Minggu, 20 September 2026
16:24 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Infrabunyi

Infrabunyi

getaran dengan frekuensi lebih rendah dari 20 hertz

250px-Infrasound_FFT.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
infrabunyi

Infrabunyi atau bunyi infrasonik adalah bunyi dengan frekuensi yang terlalu rendah untuk dapat didengar oleh telinga manusia.[1] Infrabunyi berada dalam rentang 20 Hertz sampai 0,001 Hertz. Rentang frekuensi tersebut sama dengan frekuensi yang digunakan oleh seismometer untuk mendeteksi gempa bumi. Gelombang infrabunyi mampu menjangkau jarak yang jauh dan dapat melewati halangan tanpa kehilangan kekuatannya atau relatif kecil. Gelombang infrabunyi pertama kali yang diamati kemungkinan adalah letusan Gunung Krakatau yang menghasilkan gelombang atau getaran yang mengelilingi bumi lebih dari tiga kali[2]:63 dan terdengar di beberapa daerah di dunia, termasuk Perth, Australia Barat, dan Rodrigues dekat Mauritius.[3][4]

Sejarah

Salah satu perintis penelitian infrabunyi adalah ilmuwan Prancis Vladimir Gavreau (lahir di Rusia dengan nama Vladimir Gavronsky).[5] Ketertarikannya dalam infrabunyi awalnya bermula pada tahun 1960 ketika ia dan asistennya menderita sakit pada gendang telinga serta peralatan laboratorium yang bergetar tetapi tidak ada suara yang ditangkap oleh mikrofonnya. Ia kemudian menyimpulkan bahwa itu disebabkan oleh infrabunyi.[5]

Ia memahami bahwa suara dengan frekuensi serendah itu tidak dianggap ada, maka tidak ada peralatan yang dikembangkan untuk mendeteksinya. Maka, ditentukan bahwa suara tersebut adalah gelombang infrabunyi 7 siklus per detik yang menimbulkan mode resonansi pada saluran dan arsitektur bangunan, yang secara signifikan memperkuat suara tersebut.[5] Dari penemuan ini, para peneliti kemudia mulai bekerja untuk membuat percobaan infrabunyi pada laboratorium. Salah satu eksperimennya adalah peluit infrabunyi, sebuah pipa organ besar.[6][7][8] Sebagai hasil dari insiden yang mirip, hal ini menjadi rutinitas pada konstruksi arsitektur yang baru dan mengeliminasi resonansi infrabunyi manapun dan memperkenalkan material tahan suara dan properti suara spesial lainnya.

Referensi

  1. "A Study of Low Frequency Noise and Infrasound from Wind Turbines" (PDF). Ia.cpuc.ca.gov. Diakses tanggal 12 Maret 2022.
  2. Symons, G.J., ed. (1888). The Eruption of Krakatoa and Subsequent Phenomena (Report of the Krakatoa Committee of the Royal Society). London, 1888 via Internet Archive.
  3. 20px-Wikisource-logo.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Chisholm, Hugh, ed. (1911). "Krakatoa" . Encyclopædia Britannica. Vol. 15 (Edisi 11). Cambridge University Press. hlm. 923.
  4. Serena, Katie (18 Mei 2019). Kuroski, John (ed.). "The 1883 Krakatoa Eruption: The Explosion Heard Round The World And The Loudest Sound Ever". Diakses tanggal 14 Desember 2024.
  5. 1 2 3 "Gavreau", di Lost Science Diarsipkan 19 February 2012 di Wayback Machine. by Gerry Vassilatos. Signals, 1999. ISBN0-932813-75-5
  6. Gavreau, V. (1966). "Infra Sons: Générateurs, Détecteurs, Propriétés physiques, Effets biologiques". Acustica. 17 (1): 1–10.
  7. V., Gavreau (1968). "Infrasound". Science journa. 4 (1): 33.
  8. Gavreau, V. (Sept. 1968). "Sons graves intenses et infrasons". Scientific Progress – la Nature: 336–344.{{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=


Ikon rintisan

Artikel bertopik fisika ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan