Sabtu, 31 Oktober 2026
14:25 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Karlina Supelli

Karlina Supelli

filsuf dan astronomer asal Indonesia

Bagikan:
Karlina Supelli
250px-Karlina_Leksono_Supelli_at_the_International_Conference_on_Feminism%2C_2016-09-24.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Karlina Leksono Supelli dalam International Conference on Feminism pada 24 September 2016
Lahir15 Mei 1958 (umur 68)
PekerjaanAkademisi dan Dosen
Latar belakang akademik
Alma mater
Karya akademik
DisiplinFilsafat, Astronomi

Karlina Leksono Supelli atau lebih dikenal Karlina Supelli (lahir 15 Mei 1958) adalah seorang filsuf dan astronom perempuan pertama dari Indonesia.[1][2] Sejak kecil Karlina memiliki minat di bidang fisika, matematika, dan metafisika. Selain itu, ia juga seorang aktivis hak asasi manusia yang membela hak-hak korban kerusuhan Mei 1998 dan aktif dalam gerakan sosial Suara Ibu Peduli.[3][4][5]

Kehidupan awal

Karlina lahir di Jakarta namun dibesarkan oleh keluarganya di Sukabumi. Ia adalah putri dari pasangan Supelli dan Margaretha yang berkebangsaan Belanda. Ketertarikannya pada bidang astronomi muncul ketika ia mengamati bintang di langit dan sering bertanya mengenai pembentukan bintang dan memulai membaca bacaan terkait.[6]

Pendidikan dan karier

Setelah lulus SMA, Karlina melanjutkan studi di Fakultas Matematika dan Ilmu Alam (MIPA), Institut Teknologi Bandung (ITB), dengan program studi Astronomi.[7] Ia tertarik dengan fisika, matematika, dan metafisika, meski ia pada akhirnya memilih untuk mendalami filsafat. Ia meraih gelar doktor astronomi (M.Sc.) di bidang Ilmu Ruang Angkasa dari Universitas Kolese London, Inggris.[8] Ia juga meraih gelar doktor filsafat di Universitas Indonesia pada 1997 dengan disertasi berjudul Wajah-Wajah Alam Semesta, Suatu Kosmologi Empiris Konstruktif yang dipromosikan oleh B. J. Habibie dan Toeti Heraty.[9] Karier akademik selanjutnya dicurahkan untuk ilmu filsafat. Saat ini, ia merupakan salah satu dosen tetap pada Program Pascasarjana Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara.[4] Selain mengajar di kampus tersebut, Ia juga memberikan kuliah umum di beberapa kampus lain.[10][11]

Aktivisme

Karlina juga terlibat dalam aktivisme, ia memulai kegiatan ini dengan menjadi Ketua Himpunan Mahasiswa Astronomi di ITB. Kepeduliannya pada isu kemanusiaan dan kesetaraan gender mendorongnya untuk turut terlibat dalam gerakan Suara Ibu Peduli (1998). Pada 19 Februari 1998, ia turut berdemonstrasi bersama aktivis Suara Ibu Peduli menuntut turunnya harga susu dan menjadi sorotan media ketika ia bersama kedua rekannya, Gadis Arivia dan Wilarsih. Akibat dari keterlibatannya tersebut, Karlina didakwa dengan tuduhan melanggar Pasal 510 KUHP.[2] Dalam sidang pledoinya, Karlina Supeli membacakan pembelaan berjudul "Untuk Masa Sepan yang Lebih Baik". Pada 2011, ia menerbitkan sebuah buku berjudul Dari Kosmologi Ke Dialog: Mengenal Batas Pengetahuan Menentang Fanatisme.[12]

Kehidupan pribadi

Karlina menikah dengan Ninok Leksono Demawan.[13]

Referensi

  1. ↑ Post, The Jakarta. "Karlina Supelli: Understanding life through philosophy - People". The Jakarta Post (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-03-14.
  2. 1 2 "Profil Karlina Rohima Supelli Leksono". Tirto.id. Diakses tanggal 9 Maret 2020.
  3. ↑ "Karlina menawarkan perubahan keseharian". BBC News Indonesia. 2013-12-28. Diakses tanggal 2022-06-06.
  4. 1 2 "Karlina Supelli: Pemahaman Kesejarahan Gerakan Perempuan Penting dalam Memaknai Kebangsaan*". Jurnal Perempuan (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-03-14.
  5. ↑ Mukhtar, Ahmad Rafid Fadli (2021-07-16). "Karlina Supelli, Sosok Astronom Perempuan Pertama di Indonesia". Pikiran-Rakyat.com. Diakses tanggal 2022-06-06.
  6. ↑ "Sehari Dengan Karlina Supelli, Astronom Wanita Pertama di Indonesia (Zaman, 1983)". Diakses tanggal 2022-06-06.
  7. ↑ Indonesia, Tokoh (2012-01-26). "Karlina Leksono Supelli". TOKOH INDONESIA | TokohIndonesia.com | Tokoh.id (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2022-06-06.
  8. ↑ redaksi. "Karlina Leksono Supelli: Pemikiran Tuhan, dan Manusia yang Bertanya". Rumah Pengetahuan - house of knowledge. Diakses tanggal 2022-06-06.{{cite web}}: |last= memiliki nama generik
  9. ↑ "Biodata Karlina Supelli". Prisma Resource Center. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-04-19. Diakses tanggal 9 Maret 2020.
  10. ↑ "UKSW | Awali Perkuliahan, Dr. Karlina Supelli Beri Kuliah Umum". UKSW (dalam bahasa Inggris). 2019-09-18. Diakses tanggal 2022-06-06.
  11. ↑ ITB, Webmaster Team, Direktorat Sistem dan Teknologi Informasi. "Dr. Karlina Supelli: Kembali ke Khitah Perguruan Tinggi dan Masyarakat Akademik -". Institut Teknologi Bandung (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-06-06.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  12. ↑ Supelli, Karlina (2011). Dari kosmologi ke dialog : mengenal batas pengetahuan, menentang fantatisme (Edisi Cetakan I). Cipete, Jakarta Selatan. ISBN 978-602-97633-5-5. OCLC 840073238.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link)
  13. ↑ SundaDigi. "SundaDigi". sundadigi.com (dalam bahasa Sunda). Diakses tanggal 2026-06-11.
20px-Soekarno.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik biografi Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan