Kamis, 15 Oktober 2026
23:13 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M
Jeong-ak

Jeong-ak

Bagikan:
250px-Jongmyo_DSC_6892.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Alat musik Pyeongyeong

Musik istana Korea atau Jeong-ak (正樂; harfiah "musik yang pantas") adalah musik yang khusus dimainkan di lingkungan bangsawan dan lingkungan kerajaan Korea pada zaman dahulu, dan masih dimainkan sampai pada saat ini. Musik istana Korea biasanya dimainkan dalam bentuk orkestra atau solo serta memiliki tempo permainan yang bervariasi, mulai dari yang sangat lambat, sedang dan cepat. Masing-masing permainan musik tersusun atas repertoar-repertoar. Pada zaman dahulu musik istana dimainkan pada saat upacara keagamaan, kenegaraan, ataupun pesta-pesta dan perayaan besar yang dimeriahkan dengan tarian-tarian. Permainan musik-musik ini sekarang sebagian besar dilestarikan oleh Gungnipgukagwon atau The National Center for Korean Traditional Performing Arts di Seoul.

Bentuk

Musik istana Korea dibagi dalam banyak kategori, yaitu:

  • Aak (雅樂;harfiah "musik elegan") yaitu musik upacara yang diimpor dari dari Tiongkok, Yayue. Aak hanya dimainkan pada upacara keagamaan Konfusius seperti Jongmyo Jerye dan Munmyo Jerye di Seoul. Jenis musik ini hanya hidup di Korea pada saat ini, sementara sudah hilang di Tiongkok. Di Jepang dinamakan Gagaku.
  • Hyang-ak (鄕樂; harfiah "musik asli") yaitu jenis musik istana asli dari Korea. Salah satu potongan hyang-ak yang paling penting disebut sebagai yeomillak.
  • Dang-ak (唐樂; harfiah "musik Tang") yaitu jenis-jenis musik dari Dinasti Tang dan Song yang diadaptasikan ke dalam tempo dan nada Korea.
  • Daechwita (吹打/大吹打; harfiah "menabuh dan meniup dengan keras") atau musik militer adalah musik yang mengiringi rombongan militer kerajaan. Chwita terdiri atas beberapa repertoar yang dimainkan saat upacara militer atau perayaan militer.

Pranala luar

Ikon rintisan

Artikel bertopik Korea ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan