Senin, 19 Oktober 2026
22:08 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Kamidana

Kamidana

altar Shinto

Bagikan:
250px-Kamidana.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Suatu kamidana yang dilengkapi shimenawa dan shide.

Kamidana (神棚, kami-dana) adalah miniatur altar rumah tangga yang disediakan untuk menguilkan kami (dewa) Shinto. Benda ini biasanya didapati di Jepang sebagai sarana pemujaan kami.[1]

Kamidana biasanya ditempatkan tinggi-tinggi pada permukaan dinding dan mengandung berbagai benda yang berkaitan dengan ritual keagamaan Shinto, dan yang terpenting adalah shintai, suatu benda yang berfungsi sebagai "rumah" bagi kami yang dipuja. Shintai biasanya berbentuk cermin bundar kecil, maupun berbentuk batu (magatama), perhiasan, atau objek lainnya yang memiliki nilai-nilai simbolis yang sepadan. Kami di dalam shintai biasanya merupakan dewa dari kuil lokal atau dewa khusus terkait pekerjaan sang pemilik rumah.

Pemujaan yang dilakukan pada kamidana umumnya meliputi doa-doa sederhana, sesajen (nasi, buah, air) dan bunga.[2] Sebelum bersembahyang pada kamidana sangat penting untuk mencuci tangan terlebih dahulu.

Pengelolaan kamidana

Kamidana pada rumah-rumah biasanya dipakai untuk menyimpan ofuda, sejenis jimat. Baik kamidana maupun ofuda dapat dibeli pada kuil Shinto. Ofuda dijual secara terang-terangan dan dibungkus oleh semacam kantong khusus. Ketika ofuda disimpan dalam kamidana maka ada beberapa peraturan yang harus diikuti.

Pertama, kamidana tidak boleh ditempatkan menyentuh tanah atau pada level pandangan mata. Kamidana harus ditempatkan lebih tinggi daripada mata. Kedua, kamidana tidak boleh dipasang di atas pintu, agar tidak dilewati orang di bawahnya, dan tidak boleh ditempatkan pada sudut/sisi ruangan yang menjadi jalur hilir-mudik dalam rumah (misal lorong). Terakhir, ketika ofuda dikuilkan pada kamidana, setelah kantongnya dibuang maka wajib menyiapkan sesajen berupa air, sake, atau makanan dan meletakkannya di depan kamidana, dan harus diperbarui secara berkala.[2]

Ofuda diganti pada tiap akhir tahun.[2] Namun kamidana dapat disimpan sampai lusuh dan tidak bisa digunakan lagi.

Contoh

  • 120px-Kamidana2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 120px-Kamidana_with_kagamimochi_offering_by_shig2006_in_Hitachinaka.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 120px-Toei_Uzumasa-0347.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 120px-Name-the-baby%26household-Shinto-altar%2Cjapan.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Catatan kaki

  1. ↑ Basic Terms of Shinto, Kokugakuin University, Institute for Japanese Culture and Classics, Tokyo 1985
  2. 1 2 3 Bocking, Brian. (1997). A Popular Dictionary of Shinto.

Referensi

Elemen-elemen arsitektural Jepang
Gaya
Sekuler
Agamis
Shinto
Buddha
model gerbang khas tradisional Jepang
Torii, model gerbang khas tradisional Jepang.
Jenis bangunan
Sekuler
Agamis
Shinto
Buddha
Gaya atap
Struktural dan spasial
  • Gerbang
  • Pintu
Ruang
Perabotan
Sekat
Benda tempat terbuka
Satuan pengukuran
Organisasi
Topik terkait
Pusaka Nasional


Ikon rintisan

Artikel bertopik Shinto ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan