Kamis, 22 Oktober 2026
09:58 WIB
TERKINI
Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama
Kangkok india

Kangkok india

spesies burung

Bagikan:
Kangkok India
250px-Indian_Cuckoo_%28J%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Remaja, di Kannur, Kerala.
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
C. micropterus
Nama binomial
Cuculus micropterus
Gould, 1837[2]
250px-CuculusMicropterusMap.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel takson sembarang

Kangkok India (Cuculus micropterus) adalah bagian dari ordo burung yang berasal dari tekukur, kangkok, dan sejenisnya, yaitu Cuculiformes, yang ditemukan di Asia, dari Pakistan, Sri Lanka dan mengarah ke timur sampai ke Indonesia dan mengarah ke utara ke Tiongkok dan Rusia. Kangkok India adalah burung yang suka menyendiri, pemalu, mereka dapat ditemukan di hutan, seumpama hutan terbuka hingga pada ketinggian 3.600 m.

Deskripsi badan dan suara

Bermasalah memainkan berkas ini? Lihat bantuan media.
Kicauan tercatat di Himalaya Tengah, Mei 2008
Bermasalah memainkan berkas ini? Lihat bantuan media.

Tubuh kangkok India berukuran sedang (30 cm), berwarna coklat keabu-abuan. Kepala abu-abu. Tubuh bagian atas kecoklatan. Tubuh bagian bawah keputihan, bergaris hitam tebal. Tenggorokan kelabu muda.[3]

Bedanya dengan kangkok erasia: ujung ekor kangkok Erasia bergaris hitam, cincin mata berwarna abu-abu suram. Iris coklat, lingkar mata abu-abu, paruh atas hitam, paruh bawah kehijauan, kaki kuning.[3]

Kicauan berupa siulan keras seperti bunyi “blan da ma bok“, dan diulang secara terus menerus, terutama saat malam.[4]

Taksonomi dan sistematika

2 subspesies umumnya diakui. Spesies nominasi ditemukan di banyak bagian benua Asia, sementara subspesies concretus S. Müller, 1845 yang lebih kecil dan gelap diketahui dari Vietnam, Thailand Selatan, Semenanjung Malaya, Jawa, Sumatra dan Kalimantan.[4] Subspesies di wilayah Amur lebih besar dan Swinhoe mendeskribsikan bentuknya dari utara China sebagai Cuculus michieanus, sementara Walter Norman Koelz mendeskribsikan bentuk fatidicus dari timur laut India.[5]

Dalam kebudayaan

Bagi masyarakat Baduy, kedatangan kangkok india merupakan pertanda musim padi ladang, sayangnya, perubahan tata lingkungan membuat orang membuka lahan pertanian dan memakai pestisida sebagai komponen utama penggarapannya, sehingga keadaan burung sebagai pertanda cuaca kurang dapat dijadikan indikator.[6]

Referensi

  1. ↑ "Cuculus micropterus". IUCN Red List of Threatened Species. Version 2008. International Union for Conservation of Nature. 2009. Diakses tanggal 21 Juni 2009. {{cite web}}: |ref=harv tidak valid; Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosong: |last-author-amp=; Parameter tidak dikenal |authors= diabaikanPemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Gould, John (1837) Proceedings of the Zoological Society of London p. 137 (Himalayas)
  3. 1 2 "Kangkok India, Cuculus micropterus (Cuculidae), Indian Cuckoo". Semarang Bird Community. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-09-18. Diakses tanggal 20 April 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. 1 2 "Kangkok India". Kutilang Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-05-28. Diakses tanggal 27 Mei 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Payne, RB (2005). The Cuckoos. Oxford University Press. hlm. 25, 101, 492–494.
  6. ↑ "Perubahan Iklim Pengaruhi Migrasi". Kompas. 5 Maret 2009. Diakses tanggal 26 Juni 2012.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Sumber lain

  • Sankar,K (1993) The Indian Cuckoo (Cuculus micropterus micropterus Gould) in Sariska Tiger Reserve, Rajasthan. J. Bombay Nat. Hist. Soc. 90(3):512
  • Hewetson, C. E. (1956) Observations on the bird life of Madhya Pradesh. J. Bombay nat. Hist. Soc. 53(4):627

Pranala luar

Ikon rintisan

Artikel bertopik burung ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan