Jumat, 02 Oktober 2026
06:43 WIB
TERKINI
Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti
Insulin NPH

Insulin NPH

senyawa kimia

Bagikan:
Insulin NPH
250px-Insulin%26Syringe.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Vial insulin NPH dengan alat suntik insulin
Data klinis
Nama dagangNovolin N, Humulin N, Insulatard, dll
Nama lainInsulin Hagedorn protamin netral,[1]
insulin seng protamin (sedikit berbeda),[2]
insulin isofan,[2]
suspensi insulin seng majemuk (sedikit berbeda),[2]
insulin kerja menengah
AHFS/Drugs.commonograph
MedlinePlusa682611
Rute
pemberian
subkutan
Kode ATC
Status hukum
Status hukum
Data farmakokinetika
Onset aksi90 menit[3]
Durasi aksi24 jam[3]
Pengenal
Nomor CAS
ChemSpider
  • none

Insulin NPH (kepanjangan dari Neutral Protamine Hagedorn), juga dikenal sebagai insulin isofan, adalah insulin kerja menengah yang diberikan untuk membantu mengendalikan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus. Namanya merujuk pada pH netral (pH = 7), protamin (suatu protein), dan Hans Christian Hagedorn selaku peneliti insulin yang menemukan formulasi ini. Insulin ini dirancang untuk meningkatkan penghantaran insulin, dan merupakan salah satu contoh paling awal dari rekayasa penghantaran obat.[3]

Insulin ini digunakan dengan cara disuntikkan di bawah kulit sekali hingga dua kali sehari.[1] Efeknya biasanya muncul dalam waktu 90 menit dan bertahan selama 24 jam.[3] Insulin ini juga tersedia versi yang sudah dicampur dengan insulin kerja pendek, seperti insulin reguler.[2]

Efek samping yang umum adalah gula darah rendah. Efek samping lainnya mungkin termasuk nyeri atau perubahan kulit di tempat suntikan, kalium darah rendah, dan reaksi alergi. Penggunaan selama kehamilan relatif aman bagi janin.[3] Insulin NPH dibuat dengan mencampur insulin reguler dan protamin dalam proporsi yang tepat dengan seng dan fenol sehingga pH netral dipertahankan dan kristal terbentuk. Ada versi berbasis insulin manusia dan babi.[1]

Insulin protamin pertama kali dibuat pada tahun 1936, sedangkan insulin NPH pada tahun 1946.[1] Insulin ini tercantum dalam Daftar Obat Esensial Organisasi Kesehatan Dunia.[4]

Sejarah

Hans Christian Hagedorn (1888–1971) dan August Krogh (1874–1949) memperoleh hak atas insulin dari Frederick Grant Banting dan Charles Best di Toronto, Kanada. Pada tahun 1923, mereka membentuk Nordisk Insulin Laboratorium, dan pada tahun 1926 bersama August Kongsted, ia memperoleh piagam kerajaan Denmark sebagai yayasan nirlaba.

Pada tahun 1936, Hagedorn dan B. Norman Jensen menemukan bahwa efek insulin yang disuntikkan dapat diperpanjang dengan penambahan protamin yang diperoleh dari "milt" atau air mani ikan trout sungai. Insulin akan ditambahkan ke protamin, tetapi larutan harus mencapai pH 7 untuk injeksi. Universitas Toronto, Kanada kemudian melisensikan insulin seng protamin (PZI) ke beberapa produsen.[5] Campuran ini hanya perlu dikocok sebelum injeksi. Efek PZI bertahan selama 24–36 jam.

Kegunaan dalam medis

Insulin NPH keruh dan memiliki onset 1–3 jam. Puncaknya adalah 6–8 jam dan durasinya hingga 24 jam.[6]

Ia memiliki durasi kerja menengah, artinya lebih lama daripada insulin kerja reguler dan cepat, dan lebih pendek daripada insulin kerja panjang (ultralente, glargin, atau detemir). Tinjauan sistematis Cochrane terkini membandingkan efek insulin NPH dengan analog insulin lainnya (insulin detemir, insulin glargin, insulin degludek) pada anak-anak dan orang dewasa dengan diabetes melitus tipe 1. Insulin detemir tampaknya memberikan risiko hiperglikemia berat yang lebih rendah dibandingkan dengan insulin NPH, tetapi temuan ini tidak konsisten di antara studi yang disertakan. Dalam tinjauan yang sama tidak ditemukan perbedaan signifikan secara klinis lainnya antara analog insulin yang berbeda baik pada orang dewasa maupun anak-anak.[7]

Referensi

  1. 1 2 3 4 Owens DR (1986). Human Insulin: Clinical Pharmacological Studies in Normal Man. Springer Science & Business Media. hlm. 134–136. ISBN 9789400941618. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2017-01-18.
  2. 1 2 3 4 British national formulary: BNF 69 (Edisi 69). British Medical Association. 2015. hlm. 464–472. ISBN 9780857111562.
  3. 1 2 3 4 5 "Insulin Human". The American Society of Health-System Pharmacists. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 22 Oktober 2016. Diakses tanggal 8 Januari 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ World Health Organization (2019). World Health Organization model list of essential medicines: 21st list 2019. Geneva: World Health Organization. hdl:10665/325771. WHO/MVP/EMP/IAU/2019.06. License: CC BY-NC-SA 3.0 IGO.
  5. ↑ "The History of Insulin" (PDF). Karger.com/. Basel, Switzerland: Karger Publishers. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal Maret 4, 2016. Diakses tanggal Juni 10, 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ "NPH insulin | DrugBank Online". go.drugbank.com. Diakses tanggal 2022-09-09.
  7. ↑ Hemmingsen B, Metzendorf MI, Richter B (Maret 2021). "(Ultra-)long-acting insulin analogues for people with type 1 diabetes mellitus". The Cochrane Database of Systematic Reviews. 3 (3): CD013498. doi:10.1002/14651858.cd013498.pub2. PMC 8094220. PMID 33662147.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) Pemeliharaan CS1: nomor artikel sebagai nomor halaman (link)


Ikon rintisan

Artikel bertopik kedokteran atau medis ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Ikon rintisan

Artikel bertopik farmasi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan