Senin, 21 September 2026
21:29 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Pungryu

Pungryu

250px-A_concert_of_Corean_musicians.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pemusik pungryu pada tahun 1904
250px-43921_%EA%B3%B5%EC%97%B0_%EC%A0%84%EA%B2%BD_%EA%B5%AD%EA%B0%80%EB%AC%B4%ED%98%95_%EC%9D%B4%EB%A6%AC%ED%96%A5%EC%A0%9C%EC%A4%84%ED%92%8D%EB%A5%98_2006_%EC%A0%84%EB%B6%81_%EC%9D%B5%EC%82%B0.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kelompok musik Iri Pungryu dari Iksan, Jeolla Utara

Pungryu adalah sebuah genre musik tradisional Korea.[1] Tidak seperti tipe musik rakyat jelata yang lebih umum, musik pungryu adalah hiburan dan kesenian khusus untuk kaum bangsawan.

Sejarah

Musik bangsawan sudah ada sejak zaman dinasti Goguryeo, menurut lukisan dinding Kuburan Goguryeo.[1] Musik pungryu yang sekarang masih dilestarikan adalah warisan dari era Dinasti Joseon.

Sebelumnya, pungryu merupakan istilah untuk menyebut kegiatan berjalan-jalan,tamasya, menyanyi dan menari sambil menikmati alam.[2] Pungryu menjadi semacam sarana untuk menyegarkan pikiran dan bersenang-senang.[2] Pungryu bermakna "angin yang bertiup" diterjemahkan menjadi cara hidup yang mengalir seirama dengan alam.[2] Bermain musik merupakan salah satu kegiatan pungryu yang disukai bangsawan. Pada periode Joseon, musik pungryu adalah kategori musik kamar.

Susunan alat musik

Referensi

  1. 1 2 (Inggris) Pungryu, Korea's Elegant Traditional Culture Diarsipkan 2017-09-02 di Wayback Machine.
  2. 1 2 3 Mason, David A (2016). Solitary Sage: The Profound Life, Wisdom and Legacy of Korea’s "Go-un" Choi Chi-won. Lulu Press, Inc.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan