Jumat, 16 Oktober 2026
04:57 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M
Hendrik Merkus de Kock

Hendrik Merkus de Kock

tokoh militer Belanda

Bagikan:
Dalam artikel ini, nama keluarganya adalah De Kock, bukan Kock.
Hendrik Merkus de Kock
250px-Hendrik_Merkus_Baron_de_Kock_by_Cornelis_Kruseman.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Potret oleh Cornelis Kruseman
Anggota Senat
Masa jabatan
1 Juli 1842 –12 April 1845
Penguasa monarkiWilliam II
Menteri Dalam Negeri
Masa jabatan
1 Desember 1836 –1 Juni 1841
Penguasa monarkiWilliam I
William II
PendahuluHendrik Jacob, Baron van Doorn
PenggantiWillem Anne, Baron Schimmelpenninck van der Oye
Letnan (wakil)Gubernur Jenderal Hindia Belanda
Lieutenant
Masa jabatan
2 Januari 1826 –16 Januari 1830
Penguasa monarkiWilliam I
Gubernur JenderalLeonard du Bus de Gisignies
PendahuluGodert van der Capellen
Informasi pribadi
Lahir(1779-05-25)25 Mei 1779
Meninggal12 April 1845(1845-04-12) (umur 65)
Den Haag, Belanda
Orang tua
  • Johannes Conradus de Kock (ayah)
  • Maria Petronella Merkus (ibu)
KerabatCharles Paul de Kock (adik)
Penghargaan sipil
Orde Militer Willem
Karier militer
Pihak
Dinas/cabang
PangkatLetnan Jenderal
Pertempuran/perangPerang Diponegoro

Hendrik Merkus, Baron de Kock (25 Mei 1779 – 12 April 1845) adalah seorang perwira militer, administrator kolonial, dan politikus Belanda yang menjabat sebagai Letnan Gubernur Jenderal Hindia Belanda dari tahun 1826 hingga 1830. Ia juga menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri dari tahun 1836 hingga 1841.[1]

Biografi

Hendrik Merkus de Kock lahir pada tanggal 25 Mei 1779 di Heusden, Republik Belanda. Ayahnya adalah Johannes Conradus de Kock, seorang bankir yang dipenggal kepalanya di Paris, dan ibunya adalah Maria Petronella Merkus.[1]

Pada tahun 1801, ia bergabung dengan Angkatan Laut Bataaf, dan pada tahun 1807 ditugaskan ke Hindia Belanda. Pada tahun 1821 ia memimpin ekspedisi militer ke Palembang untuk menumpas pemberontakan setempat. Kemudian, sebagai Letnan Gubernur Jenderal (1826–1830), De Kock memimpin perlawanan terhadap Pangeran Diponegoro dalam Perang Jawa.[1]

Komandan yang berjaya itu dinyatakan sebagai baron pada tahun 1835, dan bertugas di Pemerintahan Belanda sebagai Menteri Dalam Negeri dari tahun 1836 hingga 1841. Ia menjabat sebagai Menteri Negara dari tahun 1841 hingga 1845. Ia tetap menjadi anggota Kamar Pertama parlemen hingga kematiannya. Ia meninggal di Den Haag pada tanggal 12 April 1845.[1]

Kehormatan

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 "H.M. baron de Kock" (dalam bahasa Belanda). Parlementair Documentatie Centrum. Diakses tanggal 4 Oktober 2014.

Pranala luar

Jabatan politik
Didahului oleh:
Hendrik Jacob, Baron van Doorn
Menteri Dalam Negeri
1836–1841
Diteruskan oleh:
Willem Anne, Baron Schimmelpenninck van der Oye
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan