Minggu, 04 Oktober 2026
16:31 WIB
TERKINI
Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya
Isoniazid

Isoniazid

senyawa kimia

Bagikan:
Artikel ini bukan mengenai Iproniazid.
Isoniazid
250px-Isoniazid_skeletal.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Isoniazid_3d.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Data klinis
Nama dagangHydra, Hyzyd, Isovit, lainnya
Nama lainasam isonikotinat hidrazida, isonikotinil hidrazina, INH
AHFS/Drugs.commonograph
MedlinePlusa682401
Rute
pemberian
mulut, intramuskular, intravena
Kode ATC
Status hukum
Status hukum
  • US:Dengan resep
Data farmakokinetika
Pengikatan protein0–10%
Metabolismehati; CYP450: penghambat 2C19, 3A4
Waktu paruh eliminasi0,5–1,6 jam (asetilator cepat), 2-5 jam (asetilator lambat)
Ekskresiurin (utama), feses
Pengenal
  • Piridin-4-karbohidrazida
Nomor CAS
PubChem CID
DrugBank
ChemSpider
UNII
KEGG
ChEBI
ChEMBL
NIAID ChemDB
CompTox Dashboard (EPA)
ECHA InfoCard100.000.195 Sunting di Wikidata
Data sifat kimia dan fisik
RumusC6H7N3O
Massa molar137,139 g/mol
Model 3D (JSmol)
  • O=C(NN)c1ccncc1
  • InChI=1S/C6H7N3O/c7-9-6(10)5-1-3-8-4-2-5/h1-4H,7H2,(H,9,10) checkY
  • Key:QRXWMOHMRWLFEY-UHFFFAOYSA-N checkY
  (verify)

Isoniazid, atau isonikotinilhidrazida (INH), merupakan antibiotik yang digunakan dalam pengobatan tuberkulosis.[1] Obat ini digunakan dalam bentuk kombinasi dosis tetap dengan beberapa obat lain antara lain rifampisin, pirazinamid, etambutol, dan streptomisin.[2] Untuk tuberkulosis yang bersifat laten, isoniazid digunakan sebagai agen tunggal.[1] Isoniazid juga dapat digunakan untuk mengobati infeksi Mycobacterium lainnya seperti M. avium, M. kansasii, dan M. xenopi.[1] Isoniazid diberikan dalam bentuk tablet dan diminum.[1]

Efek samping yang sering terjadi antara lain peningkatan kadar enzim hati dan mati rasa di tangan dan kaki.[1] Sementara efek samping berat yang mungkin terjadi adalah hepatitis.[1] Keamanan penggunaan isoniazid selama kehamilan masih belum dikehatui.[3] Penggunaan isoniazid selama menyusui dapat dikatakan aman.[3] Piridoksin dapat diberikan untuk mengurangi risiko efek samping mati rasa pada tangan dan kaki.[4] Mekanisme kerja isoniazid adalah mengganggu pembentukan dinding sel bakteri yang mengakibatkan kematian sel.[1]

Isoniazid pertama kali ditemukan pada tahun 1952.[5] Isoniazid masuk dalam Daftar Obat Esensial Organisasi Kesehatan Dunia.[6] Isoniazid tersedia dalam bentuk generik.[1] Biaya pengobatan dengan isoniazid di negara berkembang adalah sekitar US$ 0,60-4,75 per bulan.[7] Di Amerika Serikat biaya pengobatan selama sebulan kurang dari $25.[8] Di Indonesia, pengobatan untuk tuberkulosis ditanggung oleh pemerintah sepenuhnya dan pasien dapat berobat secara gratis.[9][10]

Indikasi

Tuberkulosis

Isoniazid umunya digunakan untuk mengobati tuberkulosis baik yang bersifat aktif maupun laten. Pada pasien yang terinfeksi Mycobacterium tuberculosis yang masih peka terhadap isoniazid, isoniazid efektif untuk mengobati tuberkulosis selama pasien patuh dengan pengobatan yang ditentukan. Namun, pada pasien yang resisten terhadap isoniazid, isoniazid tidak dapat digunakan karena tingkat kegagalan pengobatan yang tinggi.[11]

Mycobacterium non-TB

Isoniazid juga digunakan untuk pengobatan Mycobacterium avium dan digunakan bersamaan dengan rifampisin dan etambutol.[12] Isoniazid dapat mencegah sintesis asam mikolat pada M. avium sama seperti pada M. tuberculosis.[13] Walau tidak dapat membunuh bakteri M. avium, isoniazid dapat meningkatkan efektivitas pengobatan rifampisin. Hanya saja, setelah dikembangkan antibiotik golongan makrolida membuat penggunaan kombinasi obat tersebut menurun.[14]

Pasien tertentu

Isoniazid direkomendasikan untuk pasien TB aktif yang sedang hamil atau menyusui.[15] INH terdapat dalam ASI dengan kadar yang rendah dan tidak menimbulkan efek toksisitas, sehingga kemungkinan terjadinya efek samping pada bayi relatif rendah. Baik wanita hamil dan bayi yang disusui oleh ibu yang memakai INH harus mengonsumsi vitamin B6 dalam bentuk piridoksin untuk meminimalkan risiko kerusakan saraf perifer.[16] Vitamin B6 digunakan untuk mencegah defisiensi B6 yang disebabkan isoniazid dan neuropati pada pasien yang memiliki faktor risiko, seperti hamil, menyusui, infeksi HIV, alkoholisme, diabetes, gagal ginjal, atau kekurangan gizi.[17]

Pasien dengan gangguan hati berisiko lebih tinggi untuk mengalami hepatitis yang disebabkan oleh INH, sehingga memerlukan penyesuaian dosis.[15]

Kadar enzim hati dalam aliran darah harus sering diperiksa pada peminum alkohol, wanita hamil, pengguna narkoba suntik, pasien berusia di atas 35, dan pasien dengan penyakit hati kronis, gangguan ginjal berat, neuropati perifer, atau infeksi HIV karena mereka lebih berisiko mengalami hepatitis akibat penggunaan INH.[15][18]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 "Isoniazid". The American Society of Health-System Pharmacists. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 20 Desember 2016. Diakses tanggal 8 Desember 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ WHO Model Formulary 2008 (PDF). World Health Organization. 2009. hlm. 136. ISBN 9789241547659. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 13 Desember 2016. Diakses tanggal 8 Desember 2016.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. 1 2 "Isoniazid (Nydrazid) Use During Pregnancy". www.drugs.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 20 Desember 2016. Diakses tanggal 10 Desember 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Hamilton, Richart (2015). Tarascon Pocket Pharmacopoeia 2015 Deluxe Lab-Coat Edition. Jones & Bartlett Learning. hlm. 49. ISBN 9781284057560.
  5. ↑ Walker, S. R. (2012). Trends and Changes in Drug Research and Development (dalam bahasa Inggris). Springer Science & Business Media. hlm. 109. ISBN 9789400926592. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2017-09-10.
  6. ↑ "WHO Model List of Essential Medicines (19th List)" (PDF). World Health Organization. April 2015. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 13 Desember 2016. Diakses tanggal 8 Desember 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ "Isoniazid". International Drug Price Indicator Guide. Diakses tanggal 8 Desember 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ Hamilton, Richart (2015). Tarascon Pocket Pharmacopoeia 2015 Deluxe Lab-Coat Edition. Jones & Bartlett Learning. hlm. 49. ISBN 9781284057560.
  9. ↑ "Kementerian Kesehatan Republik Indonesia". www.depkes.go.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-07-07. Diakses tanggal 2019-07-01.
  10. ↑ "Berobat, Pasien TB tak Dikenakan Biaya". Republika Online. 2017-03-25. Diakses tanggal 2019-07-01.
  11. ↑ "Treatment of isoniazid-resistant tuberculosis with first-line drugs: a systematic review and meta-analysis". Lancet Infect Dis. 17 (2): 223–234. Februari 2017. doi:10.1016/S1473-3099(16)30407-8. PMID 27865891.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  12. ↑ Research Committee of the British Thoracic Society (2001). "First randomised trial of treatments for pulmonary disease caused by M avium intracellulare, M malmoense, and M xenopi in HIV negative patients: Rifampicin, ethambutol and isoniazid versus rifampicin and ethambutol". Thorax. 56 (3): 167–72. doi:10.1136/thorax.56.3.167. PMC 1758783. PMID 11182006.
  13. ↑ Mdluli, K; Swanson, J; Fischer, E; Lee, R. E; Barry Ce, 3rd (1998). "Mechanisms involved in the intrinsic isoniazid resistance of Mycobacterium avium". Molecular Microbiology. 27 (6): 1223–33. doi:10.1046/j.1365-2958.1998.00774.x. PMID 9570407.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link)
  14. ↑ Van Ingen, J; Egelund, E. F; Levin, A; Totten, S. E; Boeree, M. J; Mouton, J. W; Aarnoutse, R. E; Heifets, L. B; Peloquin, C. A (2012). "The pharmacokinetics and pharmacodynamics of pulmonary Mycobacterium avium complex disease treatment". American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine. 186 (6): 559–65. doi:10.1164/rccm.201204-0682OC. PMID 22744719.
  15. 1 2 3 "DailyMed - ISONIAZID- isoniazid tablet".
  16. ↑ Bothamley, G. (2001). "Drug treatment for tuberculosis during pregnancy: safety considerations". Drug Safety. 24 (7): 553–565. doi:10.2165/00002018-200124070-00006. PMID 11444726.
  17. ↑ Steichen, O.; Martinez-Almoyna, L.; De Broucker, T. (April 2006). "Isoniazid induced neuropathy: consider prevention" (PDF). Revue des Maladies Respiratoires. 23 (2 Pt 1): 157–160. doi:10.1016/S0761-8425(06)71480-2. PMID 16788441.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  18. ↑ Saukkonen, J.J.; Cohn, D.L.; Jasmer, R.M. (Oktober 15, 2006). "An official ATS statement: hepatotoxicity of antituberculosis therapy". American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine. 174 (8): 935–952. doi:10.1164/rccm.200510-1666ST. PMID 17021358.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan