Selasa, 13 Oktober 2026
16:16 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM
Kecerdasan ikan

Kecerdasan ikan

Bagikan:
40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Mei 2025)
250px-Gnathonemus_petersii.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gnathonemus petersii memiliki rasio konsumsi otak terhadap oksigen tertinggi pada vetebrata
250px-Acanthonus_armatus.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Acanthonus armatus memiliki rasio massa otak terhadap massa tubuh terkecil

Kecerdasan ikan adalah "...hasil dari proses memperoleh, menyimpan dalam memori, mengambil, memadukan, membandingkan, dan menggunakan dalam konteks informasi dan keterampilan konseptual yang baru",[1] yang berlaku untuk ikan.

Menurut Culum Brown dari Macquarie University, "ikan-Ikan lebih cerdas daripada kelihatannya. Di banyak bidang, seperti memori, kemampuan kognitif mereka setara atau melebihi vertebrata yang lebih 'tinggi', termasuk primata bukan manusia."[2]

Ikan memegang berbagai rekor dalam hal rasio massa otak terhadap massa tubuh pada vertebrata. Sebagian besar spesies vertebrata memiliki rasio yang sama. Acanthonus armatus yang hidup di zona batial[3] memiliki rasio terkecil dari semua vertebrata.[4] Di sisi lain, ikan belalai-gajah, ikan air tawar Afrika, memiliki salah satu rasio terbesar dari semua vertebrata (sedikit lebih tinggi daripada manusia) dan rasio konsumsi otak terhadap oksigen yang tertinggi dari semua vertebrata (tiga kali lebih besar daripada manusia).[5]

Otak

250px-Porbeagle_shark_brain.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Penampang lintang otak hiu porbeagle
250px-Cod_brain_showing_tectum.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Otak ikan kod

Ikan yang biasanya memiliki otak yang relatif kecil terhadap ukuran tubuh dibandingkan dengan vertebrata lainnya, biasanya seperlima massa otak burung atau mamalia yang berukuran sama.[6] Namun, beberapa ikan memiliki otak yang relatif besar, terutama ikan gajah dan hiu, yang memiliki rasio otak terhadap berat tubuh seperti burung dan marsupial.[7]

Memori

Ikan karper yang ditangkap oleh pemancing terbukti lebih sulit ditangkap setelahnya.[8][9] Hal Ini menunjukkan bahwa ikan menggunakan memori mereka dari pengalaman negatif untuk mengasosiasikan penangkapan dengan stres dan karena itu mereka lebih susah ditangkap.[10] Jenis pembelajaran asosiatif ini juga telah ditunjukkan dalam Macropodus opercularis yang menghindari tempat-tempat di mana mereka telah mengalami satu serangan predator dan terus menghindarinya selama berbulan-bulan.[11]

250px-Amphiprion_bicintus.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ikat badut laut merah dapat mengenali pasangan mereka setelah 30 hari terpisah.

Sejumlah studi telah menunjukkan bahwa ikan dapat mempertahankan informasi selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Lucunya, Ictalurus punctatus dapat mengingat suara manusia mengumumkan makanan lima tahun setelahnya.[12] Ikan mas ingat warna tabung makanan satu tahun setelah terakhir ditunjukkan.[12] Ikan Oncorhynchus masih bereaksi terhadap sinyal cahaya sebelum kedatangan makanan hingga delapan bulan sejak terakhir melihat hal seperti itu.[13] Beberapa Scardinius erythrophthalmus dan Squalius cephalus bisa mengingat orang yang melatih mereka dan memberikan makan dari tangan, bahkan setelah 6 bulan.[14] Melanotaenia duboulayi dapat belajar bagaimana untuk melarikan diri dari pukat dengan berenang melalui lubang kecil di tengah dan mereka ingat teknik ini 11 bulan kemudian.[15] Oncorhynchus mykiss dapat dilatih untuk menekan sebuah batang untuk mendapatkan makanan, dan mereka masih ingat bagaimana melakukan hal ini tiga bulan setelahnya.[16] Ikan badut laut merah dapat mengenali pasangan mereka 30 hari setelah mereka terpisah.[17]

Beberapa jenis ikan mampu belajar hubungan spasial kompleks dan membentuk peta kognitif.[18] Mereka dapat mencari arah dengan menggunakan beberapa tanda atau simbol-simbol[19][20] dan mereka juga mampu menggabungkan pengalaman-pengalaman yang memungkinkan mereka untuk menghasilkan tanggapan penghindaran yang sesuai.[21][22]

Referensi

  1. ↑ Humphreys, L.G. (1979). "The construct of general intelligence". Intelligence. 3 (2): 105–120. doi:10.1016/0160-2896(79)90009-6.
  2. ↑ Brown, Culum (2004) Animal minds: Not just a pretty face New scientist, 2451: 42-43.
  3. ↑ "Acanthonus armatus". FishBase. Ed. Ranier Froese and Daniel Pauly. January 2014 version. N.p.: FishBase, 2014.
  4. ↑ Fine ML, Horn MH and Cox B (1987) "Acanthonus armatus, a Deep-Sea Teleost Fish with a Minute Brain and Large Ears" Proceedings of the Royal Society B, 230(1259)257-265.
  5. ↑ Nilsson, Göran E. (1996). "Brain And Body Oxygen Requirements Of Gnathonemus Petersii, A Fish With An Exceptionally Large Brain" (PDF). The Journal of Experimental Biology. 199 (3): 603–607.
  6. ↑ Helfman, Collette & Facey 1997, hlm. 48–49 harvnb error: tanpa target: CITEREFHelfmanColletteFacey1997 (bantuan)
  7. ↑ Helfman, Collette & Facey 1997, hlm. 191 harvnb error: tanpa target: CITEREFHelfmanColletteFacey1997 (bantuan)
  8. ↑ Beukema, J.J. (1970). Angling experiments with carp: decreased catchability through one trial learning. Netherlands Journal of Zoology, 20: 81–92.
  9. ↑ Beukema, J.J. & Vos, G.J. (1974). Experimental tests of a basic assumption of the capture-recapture method in pond populations of carp Cyprinus carpio L.. Journal of Fish Biology, 6(3): 317.
  10. ↑ Raat, A.J.P. (1985). Analysis of angling vulnerability of common carp, Cyprinus carp /0 L., in catch-and-release angling in ponds. Aquaculture Research, 16(2): 171-187.
  11. ↑ Czanyi, V. & Doka, A. (1993). Learning interactions between prey and predator fish. Marine Behavior and Physiology, 23: 63–78.
  12. 1 2 Reebs, S.G. (2008) Long-term memory in fishes
  13. ↑ Tarrant, R.M. (1964) Rate of extinction of a conditional response in juvenile sockeye salmon. Transactions of the American Fisheries Society 93: 399-401.
  14. ↑ Klausewitz, W. (1960) Ein bemerkenswerter Zähmungsversuch an freilebenden Fischen, Natur und Volk 90: 91-96; cited in: Bshary, R., Wickler, W., and Fricke, H. (2002) Fish cognition: a primate’s eye view, Animal Cognition 5, 1-13.
  15. ↑ Brown, C. (2001) Familiarity with the test environment improves escape responses in the crimson spotted rainbowfish, Melanotaenia duboulayi, Animal Cognition 4: 109-113.
  16. ↑ Adron, J.W., Grant, P.T., and Cowey, C.B. (1973) A system for the quantitative study of the learning capacity of rainbow trout and its application to the study of food preferences and behaviour. Journal of Fish Biology 5: 625-636.
  17. ↑ Fricke, H. (1974) Öko-Ethologie des monogamen Anemonenfisches Amphiprion bicinctus, Zeitschrift für Tierpsychologie 36: 429-512; cited in: Bshary, R., Wickler, W., and Fricke, H. (2002) Fish cognition: a primate’s eye view. Animal Cognition 5: 1-13.
  18. ↑ Odling-Smee, L. & Braithwaite, V. A. (2003). The role of learning in fish orientation. Fish and Fisheries, 4: 235–246.
  19. ↑ Reebs, S.G. (2007) Orientation in fishes Diakses 29 Agustus 2014.
  20. ↑ Journal of Undergraduate Life Sciences. "Appropriate maze methodology to study learning in fish" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 25 Juni 2009. Diakses tanggal 28 Mei 2009.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  21. ↑ Portavella, M. Torres, B. & Salas, C. (2004). Avoidance response in goldfish: emotional and temporal involvement of medial and lateral telencephatic pallium. The Journal of Neuroscience, 24: 2342–2335.
  22. ↑ Yue, S. Moccia, R.D. & Duncan, I.J.H. (2004). Investigating fear in domestic rainbow trout, Oncorhynchus mykiss, using an avoidance learning task. Applied Animal Behaviour Science, 87: 343–354.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan