Rabu, 30 September 2026
12:56 WIB
TERKINI
Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu
Julius Caesar (drama)

Julius Caesar (drama)

Drama karya William Shakespeare (1564-1616)

Bagikan:
Rangkuman alur cerita pada artikel ini mungkin terlalu panjang dan tidak jelas. Silakan memperbaiki artikel ini dengan cara membuang bagian yang tidak penting agar lebih ringkas, padat, dan jelas. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
250px-Edwin_Austin_Abbey_-_Within_the_Tent_of_Brutus%2C_Enter_the_Ghost_of_Caesar%2C_Julius_Caesar%2C_Act_IV%2C_Scene_III_-_1937.1148_-_Yale_University_Art_Gallery.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Within the Tent of Brutus: Enter the Ghost of Caesar, Julius Caesar, Act IV, Scene III, lukisan tahun 1905 karya Edwin Austin Abbey

The Tragedy of Julius Caesar (judul dalam Folio Pertama: The Tragedie of Ivlivs Cæsar), sering disingkat menjadi Julius Caesar, adalah tragedi sejarah karya William Shakespeare, dipercaya telah ditulis dan pertama kali dipentaskan pada tahun 1599. Drama ini menggambarkan konspirasi politik yang menyebabkan pembunuhan diktator Romawi Julius Caesar dan perang saudara yang terjadi kemudian di Roma. Mengambil inspirasi terutama (dengan penyimpangan dalam berbagai aspek) dari terjemahan Sir Thomas North tahun 1579 dari Parallel Lives karya Plutarch, Shakespeare menyajikan kisah dramatis tentang meningkatnya kekuasaan Caesar, pembunuhannya oleh sekelompok senator yang dipimpin oleh Cassius dan Brutus, dan kekalahan para konspirator oleh pasukan Mark Antony dan Oktavius pada Pertempuran Filipi.

Meskipun dinamai menurut nama Caesar, drama ini sebagian besar berfokus pada Brutus, yang dilema moral dan politiknya sering membuat para kritikus menganggapnya sebagai pahlawan tragisnya. Tema-tema sentral meliputi ketegangan antara loyalitas pribadi dan kewajiban publik, penggunaan retorika dalam politik, dan kerapuhan pemerintahan republik dalam menghadapi ambisi dan kekuasaan. Julius Caesar adalah salah satu drama pertama yang dipentaskan di Globe Theatre dan tetap menjadi salah satu karya Shakespeare yang paling sering dipentaskan. Konsep ini telah diadaptasi dalam berbagai bentuk dan diinterpretasikan dalam beragam konteks politik, mencerminkan berbagai keprihatinan mulai dari perdebatan era Elizabeth tentang suksesi hingga diskusi modern tentang kediktatoran dan demokrasi. Drama ini banyak dipelajari karena eksplorasinya tentang karakter, persuasi, dan moralitas politik, dan terus memengaruhi sastra, teater, dan wacana politik.

Tragedi

[icon]
Bagian ini memerlukan pengembangan. Anda dapat membantu dengan mengembangkannya. (Juni 2026)

Babak 1, Adegan 1

Tragedi ini dimulai dengan dua tribunus yaitu Marullus dan Flavus ("Flavius" dalam tragedi) menemukan para plebs yang sedang merayakan pawai kemenangan Julius Caesar melawan putra-putra dari saingannya, yaitu Pompeius. Para tribunus menghina mereka karena para plebs yang awalnya mendukung Pompeius sekarang merayakan kemenangan Caesar. Kemudian Flavius dan Marullus membubarkan perayaan dan mengusir para plebs.[1]

Babak 1, Adegan 2

250px-Illustration_of_William_Shakespeare%27s_Julius_Caesar%2C_Act_I%2C_Scene_II_%28%27Beware_the_ides_of_March%27%29%2C_engraved_by_M._Heckle_%28circa_late_19th_century%29.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Caesar mengabaikan peringatan seorang peramal saat pawai kemenangan, karya M. Heckle.

Saat Lupercalia, Caesar mengadakan pawai kemenangan dan seorang peramal memperingatkan Caesar, "Waspadalah terhadap Idus Martiae"[a]. Namun, Caesar mengabaikannya. Ketika semuanya sudah pergi, Cassius mencoba untuk meyakinkan Brutus untuk bersekongkol dengannya dalam rencana pembunuhan Caesar. Meskipun Brutus adalah sahabat Caesar, ia setuju bahwa Caesar mungkin menyalahgunakan kekuasaannya. Caesar dan kerumunannya kembali. Casca memberi tahu Brutus dan Cassius bahwa Marcus Antonius ("Mark Antony" dalam tragedi) telah menawar Caesar mahkota Romawi tiga kali. Casca juga menyatakan bahwa setiap waktu Caesar menolak mahkota dengan keengganan yang meningkat, berharap kerumunannya akan memintanya untuk menerima mahkota. Lalu Casca mendeskripsikan bagaimana kerumunan Caesar memberikan tepuk tangan kepada Caesar ketika menolak mahkota, dan bagaimana hal itu membuat Caesar kesal.[2]

Babak 1, Adegan 3

Pada malam sebelum Idus Martiae, Cicero dan Casca bertemu saat hujan badai turun. Cicero mendeskripsikan keajaiban pada malam itu dan berpikir bahwa keajaiban tersebut meramalkan hal baik yang akan datang. Ketika Cicero pergi, Cassius datang untuk membujuk Casca bergabung dalam konspirasi. Cinna, yang sudah bergabung, diperintahkan oleh Cassius untuk meletakkan surat-surat dukungan palsu dari orang Romawi di kursi Praetor, jendela Brutus, dan patung Lucius Junius Brutus ("Old Brutus" dalam tragedi).[3]

Babak 2, Adegan 1

Brutus memutuskan untuk bertindak setelah membaca surat-surat palsu. Ketika ia didatangi oleh Cassius, Casca, Decimus ("Decius" dalam tragedi), Cinna, Metellus, dan Trebonius, ia setuju untuk bergabung tetapi menolak untuk membunuh Caesar serta Antony. Saat para konspirator pergi, istri Brutus, Portia, memohon penjelasan mengapa ekspresinya berubah seketika, tetapi Brutus berbohong, "Aku tidak sehat, / Itu saja."[b] Namun, Portia tidak percaya dengan pernyataan Brutus dan berlutut agar diberi tahu apa yang sebenarnya terjadi, tetapi Brutus mengangkatnya dan tidak mau memberi tahu kebenarannya. Quintus Ligarius ("Caius Ligarius" dalam tragedi) mendatangi Brutus untuk mengajaknya ke Caesar.[4]

Babak 2, Adegan 2

Pada Idus Martiae, Caesar menyuruh pembantunya untuk memerintahkan para pendeta untuk memulai pengorbanan. Istri Caesar, Calpurnia ("Calphurnia" dalam tragedi), memohon Caesar untuk tidak pergi ke Gedung Senat hari ini. Awalnya Caesar setuju, tetapi Decius berhasil untuk membujuknya datang. Caesar, Mark Antony, dan para konspirator pergi.[5]

Babak 2, Adegan 3

Artemidoros ("Artemidorus" dalam tragedi) menunggu Caesar di jalanan untuk memberinya sebuah surat yang memperingatkan Caesar tentang konspirasi:[c]

Caesar, waspadalah terhadap Brutus, perhatikan
Cassius, jangan dekat dengan Casca, lihat Cinna,
jangan percaya Trebonius, awasi Metellus Cimber.
Decius Brutus tidak menyayangimu. Kamu telah berbuat salah kepada
Caius Ligarius. Hanya ada satu rencana diantara semua
orang ini, dan rencana itu menentang Caesar. Jika kamu tidak
abadi, lihat sekelilingmu. Keamanan diubah menjadi
konspirasi. Semoga para dewa dan dewi akan melindungimu!

Artemidorus menyatakan bahwa ia akan memberikan surat ini kepada Caesar sebagai pelamar, dan ia berharap Caesar hidup.[6]

Babak 2, Adegan 4

Portia memerintahkan pembantunya, Lucius, untuk memeriksa kondisi Brutus di Gedung Senat. Mereka bertemu dengan Peramal yang masih mengkhawatirkan Caesar.[7]

Babak 3, Adegan 1

250px-Death_of_Julius_Caesar_2.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
The assassination of Julius Caesar: karya William Holmes Sullivan (ca 1888)

Caesar dan kerumunannya telah tiba di jalanan, ia mengatakan, "Idus Martiae telah tiba."[d] Caesar mengabaikan surat peringatan Artemidorus. Ketika Caesar memasuki Gedung Senat, Metellus Cimber memohon kepada Caesar untuk membebaskan saudaranya, Publius Cimber. Namun, Caesar menolaknya. Konspirator lainnya ikut memohon kepada Caesar, tetapi ia tetap menolak. Casca berteriak "Bicaralah untukku, wahai kedua tanganku!"[e] lalu menusuk Caesar dari belakang dengan pisau, yang menyebabkan konspirator lainnya mulai menusuk Caesar juga. Kata-kata terakhir Caesar adalah "Kamu juga, Brutus?—Jatuhlah, Caesar."[f] Senator yang tidak bergabung dalam konspirasi dan para plebs di luar panik. Mark Antony dan pembantu Octavius Caesar datang kepada mereka.[8]

Tokoh

Lihat pula

Catatan

  1. ↑ "Beware the ides of March"
  2. ↑ "I am not well in health, / And that is all."
  3. ↑ "Caesar, beware of Brutus, take heed of / Cassius, come not near Casca, have an eye to Cinna, / trust not Trebonius, mark well Metellus Cimber, / Decius Brutus loves thee not. Thou hast wronged / Caius Ligarius. There is but one mind in all these / men, and it is bent against Caesar. If thou beest not / immortal, look about you. Security gives way to / conspiracy. The mighty gods defend thee!"
  4. ↑ "The ides of March are come."
  5. ↑ "Speak, hands, for me!"
  6. ↑ "Et tu, Brute?—Then fall, Caesar."

Referensi

  1. ↑ Shakespeare, William. "Julius Caesar, Act 1, Scene 1 (Folger Digital Texts)". Washington, D.C.: Folger Shakespeare Library. Diakses tanggal 16 Juni 2026.{{cite web}}: |author= and |last1= ditentukan lebih dari satu kali; |chapter= diabaikan
  2. ↑ Shakespeare, William. "Julius Caesar, Act 1, Scene 2 (Folger Digital Texts)". Washington, D.C.: Folger Shakespeare Library. Diakses tanggal 16 Juni 2026.{{cite web}}: |author= and |last1= ditentukan lebih dari satu kali; |chapter= diabaikan
  3. ↑ Shakespeare, William. "Julius Caesar, Act 1, Scene 3 (Folger Digital Texts)". Washington, D.C.: Folger Shakespeare Library. Diakses tanggal 16 Juni 2026.{{cite web}}: |author= and |last1= ditentukan lebih dari satu kali; |chapter= diabaikan
  4. ↑ Shakespeare, William. "Julius Caesar, Act 2, Scene 1 (Folger Digital Texts)". Washington, D.C.: Folger Shakespeare Library. Diakses tanggal 16 Juni 2026.{{cite web}}: |author= and |last1= ditentukan lebih dari satu kali; |chapter= diabaikan
  5. ↑ Shakespeare, William. "Julius Caesar, Act 2, Scene 2 (Folger Digital Texts)". Washington, D.C.: Folger Shakespeare Library. Diakses tanggal 17 Juni 2026.{{cite web}}: |author= and |last1= ditentukan lebih dari satu kali; |chapter= diabaikan
  6. ↑ Shakespeare, William. "Julius Caesar, Act 2, Scene 3 (Folger Digital Texts)". Washington, D.C.: Folger Shakespeare Library. Diakses tanggal 17 Juni 2026.{{cite web}}: |author= and |last1= ditentukan lebih dari satu kali; |chapter= diabaikan
  7. ↑ Shakespeare, William. "Julius Caesar, Act 2, Scene 4 (Folger Digital Texts)". Washington, D.C.: Folger Shakespeare Library. Diakses tanggal 17 Juni 2026.{{cite web}}: |author= and |last1= ditentukan lebih dari satu kali; |chapter= diabaikan
  8. ↑ Shakespeare, William. "Julius Caesar, Act 3, Scene 1 (Folger Digital Texts)". Washington, D.C.: Folger Shakespeare Library. Diakses tanggal 17 Juni 2026.{{cite web}}: |author= and |last1= ditentukan lebih dari satu kali; |chapter= diabaikan

Pranala luar

Drama
Tragedi
Komedi
Sejarah
Lihat juga
120px-Shakespeare_%28oval-cropped%29.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sajak
Apokrifa
Drama
Sajak
Kehidupan
dan karya
Peninggalan
Institusi
Keluarga
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan