Kamis, 01 Oktober 2026
08:08 WIB
TERKINI
Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh
Kartu indeks

Kartu indeks

Bagikan:
250px-LA2-katalogkort.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kartu indeks di dalam katalog kartu perpustakaan
250px-Lhfhospitalsstatehospital001.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Contoh kartu indeks catatan medis bertuliskan tangan
250px-Notecard.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kartu indeks dengan pola garis horizontal

Kartu indeks (bahasa Inggris: index card) adalah selembar kertas tebal (karton manila atau card stock) yang dipotong dalam ukuran standar baku dan digunakan untuk mencatat serta menyimpan data diskret berukuran ringkas. Kumpulan kartu-kartu ini disusun secara berurutan untuk membentuk atau membantu pembuatan indeks, sehingga memudahkan penelusuran informasi secara cepat (seperti pada katalog kartu perpustakaan atau indeks buku). Sistem penyimpanan data berbasis kartu lepas ini dirintis oleh ilmuwan asal Swedia, Carl Linnaeus, sekitar tahun 1760.[1][2]

Ukuran dan format

Ukuran kartu indeks yang paling umum digunakan di Amerika Utara dan wilayah Persemakmuran adalah 3 × 5 inci (76,2 × 127 mm), yang sering kali dijuluki sebagai "kartu 3-kali-5". Pilihan ukuran standar lainnya yang beredar luas di pasaran meliputi:

  • 4 × 6 inci (101,6 × 152,4 mm)
  • 5 × 8 inci (127 × 203,2 mm)
  • Ukuran standar ISO 216 seri A7 (74 × 105 mm)[3]

Kartu indeks diproduksi dalam variasi polos tanpa cetakan, bergaris horizontal untuk memandu tulisan tangan, serta pola kisi-kisi (kotak-kotak/grid). Produsen alat tulis kantor juga memproduksi kartu pembatas berlidah (tab) yang menonjol ke atas untuk memisahkan abjad, serta kotak laci atau baki kayu dan logam khusus untuk menyimpan susunan kartu tersebut secara rapi.

Kegunaan

Kartu indeks dimanfaatkan dalam berbagai bidang kegiatan:

  • Rumah tangga: Mencatat resep masakan, daftar belanja berkala, serta daftar kontak nomor telepon penting.
  • Pendidikan: Berfungsi sebagai kartu kilat (flashcard) untuk mempermudah penghafalan materi belajar kosakata bahasa asing atau rumus.
  • Penelitian akademik: Mencatat kutipan bibliografi, abstrak referensi buku, atau intisari data arsip yang dikelola di dalam lemari berkas kartu.
  • Penerbitan: Penyusun indeks buku profesional menggunakan kartu indeks fisik untuk mengurutkan topik dan nomor halaman naskah sebelum beralih ke perangkat lunak basis data komputer pada dekade 1980-an dan 1990-an.
  • Perencanaan dan manajemen proyek: Digunakan dalam teknik pemetaan ide curah pendapat (brainstorming), papan cerita visual (storyboard), pembuatan diagram Gantt, hingga kartu tugas dalam metodologi gesit (Agile/Kanban).

Sejarah perkembangan

250px-Houghton_GC6.P6904.689d_-_Placcius%2C_154.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lemari penyimpanan kartu catatan yang digambarkan dalam buku Vincent Placcius, De arte excerpendi (1689)

Lemari catatan abad ke-17

Rancangan awal lemari penyimpanan berkas kartu di era modern pertama kali dirumuskan oleh penemu asal Inggris, Thomas Harrison, pada dekade 1640-an melalui manuskripnya yang berjudul Arca studiorum ("Bahtera Pembelajaran").[4] Sistem lemari kecil ini memungkinkan peneliti menggantungkan potongan-potongan kertas catatan pada kait logam berlabel topik subjek. Metode Harrison kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh Vincent Placcius dalam buku panduan metode pengutipan naskah, De arte excerpendi (1689), dan turut diterapkan oleh ilmuwan Jerman Gottfried Wilhelm Leibniz dalam riset kepustakaannya.

Inovasi Carl Linnaeus

Carl Linnaeus, bapak taksonomi modern, dinobatkan sebagai perintis bentuk kartu indeks modern sekitar tahun 1760.[1] Menghadapi ledakan informasi akibat banyaknya kiriman spesimen botani dan hewan dari berbagai ekspedisi dunia, Linnaeus mengalami kesulitan jika harus mencatat nama dan ciri biologis di dalam buku jilid konvensional. Penambahan spesies baru sering kali mengharuskan penulisan ulang seluruh bab atau menyisipkan baris di tempat yang sempit.

Untuk mengatasi kendala tersebut, Linnaeus memutuskan untuk mencatat setiap entitas spesimen pada lembaran kartu kertas berukuran seragam yang berdiri sendiri. Kartu-kartu tersebut dapat disisipkan, ditata ulang secara alfabetis, atau dikelompokkan kembali berdasarkan rumpun taksonomi kapan saja tanpa merusak struktur catatan yang telah dibuat sebelumnya.[5]

Standardisasi katalog perpustakaan dan era Kardex

Pada abad ke-19, sistem katalog kartu mulai menjadi instrumen utama di perpustakaan umum dan perguruan tinggi. Pustakawan Amerika Serikat Melvil Dewey menstandardisasikan dimensi kartu indeks untuk katalog perpustakaan pada dekade 1870-an.[6] Setiap koleksi buku perpustakaan diwakili oleh setidaknya tiga kartu indeks berbeda yang diurutkan menurut judul, pengarang, dan topik klasifikasi desimal Dewey.

Pada dekade 1890-an, diperkenalkan kartu takik tepi (edge-notched card) yang memiliki lubang-lubang jarum di sepanjang pinggirannya untuk memudahkan pemilahan data mekanis secara manual. Memasuki abad ke-20, sistem pengarsipan kartu mendominasi dunia perkantoran dan rumah sakit melalui produk-produk dari perusahaan American Kardex yang didirikan oleh James Rand Jr. Kata "Kardex" bahkan berkembang menjadi istilah umum untuk menyebut catatan riwayat medis pasien.

Penggunaan kartu indeks secara massal untuk katalogisasi mulai menurun sejak dekade 1980-an seiring dengan digitalisasi pangkalan data komputer, sistem penelusuran katalog online (OPAC), serta perkembangan jaringan internet.

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 "Carl Linnaeus Invented The Index Card". ScienceDaily (dalam bahasa Inggris). 16 Juni 2009. Diakses tanggal 31 Juli 2020.
  2. ↑ Everts, Sarah (2016). "Information Overload". Distillations (dalam bahasa Inggris). 2 (2): 26–33. Diakses tanggal 20 Maret 2018.
  3. ↑ "Index card sizes compared". Quill (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 13 Oktober 2022.
  4. ↑ Malcolm, Noel (September 2004). "Thomas Harrison and his 'ark of studies': an episode in the history of the organization of knowledge". The Seventeenth Century (dalam bahasa Inggris). 19 (2): 196–232. doi:10.1080/0268117X.2004.10555543.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Müller-Wille, Staffan; Charmantier, Isabelle (Maret 2012). "Natural history and information overload: the case of Linnaeus". Studies in History and Philosophy of Biological and Biomedical Sciences (dalam bahasa Inggris). 43 (1): 4–15. doi:10.1016/j.shpsc.2011.10.021.
  6. ↑ Krajewski, Markus (2011). Paper Machines: About Cards & Catalogs, 1548–1929 (dalam bahasa Inggris). Cambridge, MA: The MIT Press. hlm. 91. ISBN 978-0-262-01589-9.

Bacaan lanjutan

  • Flanders, Judith (2020). A Place for Everything: The Curious History of Alphabetical Order (dalam bahasa Inggris). New York: Basic Books. hlm. 197–220. ISBN 978-1-5416-7507-0.
  • Krajewski, Markus (2011). Paper Machines: About Cards & Catalogs, 1548–1929 (dalam bahasa Inggris). Cambridge, MA: The MIT Press. ISBN 978-0-262-01589-9.

Pranala luar

Media terkait Index cards di Wikimedia Commons

Zaman Kuno
Modern
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan