Selasa, 22 September 2026
06:17 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Shimenawa

Shimenawa

tali yang dipasang sebagai pembatas antara kawasan suci dan kawasan duniawi; istilah kepercayaan Shinto

250px-Izumooyashiro89.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Shimenawa di Izumo Taisha, Prefektur Shimane, bagian pangkal berada di sebelah kiri

Shimenawa (注連縄) adalah tali yang dipasang sebagai garis perbatasan antara kawasan suci dan kawasan duniawi. Shimenawa dipasang pengurus kuil di sekeliling kuil Shinto, sekeliling goshintai (objek pemujaan), batu besar, pohon besar, air terjun, atau sebagai penanda bagian dalam kuil Shinto yang dianggap suci.

Istilah shimenawa berasal dari fakta bahwa tali (nawa) sangat umum dipakai untuk menandai kepemilikan suatu wilayah.[1] Sementara itu, kata shime berasal dari kata shimeru (占める) yang berarti menduduki atau memiliki.[2]

250px-Kamidana.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Shimenawa di altar keluarga (bagian pangkal berada di sebelah kanan)

Ketika dipasang untuk menandai tempat suci, pangkal shimenawa (bagian yang lebih besar) berada di sebelah kanan. Shimenawa dipasang bersama kertas shide. Dalam aksara kanji, shimenawa bisa ditulis sebagai 標縄 atau [七五三縄] Galat: {{Lang}}: invalid parameter: |4= (bantuan) sesuai dengan jumlah tali yang dipilin untuk membentuk shimenawa. Bahan untuk tali adalah jerami atau rami. Shimenawa diperkirakan berhubungan erat dengan tradisi bercocok tanam padi di Jepang.

Konon tradisi shimenawa berasal dari kisah Amaterasu yang bersembunyi di gua Amano-Iwato. Setelah Amaterasu berhasil dipancing untuk keluar dari Amano-Iwato, Futodama memasang shimenawa di muka pintu masuk gua agar Amaterasu tidak bisa masuk lagi ke Amano-Iwato.[2]

Sebagai hiasan

250px-New_Year%27s_decorations_the_upper_part_of_the_entrance%2Csyougatsu-kazari%2Ckatori-city%2Cjapan._P1070700.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Shimekazari di atas pintu rumah

Shimekazari (注連飾り) adalah hiasan dari shimenawa yang dipasang selama perayaan tahun baru di Jepang. Pemilik rumah atau gedung memasang shimekazari di atas pintu gerbang rumah dan pintu keluar/masuk bangunan agar arwah jahat tidak masuk.

Bergantung pada daerahnya di Jepang, tanggal-tanggal untuk memasang shimekazari adalah 26 Desember, 27 Desember, atau 28 Desember. Namun tanggal 29 Desember atau 31 Desember dipercaya sebagai hari buruk untuk mulai memasang shimekazari. Shimekazari yang dipasang pada tanggal 31 Desember hanya akan menjadi hiasan semalam, dan dipercaya membuat marah toshigami.

Tradisi melepas pajangan shimekazari juga berbeda-beda menurut daerahnya di Jepang. Hiasan ini umumnya dilepas sesudah memakan bubur nanakusa (nanakusa-gayu) pada tanggal 7 Januari atau paling lambat pada tanggal 15 Januari.

Referensi

  1. "Shimenawa". Encylopedia of Shinto. Kokugakuin University. Diakses tanggal 26 Desember 2008.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 "Shimenawa no mame chishiki(注連縄(しめなわ)の豆知識)". Diakses tanggal 26 Desember 2008.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Lihat pula

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Shimenawa.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan