Jumat, 09 Oktober 2026
22:26 WIB
TERKINI
Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah

Jaafar Muhammad

Pemangku Dato' Menteri Johor (1863–1886) dan Menteri Besar Johor pertama (1886–1919)

Bagikan:
Artikel ini berisi tentang politikus Melayu. Untuk politikus Sudan, lihat Gaafar Muhammad al-Nimeiry.
Ini adalah nama Melayu; nama "Muhammad" merupakan patronimik, bukan nama keluarga, dan tokoh ini dipanggil menggunakan nama depannya, "Jaafar".
Jaafar Haji Muhammad
Menteri Besar Johoryang Pertama
Masa jabatan
1886–1919
PendahuluKantor didirikan
PenggantiMohamed Mahbob
Informasi pribadi
Lahir1838
Meninggal3 Juli 1919(1919-07-03) (umur 80–81)
Bukit Senyum, Johor Bahru, Johor
MakamMahmoodiah Royal Mausoleum
AnakOnn Jaafar

Dato Jaafar Bin Haji Muhammad (lahir pada 1838 di Teluk Belanga, Singapura, Negeri-Negeri Selat; meninggal pada 3 Juli 1919 di Bukit Senyum, Johor Bahru) D.K., S.P.M.J., C.M.G.[1] adalah Dato' Menteri Besar pertama dan paling lama menjabat dari negara bagian Malaysia Johor, sebuah jabatan yang ia pegang sampai mati.

Jaafar memegang jabatan saat Temenggung Abu Bakar menjadikan dirinya sendiri sebagai Sultan Johor dan merumuskan sebuah framework administratif dan konstitusi baru untuk Johor pada 1885. Tempat tinggalnya untuk sebagian besar masa akhir hidupnya adalah Istana Bukit Senyum yang dibangun pada 1883 dan sebuah SMA yang berada di belakang istana tersebut, Sekolah Dato Jaafar dinamai dengan namanya.

Jaafar menikah sebanyak lima kali,[2] dan tiga putranya juga menjadi Menteri Besar setelahnya, termasuk bapak nasionalisme Melayu modern, Dato Onn Jaafar.

Referensi

  1. ↑ http://journalarticle.ukm.my/543/
  2. ↑ "Malaysian Families: Taking root, branching out". The Star. 5 Juli 2013. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-08-03. Diakses tanggal 2016-11-12.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan