Sabtu, 10 Oktober 2026
08:47 WIB
TERKINI
Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah

James Fearon

Bagikan:

James D. Fearon adalah Dosen Ilmu Politik Theodore dan Francis Geballe dari Amerika Serikat. Ia dikenal atas tulisan-tulisannya mengenai teori perang saudara, daya tawar internasional, masalah pemborosan perang, dan biaya audiensi. Ia mendapatkan gelar BA dari Universitas Harvard dan PhD dari Universitas California, Berkeley.

Tulisan Fearon mengenai perang menekankan bahwa ilmuwan perlu menjelaskan mengapa negara rasional malah terlibat dalam perang alih-alih memanfaatkan daya tawarnya, padahal daya tawar dapat membuat kedua pihak menyelesaikan pertentangannya dengan damai. Ia juga menjelaskan mengapa negara-negara demokratis lebih mampu menyatakan keinginannya dalam perang berkat biaya audiensi dalam negeri. Fearon juga memberi sumbangsih pada studi demokrasi deliberatif.[1]

Fearon memaparkan tiga asumsi dasar mengenai perang. Pertama, perang adalah pilihan yang lebih boros daripada perdamaian. Kedua, perang dapat dipastikan tak dapat dipastikan (predictably unpredictable). Dengan kata lain, walaupun tidak ada pihak yang tahu siapa yang akan menang, mereka sama-sama yakin bahwa masing-masing pihak akan menang. Ketiga, tidak ada manfaat langsung yang dapat diambil dari perang. Fearon menyebut teorinya sebagai masalah pemborosan perang.

Ilmuwan konstruktivis Marc Lynch menjuluki Fearon "tokoh rasionalis berpengaruh" dalam teori hubungan internasional dan mengakuinya (bersama konstruktivis Alexander Wendt) sebagai tokoh yang mengakhiri perdebatan teori rasionalis versus konstruktivis.[2]

Sejak 2011, Fearon merupakan anggota dewan Peace Research Endowment.

Catatan kaki

  1. ↑ Elster, Jon (editor) (1998). "(see intro by Jon Elster and chpt 2 by Fearon)". Deliberative Democracy (Cambridge Studies in the Theory of Democracy). Cambridge University Press. ISBN 0-521-59696-3.{{cite book}}: |author= memiliki nama generik
  2. ↑ Lynch, Marc (Juli 25, 2007). "Abu Aardvark: IR: Constructivism v Rationalism". Abu Aardvark. Diakses tanggal 10 November 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi ilmuwan politik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan