Kamis, 15 Oktober 2026
04:37 WIB
TERKINI
Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus

Junus Jahja

Bagikan:

Lauw Tjhwan Thio atau Haji Junus Jahja (22 April 1927 – 7 Desember 2011) adalah seorang tokoh Indonesia di bidang pembauran untuk kalangan Tionghoa.

Kiprahnya sebagai tokoh nasional dimulai ketika ia dan sejumlah tokoh lain, seperti Ong Hok Ham, dan Harry Tjan Silalahi, memprakarsai Piagam Asimilasi yang dicetuskan di Bandungan, suatu tempat peristirahatan di lereng Gunung Merbabu, pada tanggal 15 Juni 1952. Semenjak itu, ia dikenal sebagai tokoh Tionghoa yang aktif menganjurkan agar kaum Tionghoa berintegrasi sepenuhnya ke dalam masyarakat Indonesia. Namanya populer di kalangan intelektual, wiraswasta, dan remaja keturunan Tionghoa. Ia menyokong pendirian Masjid Lautze di Jakarta Pusat. Ia juga menjadi tokoh di belakang berdirinya Yayasan Haji Karim Oei, suatu lembaga yang berkiprah di bidang sosialisasi Islam di kalangan Tionghoa. Di bidang kenegaraan, Jahja pernah menjadi anggota Dewan Pertimbangan Agung. Atas jasa-jasanya, Junus Jahja menerima Bintang Mahaputra

Junus Jahja memeluk agama Islam sejak tahun 1979, di bawah bimbingan Hamka.Atas peran Hamka pula, ia masuk kepengurusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) hingga dipercaya menjabat sebagai Sekretaris Dewan Pengurus MUI.[1]

Junus menikah dengan Tjitjih Rukaesih, dikaruniai satu putri dan dua cucu.

Pendidikan

Karier dan Organisasi

Hasil karya tulisan

  • Zaman Harapan bagi Keturunan Tionghoa, Rekaman Dakwah Islamiyah 1979-1984 (1984)
  • Silaturahmi Muhammadiyah dan Pengusaha Nasional Menyongsong Zaman Harapan (1990)
  • Nonpri di Mata Pribumi (1991)
  • Sekitar konvensi pengusaha Cina sedunia (1993)
  • Peranakan Idealis: Dari Lie Eng Hok sampai Teguh Karya (2002)

Pranala luar

Referensi


20px-Soekarno.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik biografi Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan