Rabu, 04 November 2026
06:38 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Juliusz Janusz

Juliusz Janusz

Bagikan:

Juliusz Janusz
250px-Sti%C4%8Dna_mladih_2011%2C_10_%28Juliusz_Janusz%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Juliusz Janusz pada 2011
Penunjukan10 Februari 2011
Pensiun21 September 2018
PendahuluSantos Abril y Castelló
PenerusJean-Marie Speich
Jabatan lainUskup Agung Tituler Caprulae
Imamat
Tahbisan imam
19 Maret 1967
oleh Karol Józef Wojtyła
Tahbisan uskup
8 Mei 1995
oleh Angelo Sodano, Franciszek Macharski, dan Francis Arinze
Informasi pribadi
Lahir17 Maret 1944 (umur 82)
Łyczana, Polandia
Jabatan sebelumnya

Juliusz Janusz (lahir 17 Maret 1944) adalah seorang prelatus Gereja Katolik Polandia yang menjalani karir dalam penugasan diplomatik Takhta Suci. Ia menjadi uskup agung dan memegang jabatan Nunsius Apostolik dari 1995 sampai ia pensiun pada 2018.

Biografi

Juliusz Janusz lahir pada 17 Maret 1944 di Łyczana, Polandia.[1]

Ia ditahbiskan menjadi imam pada 19 Maret 1967 oleh Karol Wojtyła, Uskup Agung Krakow, kemudian Paus Yohanes Paulus II.[2]

Karir diplomatik

Ia datang ke Roma dengan tujuan menerima gelar dalam hukum kanon. Namun, atas permintaan Wojtyła, ia masuk Akademi Gerejawin Kepausan untuk mempersiapkan karir sebagai diplomat. Paus Paulus VI memberikannya penugasan pertamanya dalam pelayanan diplomatik Taktha Suci di Nunsiatur untuk Thailand, dan ia kemudian mengisi jabatan di Denmark, Swedia, Finlandia, Norwegia, Islandia dan Greenland, Jerman Barat dan Timur, Brasil, Belanda, Hungaria dan Taiwan, tempat ia menjadi chargé d’affaires selama tiga tahun.[2]

Pada 25 Maret 1995, Paus Yohanes Paulus II mengangkatnya menjadi uskup agung tituler Caprulae dan Nunsius Apostolik untuk Rwanda. Ia menerima penahbisan episkopal dari Kardinal Angelo Sodano pada 8 Mei. Yohanes Paulus mengangkatnya menjadi Nunsius Apostolik untuk Mozambik pada 26 September 1998[3] dan kemudian untuk Hungaria pada 9 April 2003.[4]

Pada 10 Februari 2011, Paus Benediktus XVI mengangkatnya menjadi Nunsius Apostolik untuk Slovenia dan Delegasi Apostolik untuk Kosovo.[5]

Ia pensiun pada 21 September 2018.

Referensi

  1. ↑ "Apostolski nuncij Juliusz Janusz se bo upokojil" [The apostolic nuncio Juliusz Janusz will retire] (dalam bahasa Slovenian). Radio Ognjisce. 5 September 2018. Diakses tanggal 2 Mei 2019.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 "Speech of H.S.H. the Ambassador Prince Windisch-Graetz". Sovereign Order of Malta Embassy to Slovenia. Diakses tanggal 2 Mei 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "Archbishop Juliusz Janusz [Catholic-Hierarchy]". www.catholic-hierarchy.org. Diakses tanggal 2020-05-14.
  4. ↑ "Rinunce e Nomine, 09.04.2003" (Rilis pers) (dalam bahasa Italia). Holy See Press Office. 9 April 2003. Diakses tanggal 2 Mei 2019.{{cite press release}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "Rinunce e Nomine, 10.02.2011" (Rilis pers) (dalam bahasa Italia). Holy See Press Office. 10 Februari 2011. Diakses tanggal 2 Mei 2019.{{cite press release}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Wikikutip memiliki koleksi kutipan yang berkaitan dengan: Juliusz Janusz.
Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Juliusz Janusz.


Portal
Akses topik terkait
Flag of PolandiaBiography icon

Artikel bertopik biografi Polandia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan