Senin, 12 Oktober 2026
11:32 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM

Kedaung Group

perusahaan asal Indonesia

Bagikan:

Kedaung Group, atau Kelompok Industri Kedaung adalah sebuah kelompok perusahaan di Indonesia yang terdiri dari lebih dari 30 perusahaan yang terikat secara longgar. Inti usaha gabungan perusahaan ini adalah di bidang barang-barang rumah tangga, terutama pecah-belah. Kedaung Group didirikan oleh 4 pendiri yaitu, Agus Nursalim bersama ketiga rekannya. Keempat pendiri tersebut berasal dari Medan, Sumatera Utara, Indonesia.

Sejarah

Perusahaan Kedaung Group didirikan oleh Agus Nursalim, dengan tiga rekannya pada tahun 1969 sebagai importir barang-barang pecah-belah dari kaca. Perkembangan selama hampir 40 tahun membawa perusahaan ini menjadi salah satu manufaktur barang pecah-belah terbesar di dunia dengan produksi 1.650 ton per hari, dengan pemasaran domestik maupun internasional.[1]

Keluarga pendiri Kedaung Group terdiri dari Agus Nursalim, Suharno Gunawan, Kosasih, Gozali, dan lainnya. Probosutedjo, adik tiri dari Presiden Indonesia yang ke-2 Suharto, masuk ke Kedaung Group di pertengahan tahun 1970-an. Mereka kemudian mengembangkan perusahaan ini dari pertengahan tahun 1970-an sampai sekarang.

Perkembangan sekarang

Sekarang Kedaung Group telah menjadi salah satu perusahaan terbesar di dunia dalam bidang manufaktur gelas. Perusahaan Kedaung Group mencakup pabrik-pabrik di Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Republik Rakyat Tiongkok.

Rujukan

  1. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2007-04-21. Diakses tanggal 2007-04-27.

Situs resmi

www.kedaung.com


Ikon rintisan

Artikel bertopik badan usaha atau perusahaan Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan