Sabtu, 31 Oktober 2026
22:44 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Artemidoros

Bagikan:

Artemidoros (bahasa Yunani: Ἀρτεμίδωρος), abad kesatu SM, adalah penduduk asli Knidos di barat daya Anatolia.

Dia sekarang paling dikenal sebagai tokoh kecil dalam drama Shakespeare Julius Caesar di mana, menyadari plot melawan kehidupan Caesar, dia mencoba untuk memperingatkannya dengan catatan tertulis. Meskipun Caesar mengambil catatan itu, dia tidak melihatnya sebelum memasuki Senat dan tak lama kemudian dibunuh. Kisah ini berasal dari Plutarkhos.[1]

Nama Artemidoros ditemukan pada sebuah prasasti di Knidos oleh W. J. Hamilton pada 1830-an.[2] Ini terjadi bersamaan dengan nama Gaius Julius Theopompus, sahabat Julius Caesar, juga disebutkan oleh Plutarkhos. Dari prasasti tersebut, tampak bahwa Artemidoros adalah nama ayah dan anak Theopompus. G. Hirschfield[3] berpendapat bahwa Artemidoros adalah putra dan mengutip prasasti lebih lanjut yang juga dibahas oleh C. T. Newton.[4] Ini menggambarkan penghargaan yang akan diberikan – termasuk altar yang akan dibangun dan dipelihara, dan permainan perayaan – kepada seseorang yang namanya sayangnya tidak ada. Namun, karena permainan itu disebut "Artemidoreia", kemungkinan penerima penghargaan adalah Artemidoros.[5]

Artemidoros dihormati dengan cara ini bisa jadi karena pembayaran pajak yang diberikan oleh Caesar kepada rakyat Knidos sebagai hadiah atas kepatuhan keluarganya.[6] Prasasti Newton berakhir dengan menyatakan bahwa kehormatan akan sama dengan para Dewa, dan Jenkins[7] menunjukkan bahwa Artemidoros mingkin adalah warga negara terakhir Republik Romawi yang dianggap sebagai dewa dalam hidupnya sendiri.

Referensi

  1. ↑ Plutarkhos, Life of Caesar Ch. 65 link
  2. ↑ W. J. Hamilton, Researches in Asia Minor, Pontus, and Armenia Ch. XXXIII, London 1842 link
  3. ↑ G. Hirschfield, "C. Julius Theupompus of Cnidus", Journal of Hellenic Studies Volume 7, pp 286-290, 1886
  4. ↑ C. T. Newton, A History of Discoveries at Halicarnassus, Cnidus and Branchidae Ch. XVIII, London 1863 link
  5. ↑ The inscriptions have been republished by W. Blümel as IK Knidos 51-55 and 59; English translation at attalus.org.
  6. ↑ Plutarch, Life of Caesar Ch. 48 link
  7. ↑ I. Jenkins, The Lion of Knidos p. 52, British Museum Press 2008 ISBN978-0-7141-5072-7
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan