Rabu, 04 November 2026
15:49 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan

Prasasti Bergakker

Bagikan:
250px-Bergakker_runes.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Salinan prasasti Bergakker

Prasasti Bergakker adalah prasasti yang ditemukan dalam sarung pedang dari abad ke-5 di sebuah kota yang bernama Bergakker di dekat kota Tiel di Belanda pada tahun 1996.[1] Terdapat konsensus bahwa prasasti ini berasal dari tahun 425-475 dan merupakan bukti tertulis bahasa Franka atau paling tidak bahasa Belanda Kuno yang paling awal.

Prasasti

Prasasti ini ditulis dengan menggunakan aksara rune:

ᚺᚨ?[V]ᚦ[V]??ᛋ᛬ᚨᚾᚾ᛬ᚲ[V]ᛋᛃᚨᛗ᛬
᛬ᛚᛟᚷ[V]ᚾᛋ᛬
ha?VþV??s: ann: kVsjam:
: logVns:

V di sini adalah rune non-standar, tampaknya adalah huruf hidup (dapat dibaca e atau u, atau "huruf hidup apapun").

Terdapat berbagai upaya untuk menafsirkan prasasti ini. Terdapat konsensus bahwa ann berarti "memberikan/menganugerahkan". Beberapa penulis membaca kata pertama sebagai nama pribadi dalam bentuk genitivus (menunjukkan kepemilikan), dan kata terakhir berarti "api", yang merupakan kiasan dari kat "pedang". Kata ketiga kemungkinan dibaca kusjam, yang berarti "pemilih" atau "memilih", atau ke(i)sjam yang berarti "potong" atau "pemotong", yang juga mengacu kepada pedang atau pemegang pedang.[2]

Penafsiran oleh ahli bahasa

TafsirTransliterasiTerjemahanCatatan
Quak (2000)Ha(þu)þ[e]was ann k(u)sjam log(u)ns"[harta] Haþuþewaz. Aku memberikan kepada para pemilih pedang"
Vennemann (1999)Haþ(ur)s ann k(u)sjam lōg(u)ns"[harta] Haþur. Aku memberikan penyimpanan untuk pedang"
Seebold (1999)h(ǫ)þ(u)was ann k(u)sjam log(u)ns."Aku memberikan pertempuran kepada para pemilih pedang"
Odenstedt (1999)hā(le) þ(e)was ann k(eis)am lo(ka)ns"hamba-[prajurit] [pedang]-ku yang kuat dan suka. Aku meletakkan potongan"
Looijenga (1999)Hā(le)þ(e)was ann k(e)sjam log(e)ns."[harta] Hāleþewaz: Dia memberikan pedang kepada pendekar pedang"mungkin prasasti pembuatnya
Bammesberger (1999)Haþ(u)þ(u)ras ann k(u)s(j)am lōg(u)n[r]..."Aku memberikan kepada Haþuþuraʀ dan [pengantin] pilihannya tanda pernikahan"
Mees (2002)Ha(þu)þ[ȳ]was ann k(u)sjam lōguns."[harta] Haþuþȳwaʀ. Dia memberikan api [tanda pedang] kepada yang terpilih"
Grünzweig (2004)Ha(þu)þ(ewa)s ann k(u)sjam log(ō)ns"[harta] Haþuþyewaʀ - Dia memberi para pemilih [musuh?] suatu api [pedang?]"

Referensi

  1. ↑ Looijenga, Tineke (2003). Texts & contexts of the oldest Runic inscriptions. Leiden Boston: Brill. hlm. 72. ISBN 9004123962.
  2. ↑ "Runeninscriptie met het oudste Nederlands(?)" [Runic inscription with the oldest Dutch(?)]. Museum piece information (dalam bahasa Dutch). Valkhof Museum. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-11-10. Diakses tanggal 10 November 2017. All experts agree on the meaning of the second word: "I (he) grant(s)", and many consider the first word to be the name of the owner of the sword that the scabbard belonged to. Opinions vary on how this name should be read, just as the latter two words have been interpreted very differently. Keeping in mind the function of the piece, some academics read the last word as "sword(s)".{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  • Quak, Arend, 'Wieder nach Bergakker' in: Amsterdamer Beiträge zur älteren Germanistik', 53, 2000, 33-39.
Cina
Filipina
India
Iran
Malaysia
Singapura
Thailand
Vietnam
Yerusalem
Lainnya
Italia
Jerman
Norwegia
Lainnya
Mesir
Australia
Meksiko
Ikon rintisan

Artikel bertopik arkeologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan