Kamis, 05 November 2026
16:42 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Imigongo

Imigongo

Bagikan:
250px-Fresque_Imigongo-Festival_international_de_g%C3%A9ographie_2011_%282%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Imigongo yang dipamerkan di Festival Geografi Internasional di Saint-Dié-des-Vosges, Prancis.

Imigongo adalah seni tradisional yang populer di Rwanda. Seni ini dibuat oleh perempuan dengan menggunakan kotoran sapi. Warnanya biasanya hitam, putih, dan merah, dan tema yang umum adalah rancangan spiral dan geometrik yang dilukis di tembok, tembikar, dan kanvas.

Selama Genosida Rwanda 1994, seni ini hampir hilang. Namun, perempuan di jalan ke Rusumo di Provinsi Timur telah menyelamatkan dan memulihkan seni Rwanda yang unik ini.

Secara tradisional rancangan yang digunakan adalah rancangan geometrik, namun para artis mulai menggunakan citra modern dan inovatif yang menggambarkan lanskap, rakyat, flora dan fauna Rwanda.

Gambar dibuat dengan menggunakan kotoran sapi yang ditempatkan di papan kayu. Kotoran tersebut lalu dibiarkan mengeras dan kemudian didekorasi dengan warna yang berasal dari materi organik. Warna tradisional meliputi hitam, putih, merah, abu-abu, dan kuning, tetapi warna lain juga mulai digunakan.

Gambar imigongo awalnya ditemukan di Kibungo sebagai dekorasi "sihir" selama abad ke-18.

Pranala luar

Ikon rintisan

Artikel bertopik budaya ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan