Rabu, 04 November 2026
08:22 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Jembatan Selat Bali

ruas jalan tol di Indonesia

Bagikan:

Jembatan Selat Bali (JSB) adalah usulan megaproyek jalan dan jalur kereta api yang menghubungkan dua pulau di Indonesia, yaitu Jawa dan Bali, melintasi Selat Bali. Jembatan Selat Bali dirancang sebagai proyek infrastruktur vital yang menghubungkan Pulau Sumatra (seandainya usulan Jembatan Selat Sunda terealisasi), Jawa, dan Bali, serta menyediakan jalur layang yang berkelanjutan melintasi daratan maupun perairan. Desain jembatan ini memperhitungkan kondisi Selat Bali yang menantang—meskipun lebarnya hanya 2,4 km pada titik tersempit—selat ini dikenal memiliki gelombang tinggi dan arus yang kuat.[1]

Usulan pembangunan jembatan tersebut kabarnya pertama kali diajukan pada tahun 1960 oleh Prof. Sedyatmo dari Institut Teknologi Bandung sebagai bagian dari rencana yang lebih luas, yang dikenal sebagai Tri Nusa Bimasakti, untuk menghubungkan tiga pulau yaitu Sumatra, Jawa, dan Bali.[2] Pemerintah Indonesia sedang merancang desain jembatan tersebut, namun belum ada tanggal resmi untuk pelaksanaannya.[3][4][5][6]

Kontroversi

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Jembrana, I Komang Arsana menolak pembangunan jembatan Selat Bali. Menurutnya, berdasarkan kisah Dang Hyang Sidhimantra dalam mitologi Hindu Bali, Pulau Bali dan Pulau Jawa sengaja dipisahkan agar laut berfungsi sebagai penyaring yang mencegah pengaruh-pengaruh negatif dari luar masuk ke Bali.[7]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Ningtyas, Ika (2012-08-02). "Jembatan Selat Bali Terkendala Aspek Kultural". Tempo (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-08-14.
  2. ↑ Dimas Novita S. and Zufrizal, 'Sunda Strait Bridge: Towards ground breaking in 2014', Indonesian Infrastructure Initiative website, 19 April 2013.
  3. ↑ "Sejarah Kontroversi Proyek Jembatan Selat Sunda". Tempo. 2012-07-30. Diakses tanggal 2015-08-05.
  4. ↑ Tma, Ant (2002-12-02). "Gubernur Bali Tetap Tolak Jembatan Jawa-Bali". Gatra. Diakses tanggal 2015-08-05.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: layanan pengarsipan yang sudah usang (link)
  5. ↑ "Pakde Karwo: Jembatan Selat Bali Batal Dibangun". Tempo. 2012-07-31. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-03-04. Diakses tanggal 2015-08-05.
  6. ↑ Suhendra (2009-05-31). "Mega Proyek Jembatan Sunda dan Bali Belum Jadi Prioritas". Detik. Diakses tanggal 2010-02-03.
  7. ↑ http://www.merdeka.com/peristiwa/ide-bupati-banyuwangi-bangun-jembatan-jawa-bali-ditolak-tokoh-agama.html
Ruas sebelumnya:
Ikon jalan tol di Indonesia Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi (rencana)
Jalan Tol Trans Jawa-Bali-Lombok Ruas selanjutnya:
Ikon jalan tol di Indonesia Jalan Tol Gilimanuk–Mengwi (rencana)
Operasional
Sumatera
Trans-Sumatra
Sumut
Riau
Sumbar
Sumsel
Bengkulu
Jawa
Trans-Jawa
Banten
Jabodetabek
JIRR
JIRR 2
JORR
JORR 2
Lainnya
Jabar
Jateng
Jatim
Bali
Kalimantan
IKN dan Kaltim
Sulawesi
Sulut
Sulsel
Transpulau
60px-ID_Rambu_petunjuk_4a.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Konstruksi
Sumatera
Jawa
Kalimantan
Rencana
Sumatera
Jawa
Bali
Kalimantan
Sulawesi
Ikon rintisan

Artikel bertopik bangunan dan struktur di Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan