Senin, 21 September 2026
05:42 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Waktu Standar Jepang

Waktu Standar Jepang

salah satu zona waktu di dunia

Artikel ini sudah memiliki daftar referensi, bacaan terkait, atau pranala luar, tetapi sumbernya belum jelas karena belum menyertakan kutipan pada kalimat. Mohon tingkatkan kualitas artikel ini dengan memasukkan rujukan yang lebih mendetail bila perlu. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
"WSJ" beralih ke halaman ini. Untuk kegunaan lain, lihat WSJ (disambiguasi).
250px-Imperial_Ordinance_167_issued_on_December_27%2C_Meiji_28_%281895%29.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peraturan kekaisaran yang dikeluarkan pada 27 Desember (1895).

Waktu Standar Jepang (日本標準時, Nihon hyōjunji) (bahasa Inggris: Japan Standard Time, disingkat JST) adalah zona waktu yang digunakan di seluruh Jepang, dengan perbedaan waktu sebesar UTC+9:00. Nama resminya adalah Waktu Standar Bagian Tengah (Chūō hyōjunji). Tidak ada waktu musim panas (daylight saving time, DST) atau penyesuaian waktu musiman di Jepang.

Waktu standar Jepang didasarkan pada jam atom milik Badan Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi (Jōhō Tsūshin Kenkyū Kikō). Sebelumnya, Waktu Standar Jepang dihitung berdasarkan waktu matahari rata-rata setempat di Observatorium kota Akashi (Planetarium Kota Akashi) yang terletak di kota Akashi, Prefektur Hyogo. Observatorium Akashi dilewati bujur 135°BT dan pernah memiliki jam besar yang menunjukkan Waktu Standar Jepang. Akibat Gempa bumi besar Hanshin tahun 1995, jam tersebut rusak dan sekarang menjadi barang pameran di Universitas Kobe Gakuin. Jam besar yang sekarang terpasang di atas menara Planetarium Kota Akashi merupakan hadiah dari perusahaan jam Seiko.

Waktu musim panas (DST) pernah diberlakukan di Jepang antara tahun 1948 hingga tahun 1951. Pada tahun-tahun tersebut, waktu musim panas dimulai Sabtu minggu pertama bulan Mei hingga Sabtu minggu kedua bulan September, dengan perkecualian waktu musim panas tahun 1949 yang dimulai bulan April.

Sejarah

Waktu standar Jepang berdasarkan bujur 135°BT berlaku sejak 1 Januari 1887 berdasarkan Perintah Kekaisaran (chokurei) No. 51 tentang Metode Penghitungan Bujur Greenwich dan Waktu Standar (Honsho-shigosen keido keisan-hō oyobi hyōjunji no ken) tertanggal 12 Juli 1886.

Waktu Standar Bagian Barat (Seibu hyōjunji) atau Western Standard Time pernah diberlakukan untuk Taiwan dan Kepulauan Pescadores yang waktu itu berada di bawah pendudukan Jepang, serta Kepulauan Yaeyama dan Kepulauan Miyako dengan perbedaan waktu sebesar UTC+8:00. Waktu standar tersebut ditetapkan tanggal 28 Desember 1895 berdasarkan Perintah Kekaisaran (chokurei) No. 167 dan berlaku sejak 1 Januari 1896. Pada saat itu, Waktu Standar Bagian Tengah (Chūō Hyōjunji) digunakan untuk menyebut zona waktu yang digunakan di Hokkaido, Honshu, Shikoku, Kyushu, dan Okinawa. Waktu Standar Bagian Barat dihapus sejak tanggal 24 September 1937 dengan Perintah Kekaisaran (chokurei) No. 529 yang mulai berlaku 1 Oktober 1937.

Sebelum zaman Meiji (1868–1912), masing-masing daerah lokal memiliki zona waktu sendiri di mana siang dibentuk ketika matahari berada tepat pada puncaknya. Sebagai transportasi modern seperti kereta api yang diadopsi, kebiasaan ini mulai menimbulkan kebingungan. Sebagai contoh, ada perbedaan 5 derajat dari segi garis bujur antara Tokyo dan Osaka. Karena adanya hal ini, kereta api yang berangkat dari Tokyo akan tiba di Osaka 20 menit sebelum waktu di Tokyo. Pada tahun 1886, peraturan 51 dikeluarkan untuk mengatasi masalah ini.

Sinyal waktu

Sinyal waktu resmi dipancarkan oleh Badan Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi (National Institute of Information and Communications Technology). Pemancar sinyal waktu terletak di Gunung Ōtakadoya, Desa Tamura, Prefektur Fukushima dan mulai beroperasi sejak 10 Juni 1999. Liputan sinyal dari pemancar di Gunung Ōtakadoya baru mencakup seluruh pelosok Jepang setelah dibuka pemancar baru di Gunung Hagane (kota Saga) pada tahun 2001.

Pranala luar

Zona waktu Asia
Negara
berdaulat
Asia Tenggara
Asia Timur
Asia Selatan
Asia Tengah
Asia Barat
Lintas benua
Negara dengan
pengakuan terbatas
Dependensi dan
wilayah lain
1 Terkadang dimasukkan ke Eropa, tergantung definisi perbatasan. 2 Terkadang dimasukkan ke Oseania. 3 Negara lintas benua.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan