Jumat, 02 Oktober 2026
21:07 WIB
TERKINI
Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri
Jati emas

Jati emas

Spesies tumbuhan

Bagikan:
Untuk pusaka dalam kisah pewayangan, lihat Jamus Kalimasada.
Jati emas
250px-Cordia_subcordata%2C_seeds%2C_flower%2C_leaves.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Klad:Tracheophyta
Klad:Angiospermae
Klad:Eudikotil
Klad:Asterid
Ordo:
Famili:
Subfamili:
Genus:
Spesies:
Cordia subcordata

Artikel takson sembarang

Jati emas[3] atau Kalimasada[4] (Cordia subcordata) adalah spesies pohon berbunga dalam genus cordia yang tumbuh di Afrika timur, Asia Selatan, Asia Tenggara, Australia utara, dan Kepulauan Pasifik (termasuk Hawaii).[2]

Nama-nama

Di beberapa tempat tumbuhan ini juga dikenal dengan nama kanawa, tou, kou, mareer, manjak, snottygobbles, glueberry, atau narrow-leafed bird lime tree. Di Pulau Jawa dan Pulau Madura dikenal dengan nama kalimasada, purnamasada, atau pramasada. Sebuah cerita rakyat Jawa menganggap pohon ini mengandung kekuatan spiritual.[5] Di Kepulauan Marshall dikenal dengan nama kono.[6] Sedangkan di Fiji tumbuhan ini disebut nawanawa.[7]

Morfologi

Jati emas tumbuh hingga ketinggian 7–10 m saat dewasa, tetapi mungkin juga dapat tumbuh hingga setinggi 15 m. Daunnya berbentuk bulat telur dengan panjang 8–20 cm dan lebar 5–13 cm.[8]

Bunga tubularnya berdiameter 2,5–4 cm dan membentuk cymes atau malai,[8] mahkota bunganya berwarna jingga dan mahkota bunganya berwarna hijau pucat, pemekaran bunganya terjadi sepanjang tahun, sebagian besar bunganya diproduksi di musim semi.[9]

Buahnya berwarna coklat yang dihasilkan sepanjang tahun, bentuknya bulat, panjangnya 2–3 cm , dan berkayu saat dewasa. Tiap buahnya mengandung empat biji atau kurang dengan panjang bijinnya sepanjang 10–13 mm. Buahnya dapat mengapung dan dapat terbawa arus laut dalam jarak yang jauh.[8]

Habitat

Tumbuhan ini merupakan pohon pantai, biasa tumbuh mulai dari daerah dekat laut hingga ketinggian 30 mdpl, namun dapat tumbuh ketinggian 150 mdpl juga. Tumbuh di daerah yang menerima curah hujan sebesar 1.000–4.000 mm per tahun. Tumbuhan ini lebih menyukai tanah netral hingga basa (pH 6,1 hingga 7,4) seperti tanah yang berasal dari batu basal, batu kapur, tanah liat (lempung), atau pasir. Tekstur tanah yang diperbolehkan untuk ditanami jati emas meliputi pasir, geluh berpasir, geluh, geluh liat berpasir, lempung berpasir, geluh lempung, dan lempung.[8] Tumbuhan ini juga bisa tumbuh di tepi pantai berbatu dan rawa bakau.[7]

Persebaran

Jati emas memiliki persebaran yang sangat luas, dimulai dari pantai timur Afrika barat, kemudian ke sepanjang Asia tropis dan Oseania hingga hawaii, kemudian ke arah barat. Distribusi ini dicapai karena karakteristik khusus dari buahnya yang memungkinkan memudahkan penyebaran melalui laut.[10] Sebelum tahun 2001, tumbuhan ini dianggap sebagai tumbuhan introduksi Polinesia ke Hawaii oleh banyak ahli. Namun, sebuah bukti subfosil dari Gua Makauwahi di Kauai menunjukkan bahwa tumbuhan ini ini tersebar melimpah di hutan dataran rendah Hawaii jauh sebelum kedatangan manusia di tempat itu, yang menunjukn statusnya sebagai spesies asli.[11]

Referensi

  1. ↑ Oldfield, S. (2019). "Cordia subcordata". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2019 e.T33199A67739216. doi:10.2305/IUCN.UK.2019-2.RLTS.T33199A67739216.en. Diakses tanggal 19 November 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link){{cite iucn}}: uses deprecated |page= identifier (help)
  2. 1 2 "Jati emas". Germplasm Resources Information Network (GRIN) online database. Diakses tanggal 2010-03-02.
  3. ↑ Hanara. "cordia subcordata". hanaranurseries.com. Diakses tanggal 2023-05-26.
  4. ↑ "Ciri Ciri Pohon Kalimasada (Cordia subcordata)". ciriciripohon.id. 26-05-2023. Diakses tanggal 2023-05-26.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  5. ↑ Bosbouwproefstation (1936). Korte mededeelingen - Cordia Subcordata. Cornell University. hlm. 107. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 31 Juli 2021. Diakses tanggal 30 Mei 2015.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ "Native plants of the Marshalls". Republic of the Marshall Islands Biodiversity Clearing House Mechanism. RMI Office of Environmental Planning and Policy Coordination. 2 Oktober 2008. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 19 Juni 2015. Diakses tanggal 7 September 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. 1 2 Keppel, Gunnar; Ghazanfar, Shahina A. (2011). Trees of Fiji: A Guide to 100 Rainforest Trees (Edisi third, revised). Secretariat of the Pacific Community & Deutsche Gesellschaft für Technische Zusammenarbeit. hlm. 62–3.
  8. 1 2 3 4 Friday, J. B.; Dana Okano (April 2006). "Cordia subcordata (kou)" (PDF). Species Profiles for Pacific Island Agroforestry. The Traditional Tree Initiative. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 16 Januari 2009. Diakses tanggal 2009-02-21.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. ↑ Allen, James A. (2003-01-01). "Cordia subcordata Lam". Tropical Tree Seed Manual. Reforestation, Nurseries & Genetics Resources. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 16 Januari 2009. Diakses tanggal 2009-02-24.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. ↑ Jayasuriya, A. H. Magdon; Gunatilleke, I. A. U. Nimal (2015-09-18). "A refugium for Cordia subcordata (Boraginaceae), a very rare and endangered plant in Sri Lanka and strategies for its conservation". Ceylon Journal of Science (Biological Sciences). 44 (1): 67. doi:10.4038/cjsbs.v44i1.7343. ISSN 0069-2379.
  11. ↑ Burney, David A.; James, Helen F.; Burney, Lida Pigott; Olson, Storrs L.; Kikuchi, William; Wagner, Warren L.; Burney, Mara; McCloskey, Deirdre; Kikuchi, Delores; Grady, Frederick V.; Gage, Reginald (November 2001). "FOSSIL EVIDENCE FOR A DIVERSE BIOTA FROM KAUA'I AND ITS TRANSFORMATION SINCE HUMAN ARRIVAL". Ecological Monographs (dalam bahasa Inggris). 71 (4): 615–641. doi:10.1890/0012-9615(2001)071[0615:FEFADB]2.0.CO;2. ISSN 0012-9615.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan