Rabu, 23 September 2026
06:54 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara
Genkan

Genkan

area pintu masuk bergaya tradisional dari Jepang; area setelah pintu masuk rumah yang biasanya lebih rendah dari lantai utama, digunakan untuk menaruh sendal

250px-Genkan-M9778.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Genkan pada model tata letak rumah di Jepang, dari tampak luar menuju kedalam.
250px-Genkan-M9774.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Genkan yang sama, dilihat dari arah. Pintu pada tembok kiri disebut getabako.
250px-Genkan_Japanese_Entryway.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Genkan tradisional pada awal abad ke-20.

Genkan (玄関) (玄関) adalah area pintu masuk bergaya tradisional untuk rumah, apartemen, atau suatu bangunan lainnya—yang terdiri dari kombinasi dari teras dan keset.[1] Pada umumnya terletak langsung di depan pintu masuk. Fungsi utama dari genkan adalah sebagai area melepas sepatu sebelum memasuki ruangan utama di dalam rumah atau suatu bangunan lainnya

Fungsi sekunder dari genkan ialah menjadi tempat untuk kunjungan sementara tanpa masuk kedalam rumah.[2] Bila di negara barat para pengantar pizza akan berdiri di serambi depan rumah dan melakukan transaksi disana, maka di Jepang hal serupa akan dilakukan di halaman genkan .[3]

Genkan pada umumnya dibangun lebih rendah dari muka tanah sehingga dapat menampung tanah atau kotoran yang terbawa dari luar. Ketinggian dasar genkan ke muka tanah bervariasi dari sangat rendah (5–10 cm) hingga seukuran lutut. Genkan di apartemen biasanya jauh lebih kecil dari yang umumnya terpasang di rumah-rumah, dan mungkin tidak memiliki perbedaan ketinggian dengan muka lantai di sekitarnya; dan untuk dianggap genkan, mungkin cukup dengan membedakan bahan bangunan antara genkan dan lantai.

Setelah seseorang melepas sepatunya, dia harus menghindari kakinya untuk tidak melangkah atau menyentuh permukaan genkan (三和土, tataki) baik dalam keadaan menggunakan kaus kaki atau dalam keadaan kaki telanjang, supaya kotoran di genkan tidak terbawa masuk ke rumah.[2] Ketika berada di dalam rumah, biasanya akan menggunakan uwabaki (上履き) (上履き): yaitu sandal atau sepatu khusus di dalam ruangan.

Sekolah-sekolah dan pemandian umum (銭湯, sento) memiliki rak sepatu besar (下駄箱, getabako) dengan kotak untuk masing-masing sepatu. Di rumah pribadi, getabako mungkin tidak ada, dan sepatu biasanya menghadap pintu sehingga mereka dapat digunakan dengan mudah ketika akan meninggalkan rumah.

Genkan terkadang ditemukan pula pada bangunan lainnya di Jepang, terutama bangunan-bangunan kuno.

Sejarah

Kebiasaan melepas sepatu sebelum memasuki rumah ini diyakini telah ada sejak seribu tahun lalu dan terus berlanjut hingga sekarang, bahkan setelah westernisasi gaya rumah-rumah Jepang, yang dimulai pada periode Meiji (1868-1912).[4]

Referensi

  1. "What Is This? Genkan". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-03-28. Diakses tanggal 1 Agustus 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 Chavez, Amy. "Rules of the 'genkan': First, wear shoes". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-07-26. Diakses tanggal 1 Agustus 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. Nyan, Evie (12 Mei 2016). "Almost half of Japanese people hide when their doorbell rings — here's why". rocketnews24. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2017-12-23. Diakses tanggal 2018-11-10. In rural areas especially, the "genkan" or inside entranceway to a house was considered open to the public, and often neighbours and salespeople alike would blithely enter this space and call out to the residents within.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. Genkan (entrance) Diarsipkan 2013-06-19 di Wayback Machine., Mini Encyclopedia.

Pranala luar

Elemen-elemen arsitektural Jepang
Gaya
Sekuler
Agamis
Shinto
Buddha
model gerbang khas tradisional Jepang
Torii, model gerbang khas tradisional Jepang.
Jenis bangunan
Sekuler
Agamis
Shinto
Buddha
Gaya atap
Struktural dan spasial
  • Gerbang
  • Pintu
Ruang
Perabotan
Sekat
Benda tempat terbuka
Satuan pengukuran
Organisasi
Topik terkait
Pusaka Nasional
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan