Selasa, 13 Oktober 2026
08:11 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM

Jaafar Muhammad

Pemangku Dato' Menteri Johor (1863–1886) dan Menteri Besar Johor pertama (1886–1919)

Bagikan:
Artikel ini berisi tentang politikus Melayu. Untuk politikus Sudan, lihat Gaafar Muhammad al-Nimeiry.
Ini adalah nama Melayu; nama "Muhammad" merupakan patronimik, bukan nama keluarga, dan tokoh ini dipanggil menggunakan nama depannya, "Jaafar".
Jaafar Haji Muhammad
Menteri Besar Johoryang Pertama
Masa jabatan
1886–1919
PendahuluKantor didirikan
PenggantiMohamed Mahbob
Informasi pribadi
Lahir1838
Meninggal3 Juli 1919(1919-07-03) (umur 80–81)
Bukit Senyum, Johor Bahru, Johor
MakamMahmoodiah Royal Mausoleum
AnakOnn Jaafar

Dato Jaafar Bin Haji Muhammad (lahir pada 1838 di Teluk Belanga, Singapura, Negeri-Negeri Selat; meninggal pada 3 Juli 1919 di Bukit Senyum, Johor Bahru) D.K., S.P.M.J., C.M.G.[1] adalah Dato' Menteri Besar pertama dan paling lama menjabat dari negara bagian Malaysia Johor, sebuah jabatan yang ia pegang sampai mati.

Jaafar memegang jabatan saat Temenggung Abu Bakar menjadikan dirinya sendiri sebagai Sultan Johor dan merumuskan sebuah framework administratif dan konstitusi baru untuk Johor pada 1885. Tempat tinggalnya untuk sebagian besar masa akhir hidupnya adalah Istana Bukit Senyum yang dibangun pada 1883 dan sebuah SMA yang berada di belakang istana tersebut, Sekolah Dato Jaafar dinamai dengan namanya.

Jaafar menikah sebanyak lima kali,[2] dan tiga putranya juga menjadi Menteri Besar setelahnya, termasuk bapak nasionalisme Melayu modern, Dato Onn Jaafar.

Referensi

  1. ↑ http://journalarticle.ukm.my/543/
  2. ↑ "Malaysian Families: Taking root, branching out". The Star. 5 Juli 2013. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-08-03. Diakses tanggal 2016-11-12.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan