Kamis, 15 Oktober 2026
13:03 WIB
TERKINI
Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus
Kamboja Prancis

Kamboja Prancis

Protektorat Prancis di Asia Tenggara

Bagikan:
Kamboja Prancis
កម្ពុជាសម័យអាណានិគម
Protectorat français du Cambodge
1863–1941

1945–1953
Bendera Kamboja
250px-Flag_of_Cambodia_%281863%E2%80%931948%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Atas: Bendera
(1863–1940)
Bawah: Bendera
(1940–1948)
Lagu kebangsaan: La Marseillaise
Lokasi Kamboja
StatusMonarki
Protektorat Prancis (1863—1949)
Wilayah Konstituen Indochina Prancis (1887—1953)
Ibu kotaOudong (1863—1866)
Phnom Penh (1866—1953)
Bahasa umumPrancis (resmi)
Khmer (umum)
Agama Buddha Theravada Katolik Roma
DemonimOrang Kamboja • Suku bangsa Khmer
PemerintahanMonarki elektif
Raja 
• 1863–1904 (pertama)
Norodom I
• 1904–1927
Sisowath
• 1927—1941
Sisowath Monivong
• 1941—1953 (terakhir)
Norodom Sihanouk
Representatif 
• 1863–1866 (pertama)
Ernest Doudart de Lagrée
• 1953 (terakhir)
Jean Risterucci
Perdana Menteri 
• 1945 (pertama)
Norodom Sihanouk
• 1953 (terakhir)
Penn Nouth
LegislatifParlemen (1947—1953)
Era SejarahImperialisme Baru
• Protektorat didirikan
11 Agustus 1863
• Bergabung dengan Indochina Prancis
17 Oktober 1887
13 Februari 1904
23 Maret 1907
Oktober 1940—Januari 1941
• Negara boneka Jepang
13 Maret 1945
• Pendirian kembali
16 Oktober 1945
• Kemerdekaan
9 November 1953
21 Juli 1954
Populasi
• Perkiraan 1931
2,803,000
Mata uangTical Kamboja (1863—1875)
Franc Kamboja (1875—1885)
Piastre (1885—1953)
Zona waktuWUT+07:00 ICT
Kode ISO 3166KH
Didahului olehDigantikan oleh
Zaman Kegelapan Kamboja
Pendudukan Jepang di Kamboja
krjKerajaan
Siam
dnsDinasti
Nguyen
Provinsi Phibunsongkhram
krjKerajaan
Kampuchea (1945)
Pendudukan Jepang di Kamboja
krjKerajaan
Kamboja (1953-1970)
krjKerajaan
Kampuchea (1945)
Sekarang bagian dari Kamboja

Kamboja Prancis[a] merupakan bagian dari kolonial potektorat Imperium Kolonial Prancis di Asia Tenggara. Didirikan pada tahun 1863 ketika Raja Kamboja Norodom meminta Prancis agar Kamboja dijadikan sebagai protektoratnya. Pada tahun 1867, Siam (Thailand) meninggalkan kedaulatan atas Kamboja dan protektorat Prancis secara resmi diakui di Kamboja. Kemudian Kamboja diintegerasikan ke dalam Indochina Prancis pada tahun 1887 bersama dengan protektorat koloni Prancis di Vietnam (Cochinchina, Annam dan Tonkin). Pada tahun 1946, Kamboja diberikan pemerintahan sendiri oleh Uni Prancis dan statusnya sebagai protektorat dihapus pada tahun 1949. Kamboja kemudian meraih kemerdekaan pada tahun 1953 melalui Persetujuan Jenewa.

Hari memperoleh kemerdekaan dari Prancis ini kemudian diperingati sebagai Hari Kemerdekaan oleh Raja Sihanouk pada tanggal 9 November 1953. Raja Sihanouk lanjut berkuasa sampai dilengserkan pada tahun 1970 oleh pihak Republik Khmer pimpinan AS dibawah Lon Nol dalam sebuah kudeta sebelum bangkitnya Angkar dan Khmer Merah merebut kekuasaan pada tanggal 17 April 1975, diikuti dengan Kejatuhan Phnom Penh dan mengakhiri Perang Saudara Kamboja.

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  1. ↑ bahasa Khmer: ប្រទេសកម្ពុជាក្រោមអាណាព្យាបាលបារាំង; bahasa Prancis: Protectorat français du Cambodge
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan