]

Senyawa dari golongan kumarin yang berhasil diisolasi adalah murrmeranzin, isopropylidene murrangatin, murralonginal and pranferin [6]

Kegunaan

Obat tradisional

Bagian daun digunakan untuk menyembuhkan keputihan, kencing nanah, sakit gigi, radang buah zakar, dll.[2] Sedangkan akarnya biasa digunakan untuk menyembuhkan memar, gigitan serangga, dan bisul. Kulit batangnya juga bisa untuk mengobati sakit gigi, dan luka luar.[2]

Secara tradisional masyarakat Filipina dan Indonesia menggunakan daun kemuning untuk obat diare dan disentri [6]

Kegunaan lain

Orang Minangkabau secara tradisional menggunakan akar kemuning untuk tangkai pisau atau ladiang (golok). Urat kemuning warnanya bagus dan kayunya liat, sehingga tidak mudah pecah jika digunakan. Kayu kemuning juga bisa digunakan untuk sempoa, tangkai kuas dan juga untuk tongkat [6]

Referensi

  1. ↑ "Plant Lowering Cholesterol". Diakses tanggal 2020-05-01.
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 "Kemuning, (Murraya paniculata [L.] Jack.)". www.pdpersi.co.id. 15/05/2012. Diakses tanggal 2020-05-01.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=[pranala nonaktif permanen]
  3. ↑ Chaer, Abdul (2009). Kamus Dialek Jakarta (Edisi Ed. rev). Depok: Masup Jakarta. hlm. 208. ISBN 978-979-15706-7-1. OCLC 437055594.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. 1 2 Gilman, Edward F. (October, 1999). "Murraya paniculata, University of Florida Cooperative Extension Service, Institute of Food and Agricultural Sciences" (PDF). web.archive.org. Fact Sheet FPS-416. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2007-09-28. Diakses tanggal 2020-05-01.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  5. 1 2 "Murraya paniculata: info from PIER (PIER Species Info)". www.hear.org. Diakses tanggal 2020-05-01.{{cite web}}: |first= tidak memiliki |last=
  6. 1 2 3 Saied S. Studies in chemical constituens of Murraya paniculata and Ipomea hederacea [PhD thesis]. Karachi-Pakistan: University of Karachi ; 2005. diunduh dari http://prr.hec.gov.pk/Thesis/1756.pdf[pranala nonaktif permanen] tanggal 30 Mei 2011
Murraya paniculata
Chalcas paniculata
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan